[TWFI Freelance] Stay With Me

hqdefault

Title : Stay With Me

Author : AZ

Casts : Tzuyu and Jungkook (BTS)

Length : Oneshot

Genre : Romance

Rating : Teen

Author’s Contact : parkagatha.unnie@gmail.com / id Line : Mizune.chan

 

***

Tzuyu merasa dirinya jadi sensitif sekali akhir-akhir ini. Perempuan berparas mungil itu menatap kosong keluar jendela kafe dan menghela nafas pelan. Ia mengaduk-aduk vanilla latte-nya dengan perasaan campur aduk.

Jam tangan bermerk yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul lima tepat. Tzuyu menghela nafas lagi, benar-benar merasa gundah sekali sedari tadi. Di pikirannya, hanya berputar-putar pada lelaki itu. Jungkook.

Dia pasti ingin menghindar lagi, pikir Tzuyu muram.

Entah sudah yang ke-berapakalinya Jungkook menghindarinya tiap kali ia mengajaknya bertemu.

“Pasti ini karena yang waktu itu…” Tzuyu mendesah pelan. Masih terpatri jelas di ingataannya kejadian waktu itu.

Sore itu, semua kegiatan sudah selesai. Tzuyu tidak bisa memilih untuk diam lebih lama lagi. Ia tahu ia tidak seharusnya bersikap segegabah ini. Namun keputusannya sudah bulat.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” Jungkook bertanya, sebelum menengak minumannya.

Tzuyu diam, masih memikirkan kata-kata yang tepat untuk diucapkannya, dan kemudian berkata, “네가 좋아 (nee ga jo ha)…”

Kedua mata Jungkook membulat. Ia nyaris menyemburkan minumannya –yang untung saja tidak terjadi. Terbatuk-batuk, Jungkook menoleh kepada Tzuyu dan bertanya, “ (Mwo) ?”

“Aku menyukaimu,” kata Tzuyu lagi.

Jungkook terdiam. Ia menatap Tzuyu tanpa berkedip sedikitpun. Suasana hening dan canggung langsung mengisi seluruh atmosfir di ruangan.

“Apa yang kau suka dariku?” Jungkook bersuara akhirnya.

“Eh…?” Tzuyu mendongak dan melihat Jungkook dengan wajah merona. “Yang kusuka darimu ? Ah, itu banyak sekali…”

“Kau…” Tzuyu memalingkan wajahnya yang memerah. “Kau selalu terlihat keren tiap kali kau menari. Aku suka mata hitammu yang selalu bersinar hangat, suara tawamu, juga senyumanmu. Aku selalu merasa seperti baterai yang terisi penuh tiap kali aku melihatmu.”

“Aku suka semua hal yang ada di dalam dirimu,” aku Tzuyu.

Jungkook berdiri dan menghadap Tzuyu. Rahang wajahnya mengeras. Tangannya memegang kedua bahu Tzuyu.

“Terimakasih, sudah menyukaiku, tapi aku tak ingin ada hal yang lebih di antara kita. Sebaiknya, simpan saja perasaanmu untuk lelaki yang lebih baik dariku,” ujar Jungkook dingin.

Tzuyu termangu. Jantungnya serasa ditikam berkali-kali, ketika ia mendengar kata-kata Jungkook yang setajam belati. Matanya berkaca-kaca.

“Dan, aku harap kau bisa bersikap profesional di antara kita.” Jungkook melepaskan cengkramannya pada bahu Tzuyu. Ia segera mengambil tasnya dan berlalu, meninggalkan Tzuyu yang terduduk sendiri dalam tangisnya.

Tzuyu melirik jam tangannya. Satu jam berlalu sudah dan hujan masih belum juga reda.

Ia mendesah pelan. Harusnya aku tidak menyatakan perasaanku waktu itu, pikirnya. Setidaknya, dia tidak akan mungkin menghindariku jika aku tidak segegabah itu menyatakan perasaanku.

Drrt ! Drrt !

Ponselnya bergetar. Tzuyu merogoh-rogoh ponselnya dan mendapati sebuah pesan masuk. Dari Jungkook. Tzuyu merona.

Lihatlah keluar, hujan sudah reda.

Eh ? Tzuyu menoleh keluar dan mendapati hujan sudah reda. Kenapa bisa tahu-tahu sudah reda ya ?

Dan, tumben-tumben juga Jungkook mengirimkannya pesan. Aneh.

Aku tidak bisa ke kafe, jadi datanglah ke taman yang ada di belakang kafe.

Tzuyu tidak bisa menghentikan kedua sudut bibirnya yang langsung terangkat ke atas ketika melihat sebuah pesan lagi dari Jungkook.

Seluruh rasa gundah yang sedari tadi merayapinya seakan menguap dengan mudahnya hanya karena pesan-pesan kecil dari Jungkook. Tzuyu segera berdiri dan melangkah keluar kafe dengan suasana hati yang berbunga.

Sesampainya di taman belakang kafe, Tzuyu mulai mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Jungkook sampai matanya menemukan lelaki berjaket hitam yang sedang duduk di bangku taman.

Ah, itu pasti dia.

Jantungnya berdegup cepat. Tzuyu mulai berjalan ke arah lelaki itu dan langsung menepuk bahunya kencang. “Oppa !”

Lelaki itu menoleh dan tampak bingung. “누구 (Nu gu)…?”

Tzuyu terkesiap. Ia salah orang. Rupanya lelaki itu bukanlah Jungkook.

“죄송 해요 (joseong haeyo)…” Tzuyu membungkukkan badannya dan meminta maaf. Ceroboh sekali dirinya, sampai-sampai ia salah mengenali lelaki asing itu dengan Jungkook. “Haish…” Tzuyu merutuki dirinya sendiri.

Tzuyu memutuskan untuk berkeliling taman untuk mencari lelaki itu, meski kakinya sudah pegal akibat sepatu hak 5 centi yang dikenakannya. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan taman perlahan menjadi sepi.

Tzuyu duduk di salah satu bangku dengan lemas. Ia sudah berkeliling taman dan tidak mendapati keberadaan lelaki itu sama sekali. Ia mencengkram erat ujung roknya dan mengigit bibirnya, berusaha keras untuk menahan tangis.

Kenapa kau jadi tega sekali kepadaku ? Tzuyu menangis sesenggukan.

I miss you

When I say that

I miss you more

I’m looking at your photo

But I still miss you…”

Tzuyu termangu mendengar suara itu. Bahunya bergetar.

Time is so cruel

I hate us

Now it’s hard

To even see each other’s faces

It’s only winter here

Even in August, winter is here…”

Tzuyu perlahan menoleh dan mendapati lelaki itu tengah berdiri sekitar satu meter dari tempat duduknya sekarang. Jungkook menatapnya lamat-lamat. Segaris senyum tipis menghiasi wajahnya.

Air mata perempuan itu merebak lagi. Ah, kira-kira sudah berapa lama ia tidak melihat wajah yang selalu menghantuinya tiap kali ia menutup matanya itu ?

My heart makes time run

Like a Snowpiercer left alone

I wanna hold your hand

And go to the other side of the earth

To end this winter…

Jungkook berjalan mendekati Tzuyu sembari bibirnya menyanyikan sebuah lagu yang benar-benar menggambarkan perasaannya sekarang ini.

How much longing

Has to fall like snow

For the spring days to come?

Friend…

Jungkook berhenti tepat di depan Tzuyu. Ia sedikit membungkukkan badannya dan tangannya terangkat untuk mengusap air mata perempuan itu.

Like a small piece of dust

That floats in the air

If the flying snow is me

I could reach you faster…”

“Maaf, aku sudah membuatmu menunggu terlalu lama,” ucapnya lirih.

Tzuyu hanya menatap Jungkook dalam-dalam tanpa berkata apa-apa. Baginya, bertemu dengan lelaki itu saja sudah lebih dari cukup.

“Kau tahu ? Aku selalu bertanya-tanya tiap malam, berapa banyak air matamu yang selalu kau jatuhkan untukku tiap kali aku menyakitimu,” kata Jungkook. “Aku minta maaf.”

“괜찮아 (gwaenchanh-a).” Tzuyu berkata lirih. Ia menyeka air matanya dan tersenyum senang.

“Apa kau ingat hari ini ? Tiga tahun yang lalu, kau menyatakan perasaanmu kepadaku dan aku belum menjawabnya, bukan ?” Jungkook mendesah pelan.

Tzuyu menelan ludahnya, lalu berkata, “Kau… belum menjawabnya ? Kupikir, kata-katamu waktu itu sudah menjelaskan penolakanmu.”

“Tidak,” Jungkook menggeleng. “Aku tidak akan pernah memberi jawaban selain Iya atau tidak.”

“Selama ini aku selalu mengingatkan diriku, selama aku adalah seorang artis, aku tak akan pernah menjalin hubungan asmara kepada siapapun, apalagi jika itu termasuk sesama artis,” ujarnya. Jungkook merogoh sakunya perlahan dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru beludru. “Sepertinya, kebahagiaan tiap perempuan berasal dari kotak kecil ini…”

Tzuyu tertegun menatap kotak itu. Jantungnya mendadak berpacu dua kali lebih cepat dari biasanya.

“Tapi, jika aku tidak boleh membohongi diriku sendiri, bersediakah kau menikah denganku…?”

Jungkook membuka kotak kecil itu dan memperlihatkan sebuah cincin dengan batu permata berwarna keunguan. Alexandrite, batu permata kelahiran bulan Juni.

Tzuyu termangu, tidak bisa berkata-kata. Hatinya serasa seperti jutaan kembang api yang meletus di atas langit pada malam tahun baru. Ini jauh lebih indah dari 1000 mimpi indahnya tiap malam. Matanya berkaca-kaca menatap kotak kecil dan isinya itu.

Tzuyu mengangguk perlahan. “Iya…”

Senyum tipis yang ada di wajah Jungkook melebar. Ia mengeluarkan cincin itu dari kotaknya dan memasangkannya pada jari manis perempuan itu.

“사랑해 (Saranghae)…” Jungkook berkata. Persis seperti kata-kata yang sudah lama ingin didengarnya.

Tzuyu tersenyum, tidak bisa lebih lama lagi menahan dirinya untuk tidak menangis terharu. Ia membalas, “나도 너를 사랑해 (nado neoleul salanghae)…” dan memeluk Jungkook erat.

Tidak ada lagi yang lebih diinginkan Tzuyu selain bersamanya. Di sisinya. Selamanya.

Tetaplah seperti ini. Aku mencintaimu sampai besok, besoknya lagi, untuk 1001 malam ke depan, dan sampai selamanya. []

=TAMAT=

Iklan

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s