[1st Event] Authors’ Project: The Fact is … I Like You – Ficlet

C4NfEGBXUAArI1Y

The Fact is … I Like You

ShanShoo’s present

TWICE’s Tzuyu with iKON’s Chanwoo

school-life, fluff, friendship // ficlet // teenager

-oOo-

Aku tidak akan menolakmu, jangan khawatir —Twice; Hold Me Tight

-oOo-

WordPress : ShanShoo || wattpad : @ikhsaniaty

—–

            Kabar tentang kedekatan Chanwoo dengan Yuju kembali merebak. Bahkan seluruh penghuni sekolah sepakat memutuskan kalau mereka berdua memiliki hubungan yang spesial, kendati yang dibicarakan sama sekali menampik pernyataan itu. Lagi pula, wajar saja kalau ternyata gosip yang selama ini sering diperbincangkan oleh para siswi berubah menjadi fakta, karena Jung Chanwoo selalu saja menunjukkan perhatiannya manakala Yuju membutuhkan bantuan, tidak ada yang mengantarnya pulang atau sekadar tertangkap sedang sendirian dan butuh teman.

Yah, intinya, mereka tak akan mudah percaya begitu saja, seandainya Chanwoo terus mengelak dan mengatakan bahwa hubungannya dengan Yuju hanyalah sebatas teman.

Omong-omong, Chou Tzuyu juga termasuk di antara mereka yang menanggapi kabar ini dengan sebelah mata―tidak melirik dengan benar bagaimana sulitnya Chanwoo meyakinkannya kalau ini semua adalah gosip.

“Aku beneran enggak punya hubungan apa-apa sama Yuju. Percaya, deh,” kata Chanwoo, selepas jam pelajaran kedua berakhir dan digantikan dengan jam istirahat. Jung Chanwoo duduk di samping Tzuyu seraya menatap perempuan itu serius. Tidak seperti biasanya yang selalu menunjukkan ekspresi menggoda atau menyebalkan setiap dirinya mengajak Tzuyu berbicara.

Tzuyu enggan membalas tatapan Chanwoo. Ia terus menyibukkan dirinya menulis sesuatu di atas buku tulis pelajaran tadi.

“Haloooo, Chou Tzuyu?” Chanwoo berusaha menarik perhatian Tzuyu. Sebelah tangannya tergerak dan melambai di depan wajah Tzuyu, tetapi perempuan itu tidak menggubrisnya sedikit pun.

Pada akhirnya, Chanwoo terdiam. Matanya menelisik lebih jauh ekspresi wajah Tzuyu yang sedikit tertekuk. Kedua belah bibirnya saling menekan, sementara kedua pipinya merona merah, entah karena apa. Namun, entah dari mana datangnya, Chanwoo memiliki persepsi kalau Tzuyu―

“Jangan bilang kalau kamu cemburu,” tebak Chanwoo, kali ini nada bicaranya terdengar menggoda.

Ucapan itu serta merta membuat detakan jantung Tzuyu meningkat drastis. Sepasang matanya melebar, lantas menoleh cepat ke arah Chanwoo dan menatapnya sengit.

“Kamu ngomong apaan, sih?” ketus Tzuyu. Ia kesal saat Chanwoo menunjukkan ekspresi menggoda saat menatap manik matanya.

“Udah, deh, bilang aja kalau kamu itu cemburu, aku deket sama Yuju. Iya, kan?” Chanwoo semakin gencar menggodanya, sementara siswa lain yang masih berada di dalam kelas, mulai memerhatikan mereka berdua seraya menunjukkan mimik wajah yang sukar diartikan. Dan sebagian kecil siswinya secara terang-terangan berbisik membicarakan Chanwoo dan Tzuyu di ambang pintu kelas.

Tzuyu tentu menyadari hal itu. Ia memalingkan wajah agar mereka tak bisa melihat kerutan pertanda kesal yang tercetak di keningnya karena ulah Chanwoo.

“Chan, sana pergi!” usir Tzuyu, sebelah tangannya mendorong bahu Chanwoo supaya laki-laki itu segera enyah dari sisinya.

Chanwoo tidak bergerak sedikit pun dari posisi duduknya. Dirinya malah memandangi sisi wajah Tzuyu sambil tersenyum penuh arti. Rasanya menyenangkan ketika ia menggoda Tzuyu seperti ini, sampai rona merah menghiasi kedua pipinya yang cukup tembam.

“Yakin, nih, kamu enggak cemburu―”

“Enggak!” potong Tzuyu cepat. Ia sudah kehabisan kesabaran. Matanya mendelik saat menatap Chanwoo.

Sementara Jung Chanwoo mengerjap tak percaya, lantas mengedikkan sebelah bahunya singkat, sebelum akhirnya ia mendekat ke telinga kanan Tzuyu untuk membisikkan sesuatu. “Kalau nanti kamu beneran ngerasa cemburu, cepat kasih tahu aku, ya.”

Bisikan itu membuat Tzuyu membeku di tempat. Jantungnya berdetak semakin tak beraturan, dan keringat besar mulai membasahi pelipisnya. Bukannya menyingkirkan Chanwoo, Tzuyu malah diam, dan membiarkan Chanwoo melanjutkan, “Lagian, aku juga enggak bakalan nolak, seandainya kamu bilang kalau kamu suka padaku.”

“Chanwoo!” rasanya, Tzuyu tak bisa menahan rasa panas yang menjalar di seluruh permukaan kulit wajahnya. Bisikan Chanwoo yang disertai kekehan kecil menyebabkan dirinya jengkel dan terpesona di saat yang bersamaan.

Tiba-tiba saja, Chanwoo menjawil kedua pipinya gemas sembari tertawa renyah. “Tzuyuuu, aku beneran seneng setiap kali lihat wajah kamu merah kayak gini. Gemesin, tahu, enggak?”

Tidak ada pergerakan yang berarti dari tubuhnya yang masih membeku. Tzuyu hanya bisa berharap, semoga saja Jung Chanwoo tidak mendengar detakan jantungnya yang terlampau cepat saat ini.

Karena sebelumnya, Chanwoo juga tidak mendengar riuhnya detakan di balik dada Tzuyu, setiap laki-laki itu memberinya perlakuan seperti ini, atau menggodanya habis-habisan.

-fin.

Note : garing, enggak jelas, paket komplit pokoknya.

Sekian dan terima Vernon ❤ 😀

Iklan

One thought on “[1st Event] Authors’ Project: The Fact is … I Like You – Ficlet

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s