[1st Event] Authors’ Project: Stay – Ficlet

2262512958d247c36fb65ceb52e3af1a

Stay

ShanShoo’s present

TWICE’s Mina with SEVENTEEN’s Joshua

friendship, fluff, slight!comedy // ficlet // PG-15

-oOo-

Selalu tinggal bersamaku, jangan tinggalkan aku —Twice; Only You

-oOo-

WordPress : ShanShoo || wattpad : @ikhsaniaty

 

———-

Bulir-bulir keringat terus keluar menyusuri pelipis Myoui Mina. Hari ini memang hari yang paling dinantikan bagi dua keluarga berbahagia di sekelilingnya. Tetapi, Mina menganggap hari ini adalah hari paling menyedihkan yang ia punya.

Pertunangannya dengan June―pemuda yang dijodohkan oleh keluarganya untuknya―akan dilaksanakan dalam waktu beberapa menit lagi. Saat-saat seperti inilah yang membuat debaran jantungnya meningkat drastis.

Jujur saja, Mina sama sekali tidak memiliki rasa apa pun terhadap calon tunangannya itu. Dirinya tidak pernah mau melirik June barang sejenak, meskipun June sendiri sering mencuri perhatiannya dengan berbagai cara.

Mina sebenarnya tidak membenci June, tetapi dia benci ketika June akan menjadi pendamping hidupnya kelak, karena masalahnya, June malah tidak menampik perjodohan itu.

“Baiklah, acara tukar cincinnya akan dimulai sekarang,” kata ayah dari pihak yang perempuan. Mina tertegun mendengarnya, sementara sepasang matanya melebar sempurna.

Tidak! Tidak mau! batinnya berulang kali mengucapkan hal yang sama.

Sosok June yang berdiri di hadapannya memanglah sangat tampan, dengan balutan kemeja putih yang dipadukan dengan jas berwarna hitam. Senyuman yang terus June berikan padanya juga tentu tidak mengecewakan. Senyumannya manis dan memikat, namun entah mengapa, Mina tetap tak memiliki perasaan apa-apa kepadanya.

Sampai ketika acara tukar cincinnya akan segera berlangsung, pergerakan seorang laki-laki di ambang pintu gedung acara yang terbuka lebar, tertangkap oleh ekor matanya. Mina lantas menoleh, jantungnya masih berdebar di atas rata-rata, namun kali ini disusul dengan senyumannya yang begitu lebar.

“Joshua!” pekik Mina tak tanggung-tanggung, membuat para tamu serentak mengikuti arah pandang perempuan itu ke arah ambang pintu.

Di sana, Joshua berdiri dengan keadaan canggung. Sebelah tangannya semakin menggenggam erat sebuket bunga yang ia beli sebelum datang kemari. Matanya ikut melengkung ketika Joshua menunjukkan lekukan manis di kedua sudut bibirnya.

Jari manis Mina yang hampir terlingkar oleh cincin pertunangannya kini terlepas dari genggaman June. Tanpa asa, Mina berlari ke arah Joshua yang berjalan pelan ke arahnya, tidak peduli akan keadaan gaun pertunangannya yang cukup menyulitkannya untuk berlari.

Kedua insan muda itu lantas berdiri berhadapan. Mina tak memedulikan seruan galak dari ayahnya yang menyuruhnya untuk melanjutkan acara pertunangannya. Sementara Joshua kelihatan semakin bingung ketika teman seperjuangannya di bangku kuliah tak menuruti keinginan sang ayah.

“Kenapa kemari? Bukankah kau harus―”

“Tidak.” Mina menyela ucapan Joshua. “Ayo kita pergi!” tiba-tiba saja, Mina menarik tangan Joshua untuk membawanya berlari keluar gedung. Seketika, teriakan para tamu, terlebih June dan kedua keluarga yang menantikan momen bahagia itu membahana, memantul ke setiap sudut dinding yang didekorasi dengan apik dan elegan.

“Hei, Mina! Kau bodoh? Kau baru saja mengacaukan acara pertunanganmu sendiri!” ujar Joshua disertai emosinya yang meluap. Ia pun melepaskan cengkeraman Mina di pergelangan tangannya ketika kini mereka berada di satu tempat yang cukup aman dari gedung acara, membuat perempuan itu refleks membalikkan tubuhnya pada Joshua yang menatapnya tajam.

“Masa bodoh,” ucap Mina, tak kalah serius. “Seharusnya, kau yang tadi membawaku pergi dari sana, bukannya aku!” serunya kesal.

“Apa? Kenapa harus aku?”

Mina mendengus jengkel. “Bukannya kau menyukaiku?”

“E-eh?”

“Sudahlah.” Mina mengibaskan sebelah tangannya di depan wajah. “Ayo, kita pergi saja dari sini! Aku tak mau bertunangan dengan June.”

“Tapi … kenapa?”

Entah Joshua yang kelewat tak mengerti, atau Mina yang tak pandai mengutarakan maksudnya melakukan ini, Mina lantas menjawab, “Dari dulu aku hanya menyukaimu, tahu!”

 

 

-fin.

 

 

 

Note : maafkan diri ini, karena aku bener-bener enggak bisa ngejadiin prompt fic untuk dikembangkan jadi sebuah cerita :””3

Kritik dan sarannya diterima dengan lapang dada ❤

Salam sayang,

ShanShoo (Isan). ❤

Iklan

5 thoughts on “[1st Event] Authors’ Project: Stay – Ficlet

  1. Aduuh, aty jadi bayangin june :-* . June itu memikat hati, menawan, menggoda iman, tapii apalah daya kalau mina gak suka? Lempar saja june padaku, mbak, rido aku 😀 . Gak deng, dah ada V di hatiku. Good kak 😉 ❤

    Suka

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s