[1st Event] Author’s Project: WHITE ORCHIDS – FICLET

19060067_1557877504264589_1828656526786036050_n.jpg

White Orchids

by. Ayumi-Chan

TWICE’s Mina, SEVENTEEN’s Joshua

Ficlet; Slice of Life, AU, Teen ; PG-13

 

  1. Aku tidak dapat menuliskan semuanya dalam surat.—Someone like me;TWICE—

 

“… ada yang menitipkan sebuah bunga pada pemesan bernama Hong Jisoo, yang aku pikir itu adalah Hong Jisoo yang kau ambilkan pesanan nya.”

All those cast are not mine and this Fanfiction is pure by mind. Last But not least, please don’t be plagiators and siders!

 

 

Minas Lee Florist.

Sebuah toko bunga kecil, sederhana, tapi memberikan kesan mewah tersebut dikelola oleh seorang gadis usia 20-an dengan sangat apik. Myoui Mina namanya. Bahwa ketidaksukaan terhadap bungalah yang membuatnya membuka toko bunga kecil itu. Aneh bukan? Semua orang yang membuka toko bunga pasti awalnya memiliki ketertarikan terhadap bunga. Mungkin tepatnya sih ada sebuah penyesalan yang berhubungan dengan bunga tersebut.

Seperti biasanya ia akan membuka toko pada jam delapan pagi dan menutupnya pada jam sembilan malam. Bekerja ditemani dengan seorang senior yang sangat dekat dengannya membuat ia lebih bersemangat. Bulan Februari dimana musim dingin masih berlangsung dan dimana waktunya perayaan kelulusan sekolah berlangsung. Entah sebuah kebetulan atau bukan, toko milik gadis Myoui ini terletak tidak jauh dari lokasi yang biasanya dilakukan acara kelulusan oleh setiap sekolah.

Orang-orang banyak berdatangan pastinya untuk membeli sebuket bunga yang akan dihadiahkan pada teman, sahabat, adik, ataupun kakak untuk ucapan selamat. Dengan tangan apik Mina dan seniornya yang bernama Im Nayeon, sudah banyak buket bunga yang siap ia jual untuk acara kelulusan sekolah.

Dulu sekali, Mina pernah mengalami kejadian dimana ia selalu dihadiahi bunga oleh seseorang yang selalu ia sebut Joshua. Bahkan setiap hari ia harus menerima bunga yang bahkan Mina tidak suka bunga pada saat itu. Joshua memang tergolong lelaki yang romantis, makanya ia selalu menghadiahi Mina bunga setiap hari—tanpa kecuali. Lelaki itu pikir, setiap perempuan pasti menyukai bunga.

Hubungan Mina dengan Joshua kandas begitu saja hanya karena bunga. Iya hanya karena bunga. Bunga yang setiap hari Joshua hadiahkan pada Mina. Terakhir kali Joshua memberikan sebuket bunga untuk Mina yaitu ketika hari kelulusan ia di universitas. Mina merasa sangat risih sampai-sampai ia membuang sebuket bunga tersebut dihadapan Joshua sendiri. Bodohnya Mina adalah ia tak pernah tahu bahwa bunga tersebut adalah bunga yang selalu dipilihkan dan dirangkaikan oleh ibu Joshua. Tentu saja melihat itu Joshua merasa sangat kecewa dan kesal, setidaknya jika Mina membuangnya tidak dihadapan Joshua tentu ia masih bisa menahan itu. Namun, yang terjadi, Mina membuangnya tepat dihadapan Joshua.

Saat itu Mina ingin mengutarakan ke-risih-an terhadap Joshua yang selalu memberikan bunga setiap hari. Tapi sebelum itu terjadi, Mina terlebih dahulu yang diputuskan oleh Joshua. Lelaki itu merasa sangat kecewa dengan sikap Mina yang seperti itu.

“Harusnya kau bilang saja, jika kau tidak suka dengan bunga.” Itulah kata-kata yang Joshua ucapkan terakhir kali sebelum Mina dan Joshua benar-benar tak berkomunikasi.

Lalu setelah itu, Mina baru teringat dengan ibunya juga yang penyuka bunga. Ia ingat betul jika ibunya datang ke Apartemennya pasti selalu membawa bunga. Ibunya pasti berpikir bahwa Mina juga jadi suka bunga, dan selalu membawa rangkaian sebuket bunga yang sama seperti yang Joshua selalu berikan pada Mina.

Sampai akhirnya Mina menjadi suka dengan bunga adalah karena penyesalannyalah terhadap Joshua. Dan menghantarkannya sampai membuka toko bunga bersama seniornya.

Hari kelulusan sekolah sudah berakhir, dan haripun semakin malam. Senior Nayeon sudah izin pulang terlebih dahulu karena akan menjenguk temannya yang sedang sakit, dan Mina merangkai bunga untuk Nayeon yang akan diberikan pada temannya itu. Semakin malam terkadang yang datang membeli semakin sepi. Bukan hal yang membosankan menurut Mina, diwaktu-waktu seperti itu biasanya Mina gunakan untuk merawat bunga-bunganya atau melihat-lihat daftar tunggu pesanan—jika ada.

“Permisi…” seorang perempuan muda memakai mantel warna abu dan berambut sebahu datang membuka pintu kaca toko milik Mina. Perempuan itu tersenyum ketika menyadari presensi Mina yang sedang sibuk merawat bunganya.

“Selamat datang,” Mina balas tersenyum dan membungkuk sembilan puluh derajat, “Ada yang bisa saya bantu?”

Perempuan itu terdiam, malah melihat-lihat toko bunga milik Mina. Melihat setiap sudut yang ada disana. Nampaknya kagum dengan toko bunganya Mina.

“Maaf?” Mina menginterupsi.

“Ah iya, ehm… saya ingin mengambil bunga atas nama Hong Jisoo,” kata perempuan itu sambil menyelipkan rambutnya kebelakang telinganya, diringi senyum canggung.

“Oke, baiklah. Kau bisa tunggu sambil melihat-lihat bunga disini. Silahkan,”

Mina pergi kemeja kasir untuk melihat daftar tunggu pesanan bunga. Jari telunjuknya menelusuri kertas yang tertempel dimeja, dan menemukan nama Hong Jisoo beserta bunga pesanannya, yaitu bunga lily.

Dengan sangat apik, Mina memilih-milih bunga lily yang bagus dan merangkainya dengan telaten diatas selembar kertas tisu berwarna coklat, kemudian menggulungnya menjadi sebuah buket yang cantik. Sentuhan terahkirnya adalah diberikan hiasan pita berwarna merah muda yang digunakan untuk mengikat tangkai-tangkai bunga tersebut dibagian sedikit agak ujung. Dan menempelkan kartu ucapan yang diminta pemesan bernama Hong Jisoo itu.

Rrring…

Mina memencet bel kasirnya, menandakan bahwa pesanan sudah siap. Perempuan itu menghampiri meja kasir dan mengeluarkan uang beberapa won dari tas kecilnya. Mina menyodorkan buket bunga tersebut dan menerima uang yang dibayar perempuan tersebut.

Namun, ketika akan mengambil buket bunga tersebut, perempuan berambut sebahu itu tiba-tiba menerima sebuah panggilan diponselnya. Menjauh sedikit ke arah tempat bunga mawar untuk menerima panggilannya.

Gadis Myoui itu tak sengaja membaca kartu ucapan yang ada pada buket bunga yang dipesan oleh perempuan itu atas nama Hong Jisoo itu. Namun, saat membaca bagian akhirnya, tertulis nama Joshua. Sedikit ragu dengan nama Joshua tersebut terlbih pasti banyak juga yang memiliki nama yang sama seperti itu, tapi Mina melihat tulisan yang ada pada daftar tunggu pesanan dan sebuah kartu ucapan yang tulisannya bagi Mina sudah tak asing lagi, terlebih caranya menulis nama Joshua disana sangat khas. Mina tak tahu apa itu Joshua yang ia kenal dulu atau bukan, hanya saja ia merasa yakin dengan hal tersebut bahwa itu adalah Joshua-nya yang dahulu Mina kenal.

Lima belas menit kemudian, perempuan itu selesai menelepon dan kembali ke meja kasir untuk mengambil buket bunganya. “Terima kasih,” perempuan itu tersenyum lalu membungkuk.

“Tunggu…” kata Mina tiba-tiba, “Ehm… bisakah anda mengantarkan ah tidak, maksudku ada yang menitipkan sebuah bunga pada pemesan bernama Hong Jisoo juga—”

“Lalu?” perempuan itu terlihat bingung.

“Aku pikir itu Hong Jisoo yang kau ambilkan pesanannya,” lanjut Mina sedikit ragu.

Perempuan itu nampak berpikir, “Ah begitu. Baiklah, mana bunganya? Nanti akan aku berikan,”

“Ini. Sebuket anggrek putih atas nama Sharon Myoui.” Mina menyodorkan buketnya diiringi senyumnya, “Tolong disampaikan. Terima kasih.” Mina membungkuk. “Jangan lupa berkunjung lagi.” Kata Mina sedikit berteriak, melihat punggung perempuan itu keluar dari toko bunganya.

Entahlah. Mina tak tahu yang dilakukannya benar atau salah. Ia hanya tak mampu menulis kata “maaf” dalam sebuah surat atau kartu ucapan yang tertulis “maaf” yang selalu disediakan ditokonya. Ia bukan tipe orang yang mudah mengutarakan perasaannya, butuh seribu satu keberanian untuk itu. Makanya ia hanya mengutarakannya melalui buket bunga anggrek putih yang ia titipkan entah siapanya Joshua. Ia hanya ingin meminta maaf atas apa yang dahulu terjadi antara dirinya dan Joshua, dan Mina hanya tak mampu menuliskan maaf tersebut walau dalam sebuah surat atau kartu ucapan sekalipun.

Fin~

Ini nulis apaan duhhh maafkan kalo ceritanya gak nyambung :((( ini emang lagi ngestuck banget, banyak ide cuma ya mau ngerangkai katanya itu agak susah, dan jadilah seperti ini xD HAHAHA

Finally, bisa post lagi^^ bagaimana? ada Mina-Joshua shiper? *cung hand* xD

Oh ya, selamat untuk debut Japan nya our girls yeayyyy akhirnya debut Japan juga xD

Terima kasih untuk teman-teman yang mau baca fict ini hihi dan untuk admin sekali lagi beribu-ribu terima kasih untuk event ini :*

Arigatou~

 

 

Iklan

4 respons untuk ‘[1st Event] Author’s Project: WHITE ORCHIDS – FICLET

  1. Unnchhh Joshuaa akh kenapa tingkah kamu bikin melting sih ngirim kembang saban hari 😍😍 dikira Mina mati /GA/ Agak gapaham di bagian Hong Ji Soo-nya. Itu ada nama Hong Ji Soo di daftarnya apa gimana?

    Disukai oleh 1 orang

  2. AHHH. Penyesalan emang selalu datang di akhir ya, Min? Huhuhu. Lagian jahat banget sih buang bunganya di depan Joshua 😦
    Jadi penasaran juga kira-kira cewek yang ngambil itu siapanya Joshua ya? Pacarnya kah? Duh, kasian deh Mina.
    Anyway, spring itu mulainya Maret. Kelulusan di Korea itu pas lagi dingin musim dingin begituuuu. 😉

    Ditunggu karyanya yang lain ya, Kak!

    Disukai oleh 1 orang

    1. Yah emang penyesalan diakhir adanya. Mina kesel banget abisnya haha
      Aku juga penasaran wkwk
      Eh iya lupa haha maafkan-maafkan xD

      Sip. Thank’s udah mampir^^

      Suka

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s