[Drabble-Mix] Songs for the Youth

shoshana presents

SONGS FOR THE YOUTH

A collection of highschool tales from the 1980s by Class 3-1

TWICE & GOT7

Drabble(s) | Fluff, School-life, Slice-of-life, Teen-romance, Friendship | T/Teen

I own nothing but the story. The drabbles are based on my October playlist. It is recommended to listen to the songs while reading ♡

“The wasted years, the wasted youth.
The pretty lies, the ugly truth.”


Dear Nayeon & Jinyoung
She whispered “I need somebody to help me.” (DAY6)

Saat itu sunyi senyap, terlalu sunyi, sesunyi pikiran Im Nayeon. Gadis itu mengunci dirinya di kamar, tak seorang pun ada di rumah bersamanya malam itu. Ia duduk di lantai bersandar pada ranjangnya, pandangan kosong menatap dinding. Segenggam pil di tangan kanan dan sebilah pisau silet di tangan kiri. Jalan mudah atau menyakitkan, itu yang sedang ia pikirkan. Air mata mulai menetes ke pipinya ketika ia teringat kembali pada hari itu, di mana dirinya telah rusak dan tak dapat diperbaiki. Tak ada yang lebih ia inginkan selain mendengar suara orang lain mengatakan bahwa mereka ingin ia tinggal, bahwa masa depannya belum meredup, bahwa mereka akan menolongnya.

Dan saat itulah telepon di kamarnya berdering. Perlahan Nayeon mendekatkan gagang telepon itu ke telinganya, mendengarkan suara seorang lelaki melalui untaian kabel keriting. Suara Park Jinyoung si ketua kelas. Ia hanya mengatakan satu kalimat, namun itu cukup bagi Nayeon.

“Im Nayeon, jangan pergi.”


Dear Jungyeon & Youngjae
“I’m singing to my youth.” (Bolbbalgan4)

Kejahatan apa yang diperbuat Yoo Jungyeon hingga ia merasa ribuan pasang mata tertuju padanya pagi ini? Tidak, aku tidak melakukan apa-apa, batinnya. Namun Senin pertama masuk sekolah tidak pernah terasa begitu menegangkan seperti ini. Ini hanya semester baru, ia bukan murid pindahan atau junior baru, mengapa ia begitu cemas? Wajah-wajah yang sama menyambutnya begitu ia menginjakkan kakinya di dalam kelas. Wajah-wajah yang sama dengan ekspresi yang berbeda. Tidak itu bukan salahku, Jungyeon kembali meyakinkan dirinya sendiri.

Ia pun duduk menyendiri di kursi paling pojok, menolak simpati atau pun afeksi dari siapa pun. Jungyeon tak bisa mengambil risiko mencelakakan orang yang dekat dengannya lagi. Sebesar apa pun keinginannya untuk menerima ajakan bersepeda bersama Choi Youngjae, lelaki yang disukainya sejak SMP, ia tak bisa. Ia terlalu takut untuk bahagia, karena sewaktu-waktu sesuatu akan merenggut kebahagiaan itu darinya dan orang di sekitarnya. Jungyeon tak mengerti, bukan kah masa muda idealnya dipenuhi suka cita?


Dear Momo & Jackson
He keeps chanting “What can I do?” in his head. (DAY6)

Mungkin Jackson Wang sudah gila, tapi ia tidak bisa menghilangkan perasaan sukanya pada Hirai Momo. Perempuan yang satu ini tidak peduli teman sekelasnya merundungnya hanya karena ia orang Jepang. Perempuan yang satu ini memukul preman sekolah tanpa kesulitan sedikit pun. Perempuan yang satu ini sering berkata kasar dan mengisap sebatang rokok di belakang sekolah. Jackson tak peduli, senyum Momo tetap saja manis sekasar apa pun kelakuannya.

“Apa? Mau satu?” Momo menyadarkan Jackson yang sedang melamun, memandanginya merokok sambil berdiri diam.

“Ah engga, aku- Momo, I like you a lot.” Momo tertawa lepas mendengar pengakuan Jackson, membuat jantung lelaki itu hampir copot. Gadis itu mematikan rokoknya di dinding, lalu mendekati Jackson, menepuk pundak pemuda itu sambil tersenyum. Oh, senyum itu lagi.

“Jangan, cari cewek lain aja.”


Dear Sana & Mark
It’s enough to be young and in love. (Lana Del Rey)

Es Screw Bar di tangan Minatozaki Sana sudah hampir meleleh ketika Mark Tuan datang sambil menggiring sepeda putihnya. Hari itu Mark mengenakan denim on denim yang memang cukup populer kala itu, dipadu sneakers putih kesukaannya. Angin musim gugur terus meniup lembut rok terusan motif floral Sana hingga Mark harus melepas jaketnya untuk menutupi paha gadis itu. Mereka duduk bersama di anak tangga depan rumah Sana, menghabiskan es Screw Bar dalam diam. Setelah es tersebut tak bersisa barulah Mark buka suara.

“Udah nunggu lama?”

Sana hanya menggeleng pelan sambil tersenyum. “Engga kok,”

“Jahat ga sih kita ga ngajakin Mina?” Tanya Sana tiba-tiba. Biasanya mereka memang bertiga dengan seorang siswi Jepang lain bernama Myoui Mina. Geng murid asing yang terkucilkan, itu lah mereka. Namun ada ledakan emosi yang berbeda di antara Mark dan Sana, sesuatu yang tidak bisa mereka bagi dengan Mina.

Mark meraih tangan Sana, meyakinkan gadis itu bahwa tidak ada yang salah dengan jatuh cinta. Tak bisa dipungkiri, jauh di dalam benak mereka, rasa bersalah tetap menghantui.


Dear Jihyo & Jackson
When you love someone. you want to make them smile. (DAY6)

Park Jihyo tahu pasti alasan dibalik linglungnya Jackson Wang hari ini. Laki-laki itu baru saja ditolak mentah-mentah oleh si bad girl Hirai Momo. Siswi A+ itu mendatangi Jackson dengan walkman di tangan kanannya dan sebotol coca-cola di tangan kirinya. Begitu mendaratkan bokongnya di sebelah Jackson, Jihyo memberikan botol cola kehijauan berlabel merah tadi padanya. Awalnya Jackson terlihat bingung, kemudian dengan ragu menerima minuman berkarbonasi itu.

“Jelek banget mukanya,” celetuk Jihyo.

“Bodo amat. Lagi patah hati,” Jackson merespon dengan malas-malasan.

Gadis imut di sebelahnya menepuk-nepuk pundaknya sambil memberikan kata-kata motivasi. Ketika Jihyo menawarkan seulas senyuman termanisnya, Jackson tak bisa menahan diri untuk tidak ikut tersenyum. Memang itu lah yang ingin Jihyo lakukan, membuat si lelaki Wang tersenyum.

“Lagu apa ini?” Tanya Jackson saat Jihyo menyumpal sebelah telinganya dengan earset yang tersambung ke walkman.

“New Kids on the Block?”

Keduanya pun saling tatap beberapa saat lalu tertawa bersama.


Dear Mina & Mark
I loved you, and it’s hard.” (DAY6)

Dulu mereka selalu bertiga. Dulu tiga kursi akan terisi, akan ada tiga porsi makanan dan minuman di meja, dan tiga suara berpadu dalam canda dan tawa. Sekarang Myoui Mina cuma sendirian, menatap tteokbokki di hadapannya dengan muram tanpa selera. Entah apa kesalahannya, entah apa yang mencemari persahabatan sederhana mereka. Minatozaki Sana dan Mark Tuan tak pernah lagi datang ke markas mereka.

Menemukan teman sesama orang asing di kelas yang mau dekat dengannya merupakan suatu keajaiban. Kini keajaiban itu hilang, menguap tak bersisa, lenyap ditelan waktu. Ia kembali menjadi si penyendiri Myoui Mina.

Memutuskan untuk meninggalkan kios tteokbokki, Mina melangkah pulang dengan gontai. Sengaja ia memutar melewati rumah Sana karena ia merindukan gadis itu. Namun yang ia lihat di depan rumah Sana bukanlah sesuatu yang ia harapkan.

Oh, begitu. Mina tersenyum pahit. Nyatanya rasa cintanya pada kedua sahabatnya tidak sama dengan rasa cinta di antara mereka berdua. Sekarang ia mengerti, dan ia akan melepaskan mereka. 


Dear Dahyun & Jaebum
She doesn’t want to think about tomorrow, today. (JJ Project)

“Udah mikir mau kuliah di mana?” Tanya Im Jaebum pada teman piketnya hari itu, Kim Dahyun. Pertanyaan yang paling Dahyun hindari akhir-akhir ini. Ia paling benci memikirkan tentang apa yang akan dilakukannya setelah lulus SMA. Pikiran-pikiran itu hanya membuatnya pusing dan mual.

Eomma ga mau aku kuliah, katanya dia takut aku ikutan demo.” Tangan Dahyun tetap sibuk menghapus coretan-coretan kapur dari papan tulis, pandangannya lurus ke depan tak sedikit pun melirik Jaebum.

“Aneh banget. Udah coba ngomong lagi sama eomma-mu? Terus mau ngapain dong kalo ga kuliah?”

Dahyun meletakkan penghapus papan tulis di tempatnya dengan kasar, akhirnya Jaebum berhasil menarik atensinya. Laki-laki itu tersenyum lebar melihat wajah kesal Dahyun.

“Ga tau ah. Why don’t you tell me which way to go?

“Kamu nikah sama aku aja abis lulus gimana?” Dan penghapus tadi pun melayang ke kepala Im Jaebum.

“Mau mati ya?!” Seru Dahyun semakin kesal. Jaebum hanya tertawa, sarannya memang asal, tapi siapa tahu jadi nyata?


Dear Chaeyoung & BamBam
He feels like a man in a movie. (DAY6)

Sepanjang film Ghostbusters versi 1984 bermain di TV kecil milik Chaeyoung, BamBam tak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari wajah gadis mungil itu. Ya, ia sama sekali tidak menonton filmnya. Kedua matanya sejak tadi tertuju pada gadis berambut pendek itu, pada tawanya, pada wajah antusiasnya, pada kilauan di matanya. BamBam merasa seperti berada di dalam film romansa. Ia dan Chaeyoung adalah peran utamanya, dan oh, betapa cantiknya gadis Son itu, apa ia baru sadar?

Wajahnya semakin dekat dengan wajah Chaeyoung, namun gadis itu benar-benar tenggelam dalam film horror komedi itu. Tepat ketika film kredit merayap menutupi layar dan soundtrack khas Ghostbusters memenuhi udara, Chaeyoung menoleh ke kanan. Tanpa sengaja bibir keduanya bersentuhan lembut. Waktu seolah berhenti sesaat, semburat merah mewarnai pipi kedua remaja SMA itu.

“Maaf Chaeng ehm,” ujar BamBam canggung. Tak ada jawaban dari Chaeyoung yang masih terkejut.

“Eh ga apa-apa.” Kemudian kesunyian  kembali di antara mereka.

“Mau makan dulu ga? Eomma masak kari,” ajak Chaeyoung tiba-tiba. BamBam hanya mengangguk. Ciuman tak sengaja itu akan mereka kubur di memori masa muda mereka yang terdalam.


Dear Tzuyu & Yugyeom
Sometimes you don’t even realize when you fall in love. (Bolbbalgan4)

Makan siang di rumah Kim Yugyeom tidak pernah sepi. Karena rumahnya adalah yang paling besar di perkomplekan itu, setiap hari selalu saja ada tetangga yang datang membawa makanan atau ikut makan bersama. Hari ini giliran tetangga barunya, seorang gadis pendiam bernama Chou Tzuyu, yang datang membawa semangkuk tumis daging. Tzuyu memang sangat cantik, sejak ia baru datang ke komplek itu ibunya Yugyeom terus saja bercanda tentang menjodohkan anaknya dengan si gadis Chou. Belum lagi mereka pergi ke sekolah yang sama.

Tzuyu hanya tersenyum malu ketika ibunya Yugyeom menyambutnya hangat dengan sebutan ‘calon menantu’. Sementara Yugyeom meletakkan mangkuk berisi tumis daging di meja dan meminta ibunya berhenti mengganggu gadis itu. Ia mengantar Tzuyu ke luar sembari menggaruk belakang kepalanya karena merasa canggung.

“Jangan dengerin eomma-ku ya,” kata Yugyeom.

It’s okay,” balas Tzuyu pelan. Sungguh, Tzuyu tidak membenci perlakuan ibu Yugyeom padanya. Ia agak… menyukainya.

“Eh aku denger kamu pinter matematika. Bisa… bantu aku ngerjain PR besok?” Yugyeom buka suara lagi.

“Boleh. Sampai besok Yugyeom.”

Pandangan lelaki itu mengikuti setiap langkah Tzuyu sampai ia masuk ke rumahnya di seberang. Ada perasaan aneh yang tak bisa Yugyeom jelaskan, tapi apa pun itu, ia menyukainya.

 

fin


[A/N] Hello everyone! Sho is back again with another drabble mix fresh from the oven. I hope I did great on capturing the 1980s feel (which probably failed lol). Enjoy it anyway and see you around!

Love, Sho♡

Iklan

8 respons untuk ‘[Drabble-Mix] Songs for the Youth

  1. Baguss drabblenya sukakk. Imut2 sekali astaga … Ya walau ada yang sedih karena persahabatan Mina-Mark-Sana terhalang cinta-cintaan 😂 Nggak tahu kenapa karakter badass-nya Momo kok malah cute di mata aku /slapped. Overall paling suka kisahnya Chaeng-Bambam sama Tzuyu-Yugyeom ❤❤ Semangat terus ya bikin ficnyaa 😁😁

    Disukai oleh 1 orang

    1. thanks for coming to my lapak♡
      padahal aku merasa gagal bgt bikin fluff ala ala 1980s XD
      tadinya yg mau dijadiin badass sana tapi momo juga cocok wkwk
      bamchae sama tzugyeom emang paling unyu unyu mereka magnae line soalnya kasian kalo dijadiin sedih /loh.
      kamu semangat juga ‘0’)b

      Suka

  2. halo halo sho^^
    salam kenal aku xian, dan ini baru pertama kali aku berkunjung ke lapak fiksimu 🙂

    drabble yang ringan dan khas anak sekolahan banget. aw gottwice ❤
    favoritku, jackie sama momo. soalnya aku suka banget kamu baning setir karakter asli momo jadi agak ‘belok’ dan itu sangat keren. huhu momoku <////3

    anyway nice shots! kalau bisa aku juga pingin rikuwes twice6 juga nih^^ hehe

    keep writting, sho-chan!

    Disukai oleh 1 orang

    1. hi hi xian welcome to the products of my imagination :3
      yeay nemu lagi yang suka gottwice♡♡ entah kenapa aku suka nulis momo jadi bad girl wkwk kalo ga bad girl jadi yang clueless gitu. menurut aku muka dia kadang cocok jadi yg begitu XD
      aku punya drabble mix satu lagi december tales itu ada beberapa twice6 nya tapi ada gotwice nya juga. entar deh twice6 special halloween :3
      thanks for coming♡

      Disukai oleh 1 orang

      1. hahaha, i really love your products, seonsaengnim! 😀

        momo jadi clueless itu sesuai sama karakter aslinya, pasti lucuu. ah oke aku akan segera meluncur ke drabble yang desember tales ^^
        yeay ditunggu twice6 special halloween-nyaa 😀

        Suka

    1. karena pada tahun segitu banyak demo mahasiswa jadi begitulah emaknya dahyun takut anaknya ikutan wkwkwk

      yup hidup lonely girls :’) lol

      thanks for coming ♡

      Suka

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s