[1st Event] Authors’ Project: I’M COMPLETELY A LOSER – FICLET

6a8f3a18e8e86e455c6da29ac5d7eeb2

I’m Completely a Loser

by twelve

Kim Dahyun; Hansol Vernon Chwe; Cha Eunwoo

+ Kim Sejeong, Kim Mingyu

<950 words (ficlet); AU, romance, slight!hurt

.

Prompt: 2. Kau benar-benar membuatku frustasi –Twice; Signal.

.

.

Dude, itu kesempatan bagus: menyelip di hubungan retak begitu.”

///

Nongkrong sendirian di kafe dengan keadaan galau di tengah-tengah hubunganmu yang menggantung bukanlah hal menyedihkan, sungguh. Berani sumpah, seorang Kim Dahyun akan membuktikannya padamu saat ini juga. Jadi lupakan ucapan tak berdasar itu dan perhatikan si Perempuan Kim beraksi.

Lihat saja bagaimana ketukan hak sepatu Dahyun dengan tegas menyapa lantai. Semacam seisi kafe mendadak memberi perhatian lebih kepada si perempuan mungil bersurai pirang. Karena mereka setengah percaya menemukan Kim Dahyun datang sendirian, tanpa dayang-dayang maupun pangeran.

Tentu saja momen itu dipergunakan dengan baik agar Cha Eunwoo di sudut lain—yang tengah asik dengan Senior Kim Sejeong—menyadari eksistensi sang Pacar sedang bernapas di kafe yang sama sembari mengibas rambut sekaligus memamerkan tindikan baru di telinganya.

Oke. Setelah dua minggu hilang ditelan tanpa kabar, ini adalah hal terbaik yang dapat Dahyun pikirkan: memergoki perselingkuhan Eunwoo dengan mata kepala sendiri.

Iced Americano,” pesannya. Kemudian melangkah ke satu meja kosong di bagian balkon kafe. Alis Dahyun langsung terangkat begitu paham bahwa Tuhan menakdirkan bokongnya nyaman di kursi itu agar dapat mengamati bagaimana Eunwoo menatap Senior Sejeong seakan perempuan itu adalah satu-satunya.

“Hah, brengsek.”

Maafkan umpatan itu, Dahyun hanya tidak tahan lagi.

Ia diam bukan berarti tidak sanggup bertindak. Kalau mau, Dahyun sudah akan pergi ke meja Eunwoo dan menghadiahkan guyuran americano dingin ke baju musim panas Senior Sejeong. Namun, Dahyun memilih diam.

Ini ajaran Chaeyoung tentang bagaimana seorang perempuan harus terlihat tenang setengah mati meskipun ada pacar dan gandengan gelapnya di depan mata. Ini mengenai harga diri. Jangan jadi perempuan lemah yang menangis sesenggukan di depan selingkuhan pacar. Cukup menghujani punggung sialan itu dengan ganas sembari menyedot americano di tengah hari begini sampai Eunwoo sadar bahwa ia telah tertangkap basah tengah selingkuh.

Entah sudah berapa menit berlalu, tiba-tiba saja Dahyun terperanjat kaget menemukan seorang anak laki-laki tiba-tiba datang dengan minumannya. Canggung, tersenyum sementara sebelah tangan menggaruk tengkuk.

“Apa kau duduk sendiri?”

Dahyun mengerjap cepat, betulan tidak menyangka bahwa Dewi Fortuna memihak padanya.

Sudah dibilang ‘kan kalau nongkrong sendirian di kafe dengan keadaan galau di tengah-tengah hubunganmu yang menggantung bukanlah hal menyedihkan?

Ini buktinya. Tidak perlu melakukan usaha banyak, Dahyun menemukan satu anak laki-laki datang menghampiri. Jelas ini lebih menguntungkan daripada mengajak Chaeyoung dengan tujuan agar tidak kelihatan ngenes-ngenes amat. Karena … sudah jelas anak laki-laki ini modus memanfaatkan penuhnya kafe untuk duduk satu meja dengan Dahyun ‘kan?

Maka satu senyum otomatis merangkak naik, nyaris merobek pipi seputih tahu milik Dahyun. “Iya.”

Okay. Then I’ll take this chair. Thanks in advance, Miss.”

Oh, sure. Just take—wait. What?”

Apa? Apa katanya? Apa? Ulangi lagi? Kurang jelas?

Melongo.

Parah, seorang Kim Dahyun, anak tahun pertama yang sudah menarik perhatian banyak senior laki-laki di kampus itu malah diminta kursinya? Bukan ditemani duduk? Tidak salah?

Dahyun lantas mengalihkan pandangan dari Eunwoo. Tidak percaya tatapannya mengiringi langkah kesusahan si anak laki-laki setengah Amerika tadi dengan harga diri terluka. Apalagi tadi sempat tertangkap oleh ujung mata bagaimana Eunwoo terkejut pada detik pertama kedatangan si anak laki-laki asing, kemudian berubah jadi kekehan mencemooh setelah kursi kosongnya ditarik.

Brengsek kau, Cha Eunwoo.

Bersamaan dengan pergantian lagu di latar belakang kejadian ini, Dahyun lantas cepat mengirimkan satu kalimat pamungkas atas hubungannya dengan Eunwoo.

Kita putus.’

Resmi sudah hari ini dinobatkan sebagai hari terburuk dalam sejarah percintaan Kim Dahyun.

Ini jelas menyakitkan, dan dengan ini resmi Dahyun mematahkan ucapannya di awal paragraf: bahwa nongkrong sendirian di kafe dengan keadaan galau di tengah-tengah hubunganmu yang menggantung adalah hal super menyedihkan.

Today, Kim Dahyun is completely a loser.

///

Bro, seriously?”

Itu suara Kim Mingyu, menyapa gendang telinga Vernon Chwe dengan nada mengejek. Matanya refleks memutar kesal.

“Diam. Jangan urusi aku.”

But seriously, Vernon?” Mingyu lagi-lagi menerbitkan senyum mencemooh yang sialnya terlihat ganteng. “Yang kau sukai itu bukan Dahyun tapi aku ya? Rela tidak duduk dengan bidadari demi duduk dengan aku. Sungguh mengharukan.”

Selepas itu hanya jari tengah Vernon yang menunjukkan betapa kesalnya ia pada Mingyu. Sementara Mingyu tertawa lepas sekali sampai terbatuk-batuk di ujung.

“Cupu kau.”

Then, tell me. What should I do?” Mata Vernon menyala serius. Tidak terima diejek si Manusia Gelap Betulan ini. Membaca keadaan, Mingyu langsung duduk bersedekap sebelum satu gelas cappuccino panas melayang ke wajah. “Dahyun bahkan tidak sedikit pun peka pada lagu Treat You Better yang khusus aku request, Hyung.”

“Sudah Chaeng bilang ‘kan dia bukan cewek sentimental yang memerhatikan sekitar dengan detail? Kau harusnya menyanyikan ‘I won’t lie to you~ I know he’s just not right for you’ atau ‘I know I can treat you better than he can~ And any girl like you deserves a gentleman’ di telinganya, Bung!” Vernon saat itu langsung bersiap melempar cangkirnya, langsung Mingyu berubah serius lagi. “Oke, bercanda-bercanda. Tapi kau harusnya tidak menarik kursi itu ke sini, melainkan duduk di depannya. Membuka topik, dan boom! Kau mendapatkan si Bidadari.”

Hyung, it’ll be super awkward.”

“Dahyun akan tahu namamu, at least,” Mingyu memainkan krim frappuccino buatan bartender cantik di balik konter pemesanan. “Dan kau akan jadi topik gosip Dahyun malam ini, dijamin.”

Vernon hanya mengangkat alis. Lantas Mingyu melanjutkan, “setelah itu Chaeyoung akan mengatakan ‘oh, Vernon Chwe? Dia itu teman Mingyu! Dia pasti suka padamu. Akan aku tanyakan pada pacarku nantiand whatever—yang jelas tugas kami sebagai cupid akan berjalan mulus.”

She was too busy with her goddamn cheated boyfriend.”

Dude, itu kesempatan bagus: menyelip di hubungan retak begitu.”

But, Hyung—“

“Apa? Apalagi alasanmu?”

I don’t know. Ini memusingkan. Dia membuatku frustasi,” ujar anak laki-laki setengah Amerika itu. “Kau tahu lagu ‘Signal’? Ya, putar lagu itu dan kau akan mengerti perasaanku.”

Vernon refleks mengacak rambut, membuat Mingyu tergelak lagi. Sembari menepuk-nepuk punggung sobatnya, ia berkata, “Tidak apa-apa, Bro. Akan aku buat rencana double date dengan Chaeyoung nanti. Sabar oke?”

Iya, di bibir Kim Mingyu berkata demikian. Padahal dalam hati merasa gemas bukan main. Kalau Chaeyoung ada di sini, pasti kalimat pedas ini akan keluar dari bibirnya: oh Vernon, you should have stop being a loser and send her a mega-strong signal.

///

Author’s Note:

Aku gak tau nulis apaan. HAHAHAHA. Seriously. Ini cuman ditulis sekitar … dua jam setengah? Itu tuh udah termasuk ngedit dan ngerapihin. Jadi, fiksi ini tergolong cepat rampung dibanding fiksi-fiksi aku yang lain. Aku aja kaget sendiri kok idenya lancar jaya sentosa gak ada ngadet-ngadet padahal dari jam abis zuhur itu aku pusing milihin prompt, padahal udah lama banget gak nulis fiksi.

Dan siapa di sini yang jatuh cinta sama chemistry Sejeong-Eunwoo di CF mereka yang baru? Iya, aku!!! Waduh gila. Nontonnya tuh bikin senyum-senyum sendiri. Dari CF itu aku baru sadar kalo ternyata Eunwoo itu ganteng, damn.

Mmmm. Terus apalagi ya?

OH IYA HAPPY IED MUBARAK EVERYONEEEEE!!!! Mohon maaf lahir batin apabila selama ini dalam perkataannya aku menyinggung atau membangunkan rasa kesel di hati kalian. Mohon maaf yang sebesar-besarnya juga atas ketidakaktifan aku sebagai penulis akhir-akhir ini. Maaf ya teman-teman. Semester depan aku masuk ke medan perang dan harus persiapan buat ujian masuk universitas. Doakan aku ya!

Thank you so much udah baca. Dan untuk admin kesayangan, terima kasih udah membangkitkan semangat nulis lewat event dengan prompt sederhana begini.

Aku sayang kalian semua. Let’s spread the love

–Twelve.

 

Iklan

7 respons untuk ‘[1st Event] Authors’ Project: I’M COMPLETELY A LOSER – FICLET

  1. HIIIING DAHYUN U GO GIRL! aku suka banget karakter dahyun.
    btw vernon-dahyun pairing fav aku akhir2 ini :” for a 2 hour fiction this is freaking awesome ;_; that “manusia hitam betulan” crack me up though lol.

    Suka

    1. Aku juga suka bikin karakter kayak Dahyun! Soalnya kalo bikin karakter yang menye-menye malah jadi gak kebayang 😂
      Aku anaknya oke-oke aja dengan pairing siapapun sih, tapi syukur deh kalo gak ada yang protes tentang pairingn😋😅
      HAHAHAHAHAHAHA. Padahal Mingyu itu gak item-item banget tapi ya 😅
      Anyway, thanks udah bacaaaa!!!♥

      Suka

  2. Lagu yg cocok buat Vernon itu loser-nya Bigbang juga :” Payah ah ga berani ngomong, padahal si Dahyun udah di depan mata /gemazz/ kalo gitu biar buat Wonwoo aja Dahyun-nya /maklum, shipper/

    Suka

    1. lmao aduh kalo dikasih Loser BIGBANG kasian pisan 😅
      Namanya juga deg-degan kan jadi kalo ngomong suka gak sesuai ekspektasi juga ((Front Pembela Vernon))

      Anyway, thanks udah baca!! 😂❤

      Suka

  3. Shiper favorit huhu apasih kok greget sama vernon ya duh vernon coba kalo gk narik kursi ><
    chemistry Sejeong sama Euunwoo di CF bikin melting wkwk
    Semangat tempur untuk ujian univ yaw 😉 persiapin jauh-jauh hari pokoknya hhe

    Suka

    1. HAAA. Vernon tuh kayaknya terlalu gugup. Niat duduk sama Dahyun, malah jadi minta kursinya.
      IYA DEH YA ALLAH. I heard that they officially become Lotte World’s model huhu aku seneng mereka abisan cocok. Gemes lihatnyaaaa 💛💛💛
      Ayeay! Thank you!!! Doakan aku ya 😸😼

      Disukai oleh 1 orang

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s