[1st Event] Authors’ Project: Victim – Ficlet

(Pic cr : onpic)

VICTIM by LaillaMP // School-life, Teenager/PG // TWICE’s Kim Dahyun featuring Pristin’s Rena and ASTRO’s Moon Bin. // Enjoy and sorry for the bad fic!

>< 

Di sebuah situasi yang canggung aku hanya menatap dan berkata…. [TWICE – TT]

.

.

.

“Ku sumpahi kau tidak punya pacar seumur hidup!” teriakan Rena kembali mengisi kesunyian klub jurnalistik.

“Biasanya sumpahan yang buruk itu kembali ke yang menyumpahi lho. Katanya lho ya,” teriakan itu dibalas Moon Bin dari depan papan tulis.

“Terserah!” Rena menyerah, kemudian mengambil tempat pensil Dahyun yang tidak bersalah untuk dilemparkan pada Bin yang sibuk mencoret-coret papan tulis.

“Au!”

“Ya!”

Moon Bin dan Dahyun sama-sama berteriak kesakitan, hanya saja berbeda objek.

“Kalian jodoh. Ya sudah, ku doakan kau berjodoh dengan Dahyun!” Rena kembali melontarkan sumpahan, kali ini sedikit lebih baik daripada sumpahan di awal.

“Hei, kalian boleh menyumpah-memaki-menggaruk tembok sekalian. Tapi jangan seret aku, oke? Otakku sudah lelah untuk menggambar ilustrasi ini. Oke? Tolong tinggalkan—“

“Aduh, Bin, kau tidak bisa langsung maju apa?” Rena menginterupsi kata-kata Dahyun seakan gadis berkuncir acak-acakan itu tidak pernah ada.

“Kau tidak lihat di depanku sudah tembok?” Moon Bin membalas tanpa menatap si pembicara.

Dahyun pasrah, ia kembali duduk setelah sekian detik melontarkan kekesalan pada dua sejoli yang doyan berlempar sumpahan sampai tempat pensilnya jadi korban. Bahkan di hari ini, dirinya sendiri jadi korban!

“Memangnya aku seburuk apa sih sampai jadi sumpahanmu, Ren?” Dahyun menatap gadis kurus disampingnya yang masih berkacak pinggang.

“Nah!” Moon Bin dari depan papan tulis membalikkan badan, menatap dua gadis yang sedang dalam posisi berbeda bersebelahan. “Dahyun cukup cantik kok, yah, biarpun tubuhnya tidak selangsing Kakak-kakak di showroom mobil.”

Rena disamping Dahyun sudah menggeram, siap untuk menerkam Bin. Untungnya Dahyun sigap memeluk gadis kurus itu untuk didudukkan di bangku sampingnya.

“Kau mau menghina atau nembak sih? Aku sudah lelah diantara kalian berdua!” akhirnya Rena melontarkan kata-kata yang sudah disimpannya bertahun-tahun. “Bin menyukaimu, Kim Dahyun. Makanya aku menyumpahi kau berjodoh dengannya. Tapi si tolol itu tidak juga maju!”

Mata Dahyun membelalak, ia merenggangkan pelukannya pada tubuh Rena dan memutuskannya perlahan. Setelah sekian detik Dahyun hanya bisa mengedipkan matanya berkali-kali, mencoba memercayai pendengarannya.

Kepala Dahyun mendongak, menengok ke arah Moon Bin yang sedang menatap lurus padanya. Dahyun merasa ditelanjangi, tapi ia juga tidak bisa mengatakan apapun. Sumpah, ini canggung sekali! Batin Dahyun berteriak.

Moon Bin akhirnya berdeham, membalikkan badan dan sibuk menghapus papan tulis. Terlihat bodoh bagi dua wanita di depannya—bodohnya, ia menghapus di tempat yang tidak ditulisi apa-apa, jadi benar-benar jadi canggung sampai ke ubun-ubun!

Dahyun berdiri, menatap punggung Bin yang masih sibuk menutupi kebodohannya menghapus bagian papan yang bersih. Ia tidak bisa diam saja, ia harus…. berbicara!

“A-aku mau membeli minum. Dah!”

Usai sudah, Dahyun pergi dari ruangan jurnalistik sembari membawa laptop dan tasnya keluar.

Dahyun bodoh!

 

.fin

Duh another bad fic from me. I want to cry seriously kok ga bisa bikin cerita lagi T.T

Maafkan aku atas ketidakjelasan ficku kembali! /bowing low/

Wait for my last fic tomorrow yeayyy!! >_<

Iklan

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s