[1st Event] Authors’ Project: MY HEART WILL GO ON – FICLET

DDkJowpUQAEUT2f_2.jpg

My Heart Will Go On

by. Ayumi-Chan

TWICE’s Momo, SEVENTEEN’s Hoshi

(feat. SEVENTEEN’s Jeon Wonwoo)

Ficlet; slight sad, slight romance, slice of life, teen, friendship; PG-15

 

  1. Kenapa aku tak bisa memilikinya dengan caraku? —Twice; TT

 

Untuk sekali dalam hidup gadis bersurai sebahu itu merasakan sakit hati sekaligus senang.

All those cast are not mine and this Fanfiction is pure by mind. Last But not least, please don’t be plagiators and siders!

 

 

Jaket bomber warna merah muda yang dipadu dengan jeans berwarna navi ditambah sepatu sneakers warna putih yang selalu menjadi favoritnya adalah perpaduan yang sempurna bagi gadis Hirai, untuk melewatkan sore harinya dihari Minggu. Dan tidak lupa dengan gaya rambut barunya, perempuan itu memilih untuk kembali memotong rambutnya menjadi sebahu. Terlihat lebih imut.

Membuka kunci pagar rumahnya dan membawa keluar Lucky si hewan peliharaannya dengan sangat telaten. Gadis Hirai itu tak pernah mengikat Lucky saat membawanya keluar untuk sekedar berjalan-jalan, yah karena memang ia hanya akan berjalan-jalan disekitaran komplek rumahnya saja. Biasanya ia akan bertemu dengan teman seperjuangannya yang tak lain adalah si lelaki dingin namun perhatian, Jeon Wonwoo. Lelaki yang butuh seribu satu penjelasan hanya untuk berpacaran.

Momo memilih untuk bermain dengan anjing peliharaannya itu di taman bermain anak-anak. Ia belum melihat Wonwoo berada disana. Dipastikan Wonwoo masih kerepotan untuk membawa adik peremuannya ketaman bermain, karena demi apapun adik perempuan dari lelaki Jeon itu selalu berhenti jika ia melihat kucing-kucing peliharaan orang-orang yang ia temui diperjalan ketika menuju taman bermain.

“Hey, Momo!” Panggil seseorang, yang dapat dipastikan itu suara dari Kwon Hoshi, alias Kwon Soonyoung yang sudah sangat khas.

Momo menoleh kearah sumber suara, melambaikan tangannya dan kurva bibirnya membentuk senyuman manis, “Eoh, Hoshi!” ia menghampiri Hoshi yang tengah duduk disebuah ayunan. Dan membiarkan anjing kesayangannya bermain-main dengan anak-anak kecil disana.

“Duduklah,” tawar Hoshi dengan menunjuk ayunan yang tersedia disana. Tentu saja Momo menerima tawaran untuk duduk, apalagi disamping seorang Kwon Hoshi.

Hoshi. Adalah pemilik nama asli Kwon Soonyoung, lelaki yang selama ini Momo sukai. Sudah 3 tahun sejak kelas dua sekolah menengah atas seorang Momo menyukainya. Saat itu Momo baru saja masuk ke club tari—khususnya tari modern—disekolahnya. Ia menyukai Hoshi dengan alasan, Hoshi selalu terlihat berbeda ketika ia sedang menari dan ketika sedang mengobrol biasa. Momo bahkan menyukai apapun tentang Hoshi. Dan saat itulah mereka mulai dekat. Selalu memberikan segala sesuatu yang disukai oleh Hoshi, seperti memberikan album penyanyi favoritnya, makanan kesukaannya atau apapun itu. Asalkan Hoshi menyukai pemberiannya, itu sudah membuat Momo senang, tanpa harus membalas perasaannya pun tidak apa-apa—yang saat itu Momo sudah menyukai Hoshi.

“Ah, aku lupa,” Momo menepuk keningnya ketika teringat sesuatu, “Kemarin ibuku membawakan sesuatu untukmu, Hoshi…” kata Momo menoleh kearah Hoshi. Meringis dengan kelupaannya yang terkadang menyebalkan itu.

Hoshi tertawa mendengarnya, “Ya Tuhan, kau ini. Besok kau masih bisa memberikannya padaku,” lelaki itu berkata sambil mengacak poni Momo, tak lupa dengan senyum manis terpatri diwajahnya.

Omo!

Memang sih perlakuan Hoshi yang seperti itu sudah biasa, semenjak mereka dekat. Tapi, Momo masih suka merasa melayang ketika Hoshi melakukan hal yang manis padanya. Seperti ada kupu-kupu yang beterbangan didalam perutnya. Jantungnya selalu berpacu dengan cepat ketika hal itu terjadi. Ya Tuhan, Hoshi. Ia bahkan greget sendiri dengan perlakuan Hoshi yang seperti itu.

“Ah tunggu!” Hoshi menyilangkan tangannya didepan dadanya, “Sebenarnya, kau ini memiliki perasaan padaku, tidak sih? Suka misalnya?” telunjuknya ia simpan didagunga, menatap Momo dengan dibuat-buat menyelidik.

Hoshi ini memang selalu terbuka seperti itu ya. Coba saja jika Momo tidak menyukainya, ingin saja ia meneriakinya. Karena demi apapun Hoshi adalah orang ter-PD yang pernah ia temui. Dan pertanyaan yang datang tiba-tiba itu, sukses membuat Momo terkejut juga. Karena tidak biasanya lelaki itu membicarakan hal yang seperti itu, yah tentang perasaan. Terdiam sejenak, tangan kanannya mencengkram pegangan ayunan dengan erat. Inikah saatnya?

Ya, apakah itu terlihat jelas?” Momo balik bertanya lalu melihat kekanan dan kirinya sambil mendekatkan wajahnya pada Hoshi.

“Ah kau ini,” Hoshi frustasi dengan sikap Momo yang seperti ini, seperti pura-pura polos padahal memang kenyataannya seperti itu. eh?

Momo menjauhkan wajahnya, “Baiklah baiklah…” Momo menyerah, “Iya, aku suka padamu. Kenapa memangnya?” gadis Hirai itu bersandar pada pegangan ayunan sebelah kirinya dan menghadap kearah Hoshi.

“Tidak. Hanya memastikan saja,” jawab Hoshi dengan santai.

“E-eh?” Momo menjungkitkan alisnya, belum paham akan maksud Hoshi menjawabnya seperti itu. Apakah Hoshi juga memiliki perasaan yang sama? Momo bahkan mengharapkan Hoshi akan menjawabnya bahwa ia juga memiliki perasaan yang sama seperti Momo. Tapi, ya sudah, ini sudah sering terjadi dan ini yang kesekian kalinya cintanya bertepuk sebelah tangan. Sangat tragis.

Yah, hanya memastikan saja.” Ulang Hoshi.

Air muka Momo sedikit berubah, dan berharap perubahannya itu tak terlihat oleh Hoshi. Seperti yang sudah ia duga selama ini, orang yang selalu Momo sukai pasti tidak memiliki perasaan yang sama. Sudah lama sekali ia menjadi korban para lelaki yang kehadirannya seperti pengantar susu setiap pagi, yang lama kelamaan malah tidak pernah mengantarkan susu lagi. Momo sudah lelah dengan semuanya, ia bahkan berharap untuk yang kali ini tidak. Tapi tetap kenyataannya sama saja.

“Kau jangan merasa terbebani ya, dengan perasaanku hehe…” kata Momo menghibur Hoshi yang barang kali ia merasa terbebani dengan perasaan Momo selama ini. Yang sebenarnya sedang menghibur diri sendirinya juga. Ah Momo benci ini.

Hoshi menghela nafas sejenak sambil membenarkan posisi duduknya, “Aku bahkan bersyukur masih ada orang yang menyukaiku,” lelaki Kwon itu tersenyum manis pada Momo. “Disamping itu, sebenarnya… aku juga memang menyukaimu, tapi—”

“Tapi apa?” Tanya Momo dengan cepat.

“Tapi aku memiliki seseorang yang memang aku sukai juga.” Kata Hoshi dengan wajah khawatirnya. Pernyataannya pasti menyakiti Momo (lagi). Lelaki itu sudah tahu bagaimana Momo selama ini menyukai lelaki tapi lelaki itu tak membalas perasaannya. Hoshi tidak ingin termasuk orang yang seperti itu untuk Momo. “Aku minta maaf jika perasaanmu tak terbalas olehku. Dan entahlah, akupun masih bingung,” Hoshi mengusap wajahnya kasar.

Momo menggerakkan kakinya untuk mengayunkan ayunan yang dinaikinya. “Kau tak usah bingung seperti itu. Itulah alasanku selama ini mengapa aku tak pernah mengatakannya padamu,” Momo tersenyum samar.

Hoshi sedikit terkejut dengan pernyataan Momo. Sudah sejak lama pasti Momo menyukainya, pikir Hoshi. “Ah, aku harap kau akan mendapat yang lebih baik dariku,” puji Hoshi yang kagum melihat Momo dengan santainya bersikap biasa saja saat perasaannya tertolak seperti itu.

Gerakan ayunan yang diduduki Momo mulai pelan, “Ck, kau ini bisa saja. Haha…” lihat, bahkan Momo masih bisa tertawa. Ia hanya sedang mencoba menguatkan hatinya yang selalu rapuh itu.

“Aku hanya tidak ingin menyakitimu. Kau menyukaiku tapi jika aku menyukai orang lain, kan itu sama saja aku menyakitimu, orang yang kusuka.” Jelas Hoshi.

Ini seperti Hoshi yang serakah. Ia tidak ingin kehilangan dua perempuan sekaligus. Tak ingin menyakiti Momo juga tak ingin kehilangan perempuan itu.

Tsk. Bodoh. Itu sama saja kau menyakiti perempuan itu, Hoshi…” gumam Momo yang masih terdengar oleh Hoshi.

“Itulah mengapa. Aku sendiripun masih bingung dengan perasaanku sendiri. Aku… aku hanya tidak ingin menyakitimu,” menghela nafasnya sejenak, “Jadi maafkan aku, aku tidak bisa denganmu karena ada perempuan lain yang aku sukai juga…” Hoshi tertunduk, merasa bersalah.

“Eiy…” Momo menepuk pundak Hoshi, “Kau tidak usah seperti itu, aku baik-baik saja,” ia tersenyum samar. Jauh dilubuk hatinya, ia rapuh, bahkan sangat rapuh. Menerima kenyataan bahwa untuk yang kesekian kalinya mengalami hal yang sama. Tapi, entahlah Momo merasa ini yang paling menyakitkan.

Dua orang yang saling menyukai tapi tidak bisa bersama. Bagaimana perasaan kalian jika seperti itu? Hal tersebut bahkan lebih menyakitkan daripada cinta bertepuk sebelah tangan juga menjadi korban harapan palsu selama ini.

“Tapi, yah asal kau tahu. Aku sudah menganggapmu bukan hanya sebagai teman saja,” kata Hoshi sambil menatap Momo, “Tapi sebagai adik juga.” Lanjutnya sambil tersenyum.

“Oh begitu— eh? Adikmu?” Momo terkejut dengan logat khasnya. “Ya,”  ia menepuk keras kepala Hoshi.

“Aw…” Hoshi mencoba menghindar.

“Bagaimana bisa kau menganggapku adik, eoh? Aku bahkan hanya beberapa bulan lebih muda darimu saja. Kita lahir ditahun yang sama!” Jelas Momo menggebu, ia melipat kedua tangannya.

“Tapi kau kan lahir hampir akhir tahun, jadi kau berbeda satu tahun denganku.” Hoshi menjulurkan lidahnya, tanda meledek.

“Ah anak ini…” wajah Momo sudah bersiap ingin mengumpat Hoshi.

Untuk sekali dalam hidup gadis bersurai sebahu itu merasakan sakit hati sekaligus senang. Entah bagaimana mendeskripsikannya. Menyakitkan memang, saling menyukai tapi tidak dapat bersama. Tapi, setidaknya walaupun Momo hanya dianggap adik—yang padahal hanya berbeda beberapa bulan—ia sangat senang sekaligus bersyukur. Setidaknya ia ada dihati Hoshi, dan yang pasti masih ada kemungkinan walau kemungkinan tersebut sangat kecil untuk memiliki lelaki Kwon itu.

Fin~

Oh iya, karena udah beberapa hari admin gak respon aku ganti prompt jadi langsung post saja disini :(( maafkan ya, min  hehe

Hoshi & Momo ship adakah? *cunghand* xD dan Jeon Wonwoo cuma bisa di mention saja haha

Oke dan ide  cerita sebenernya  dari partner nulis yang selalu ngasih inspirasi :*

Jangan lupa ya buat review nya xD

Aishite~

DEkpJipXcAAbLpr.jpg
Bonus Momo ganti warna rambut xD so cute :*
Iklan

3 thoughts on “[1st Event] Authors’ Project: MY HEART WILL GO ON – FICLET

  1. Whoaaa 😊 makasih loh ya cabat udah di buatin fanfic kkkk ~ pada kenyataannya mah ini tuh realstory. Yah, semoga Momo bertemu dengan lelaki seperti Kwon Hoshi ya, ya kalo bisa sih Hoshi nya aja hhaaa

    Disukai oleh 1 orang

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s