[1st Event] Authors’ Project: Chaeyoung’s Prank – Ficlet

Chaeyoung's Prank.jpg

Chaeyoung’s Prank

by. Ayumi-Chan

TWICE’s Chaeyoung, Wanna One’s Park Jihoon

Ficlet; little bit comedy, AU, Teen; PG-13

“Akankah kau menunggu untukku?”-Melting;TWICE-

Poster by Ayumi Art Poster

 All those cast are not mine and this Fanfiction is pure by mind. Last But not least, please don’t be plagiators and siders!

 

Son Chiken

Sebuah Restoran ayam yang selalu ramai dikawasan Songpa-dong itu seperti biasa selalu terlihat sibuk. Gadis berambut pendek yang masih berada di bangku sekolah menengah atas kelas dua itu selalu membantu ayah dan ibunya melayani para pembeli juga adiknya yang beda dua tahun dengannya ikut membantu. Jika ada pesan antar maka gadis dan adiknya yang selalu mengantarkan, bahkan tidak jarang teman-teman disekolahnya selalu memesan ayam goreng padanya.

Rambut pendeknya selalu ia ikat—walaupun banyak yang tidak terikat—ketika sedang bekerja membantu orang tuanya. Kebetulan liburan musim panas sudah tiba. Jadi, dalam waktu liburnya tidak alasan ia dan adiknya untuk tidak membantu orang tuanya di Restoran. Ia berpikir daripada bermain menghabiskan uang dan lebih-lebih membuang waktu, ia lebih suka membantu orang tuanya di Restoran. Dengan memakai sebuah apron warna biru tua bertuliskan Son Chiken, nama dari kedainya. Gadis Son itu mengantarkan pesanan kesetiap meja.

“Chaeyoung-ah, meja 20!” seru ibunya dari meja pemesanan.

Ne!”

Dengan cekatan ia mengantarkan pesanan para pengunjung. Bisa dikatakan Restorannya itu jarang dari kata sepi. Karena selain harganya yang terjangkau untuk ukuran anak sekolahan sepertinya, tapi juga semua olahan ayam buatan ibunya memang yang paling enak. Khususnya ayam goreng. Ah itu menjadi makanan favorit ia dan teman-temannya ketika berkumpul.

“Selamat menikmati,” senyumnya pada pelanggan yang baru saja ia antarkan pesanannya.

“Terima kasih.” Kata pelanggan itu, dan Chaeyoung balas membungkuk sambil tersenyum ramah.

Setelah mengantarkan ke meja 20 itu akhirnya Chaeyoung bisa mengistirahatkan dirinya yang sejak tadi kesana-kemari mengantarkan pesanan. Ia mengusap keringat yang membasahi dahinya dengan lengan kanannya.

Rrring… Rrrring…

Baru saja Chaeyoung duduk, tidak sampai satu menit. Panggilan telepon delivery berbunyi. “Chanyoung, angkat teleponnya!” Teriak Chaeyoung dari tempat duduknya.

Noona saja yang mengangkatnya. Aku sedikit lagi sedang membantu eomma didapur!” katanya.

“Ah anak itu,” Chaeyoung berjalan ketempat diamana adiknya selalu menerima telepon dari pemesan delivery. Lalu mengangkat gagang telepon dan mendekatkannya ke telinga. “Yeoboseyo, Son Chiken imnida,” ucapnya dengan ramah. Chayeoung terdiam menunggu jawaban dari seberang sana.

Namun beberapa detik menunggu, tak ada jawaban dari sana. “Halo?” Chaeyoung mengulangi ucapannya. “Siapa juga yang menelepon?” ia memandangi teleponnya. “Halo?” mendekatkan lagi teleponnya ketelinganya.

“Lihatlah keluar.” Itulah jawaban dari seberang sana. Chaeyoung mengangkat sebelah alisnya. Bingung. Kenapa orang itu menjawab seperti itu? Kenapa jadi seperti di drama-drama yang menerima telepon dari kekasihnya, sih. Dan dengan bodohnya Chaeyoung mengikuti perintah orang yang meneleponnya itu.

Sejenak gadis itu terdiam melihat siapa yang berada diluar, terlihat dari kaca transparan Restoran Ayamnya. Butuh beberapa detik untuk Chaeyoung berpikir lagi, karena ini pertama kalinya lagi ia bertemu orang itu. Ia melihat orang itu melambaikan tangannya sambil tersenyum dan melihat gerak bibirnya yang mengatakan, “Annyeong.

Ya, Park Jihoon!!!!” Chaeyoung langsung berteriak dan berlari mengampiri orang yang ia panggil Park Jihoon itu.

~oOo~

Chaeyoung membawa sepiring ayam goreng dan sebotol cola untuk ia dan seseorang yang  seumuran dengannya, Park Jihoon. Gadis itu tak menyangka jika Jihoon akan mengunjungi Restorannya. Ini pertama kalinya.

“Akhirnya, seorang Park Jihoon datang juga ke Restoran orang tuaku ini,” sindir Chaeyoung sambil mengambil satu potong paha ayam dan memakannya.

Park Jihoon masih melihat-lihat seisi Restoran Orang tua Chaeyoung yang di dindingnya banyak dihiasi dengan gambar hasil tangan seni seorang Son Chaeyoung. Jihoon takjub melihatnya.

“Wah, ternyata kau pintar menggambar juga ya,” kata Jihoon setelah melihat-lihat seisi Restoran tanpa mengindahkan ucapan Chaeyoung sebelumnya.

“Sudah kubilang, aku kan memang pintar menggambar, Jihoon-ssi,” aku Chaeyoung dengan wajah yang dibuat sombong.

“Ah dasar kau ini,” katanya. “Oh ya bagaimana sekolahmu?” Tanya nya sambil mengambil sepotong ayam goreng dan memakannya.

Chaeyoung menuangkan colanya kedalam gelas, lalu meminumnya. Setelah meminumnya ia memicingkan satu matanya, “Baik-baik saja, seperti biasa. Kali ini kan libur musim panas,” jelasnya.

“Oh iya,” Jihoon menghentikan aktivitasnya, “Ehm, aku… sepertinya akan sibuk liburan musim panas ini,” ucapnya sedikit ragu.

“Memangnya kenapa?” Tanya Chaeyoung.

“Kau tahu kan, disekolahku selalu diadakan festival musim panas?” Jihoon menatap Chaeyoung, “Aku dipastikan menjadi panitia untuk acara tersebut.” ia menggigit bibir bawahnya, khawatir dengan reaksi Chaeyoung yang akan tidak senang jika Jihoon akan sibuk untuk liburan musim panas kali ini.

Chaeyoung terdiam.

“Kau tidak suka ya?” Tanya Jihoon memastikan, karena melihat Chaeyoung terdiam.

“Tentu saja.” kata Chaeyoung dengan pasti. Gadis itu langsung mengambil satu potong sayap ayam yang tersisa lalu memakannya dengan lahap.

Lelaki Park itu terdiam menggigit bibir bawahnya, bingung dengan reaksi gadisnya itu malah seperti itu. Ini terjadi tidak sesuai dengan ekspektasinya, “Kau maukan menungguku? Hanya satu bulan saja kok,” katanya sambil menunjukkan telunjuknya. “Setelah itu aku tidak akan sibuk lagi kok. Aku pastikan.” Jihoon mencoba meyakinkan Chaeyoung.

Gadis itu tetap diam. Memilih untuk tetap memakan ayam goreng dan memainkan ponselnya sembarang.

Ah, ini semakin membuat Jihoon khawatir. Ia menghela nafas panjangnya. “Kumohon, Chaeyoung,” Jihoon memohon dengan wajah dibuat kasihan. “Jika aku tidak mengikutinya, ini akan mempengaruhi kelulusanku nanti, kumohon.” Ia menyatukan kedua telapak tangannya, memohon kepada Chaeyoung.

Alasan tidak logis, Jihoon.

Mendengar pernyataan Jihoon yang terakhir itu membuat Chaeyoung ingin tertawa lepas. Ya Tuhan, bagaimana bisa hanya sebuah kepanitiaan dalam sebuah festival bisa mempengaruhi kelulusannya nanti? Ini sangat tidak masuk akal, terlebih Jihoon terbilang siswa yang sangat rajin. Pikir Chaeyoung.

“Chaeyoung-ahjebal eoh?” Jihoon masih memohon dengan memasang wajah kasihannya itu. “Kau akan menungguku, kan?”

“HAHAHA…” keluar sudah tawa Chaeyoung yang sejak tadi ia tahan, “Hahaha, ya, Park Jihoon!” panggil Chaeyoung, “Kau itu kenapa lucu sekali, sih.” Kata Chaeyoung masih diiringin dengan tawanya.

cy 4.PNG

Jihoon terdiam, gadisnya tertawa malah semakin membuatnya bingung. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menatap Chaeyoung tidak percaya.

PJH 3.PNG

“Kau bilang akan mempengaruhi kelulusanmu?” Tanya Chaeyoung, “Haha, hei aku juga seorang siswa, Jihoon.” Ia tertawa lagi. Chaeyoung tidak bisa berhenti tertawa.

Pasti ia menertawakan tentang alasan Jihoon yang sangat tidak logis alias tidak masuk akal itu. Ia tidak tahu alasan apa yang harus dikatakannya, itu keluar begitu saja dari pikiran Jihoon. Dan itu terjadi setelah reaksi Chaeyoung yang bahkan sampai membuat Jihoon takut gadisnya itu akan kecewa.

Keurae… tentu saja aku akan menunggumu, Jihoon… Hahaha,” Chaeyoung sudah tak tahan ingin mengatakan itu, sejak Jihoon mengucapkan alasan yang sangat konyol itu. “Bagaimana aku tidak bisa menunggumu, sih.” Gadis Son itu menyodorkan satu potong paha ayam pada mulut Jihoon, tapi ketika Jihoon akan memakannya, Chaeyoung malah mengambilnya kembali. “Tuhkan, kau itu lucu sekali, sih. Hahaha…” tawa Chaeyoung semakin menjadi dan tidak mau berhenti.

cy 3.PNG

Tentu saja Jihoon juga tak terima dengan kejahilan Chaeyoung yang membuat harga diri Jihoon terjatuh, bahkan tidak bisa dikembalikan lagi jika sudah bersama gadisnya itu. Ia sudah tak tahan ingin membalas kejahilan Chaeyoung, terlebih Chaeyoung tak bisa berhenti tertawa padahal ia sedang makan ayam goreng, Ya Tuhan anak itu.

Jihoon memegang lengan Chaeyoung yang sedang memegang satu potong paha ayam goreng dan menjejalkan ayam goreng itu kedalam mulut Chaeyoung. Sedetik kemudian tawa gadisnya itu sudah tak terdengar lagi. Melihat itu, Jihoon menahan tawanya.

Ya, Park Jihoon!!!!” teriak Chaeyoung dengan keras, masa bodoh dengan presensi para pengunjung Restorannya yang sekarang tengah berpusat padanya. Hahaha.

Fin~

Hallo ONCE^^ long time no post disini xD

Selamat lebaran yaaaa 1438 H maaf lahir bathin untuk semua penghuni TWFI ini 😉

Maafkan ya admin akhir-akhir ini kurang aktif,rencananya memang Juni ini akan kembali aktif dan kebetulan ada event staff ini dan disertai sama prompt. Alhamdulillah ya kalo udah ada prompt ide muncul xD

Anyway, bagaimana dengan ceritanya? Ini pairing baru, entah gimana bayanginnya Chaeng sama Jihoon xD awalnya agak blur bayangin mereka jadi pairing, tapi lama kelamaan jadi suka haha karena 99 line juga sebenernya xD

Oke, last, jangan lupa kritik dan sarannya yaaa readers^^

Arigatou~

Iklan

2 thoughts on “[1st Event] Authors’ Project: Chaeyoung’s Prank – Ficlet

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s