[Ficlet] 143 FM

shoshana presents

143 FM

TWICE Sana & DAY6 Wonpil

Ficlet | School-life, RomCom? | T/Teen
I own nothing but the story idea~

She didn’t even know it was on air


Layaknya siswi SMA lain, Minatozaki Sana juga punya sesuatu yang membuatnya tetap semangat datang ke sekolah. Suara merdu seorang penyiar radio sekolah. Ya, itu sumber energi Sana sehari-hari ketika hampir ketiduran di kelas, atau ketika ia mulai berpikir tentang membenci sekolahnya. Siswi pindahan dari Osaka itu bahkan tidak tahu seperti apa wajah si senior bersuara merdu yang diidola-idolakannya itu, atau seperti apa kepribadiannya. Ia cuma tahu nama dan kelas; Kim Wonpil, kelas 3-1. Pokoknya Sana jatuh cinta pada suaranya. Ia sampai tidak berani mencari laki-laki itu ke kelas atau ke ruang siaran, takut merusak ekspektasi katanya.

Siang ini gadis Minatozaki itu berubah pikiran. Ia rela mengorbankan waktu istirahat dan perut laparnya, mengubah arah langkahnya dari kantin ke ruang siaran. Untuk apa? Untuk melihat wajah Kim Wonpil tentu saja.

“Kalau ternyata mukanya mirip Shrek gimana?” Ucapan Yoo Jungyeon teman sebangkunya tiba-tiba muncul di kepalanya, tepat ketika ia sampai di depan pintu ruang siaran yang terbuka sedikit. Sana pun mundur satu langkah, keraguan muncul di benaknya, menahan lengannya yang sempat terulur ke kenop pintu.

Ah tapi siapa peduli? Sana ‘kan hanya penasaran, ia tetap akan menyukai suara seniornya itu seperti apa pun penampakan fisiknya.

Ia kembali mendekati pintu. Kali ini dengan mantap meraih kenopnya dan menarik daun pintu itu untuk memperlebar celahnya. Sana membungkuk sedikit, mengintip ke dalam ruang siaran radio sekolah yang baru pertama kali ia lihat.

Seorang senior perempuan yang ia kenali, Im Nayoung, sedang sibuk dengan setumpukan kertas di salah satu kursi penyiar. Di sebelahnya berdiri seorang laki-laki tinggi—anak kelas 1 bernama Kim Mingyu—sedang membantu mempersiapkan sesi siaran siang. Kemudian terdengar suara langkah kaki dari sisi lain ruangan, mengiringi kedatangan seorang senior laki-laki yang tidak Sana kenal. Laki-laki itu mendekati Kim Mingyu dan memarahi anak tinggi itu entah karena apa. Bukan itu yang membuat Sana tercengang, melainkan apa yang Mingyu katakan setelahnya.

“Siap! Kalau begitu Wonpil hyung saja yang pilih lagunya.”

Wonpil hyung? Jadi si tukang marah-marah itu Kim Wonpil?

Dari samping saja kedua mata Sana bisa menangkap paras tampan Wonpil, tapi ia tampak seperti orang yang menyebalkan. Apakah ini terlalu awal bagi Sana untuk langsung menilai Wonpil begitu saja? Mungkin saja kan seniornya itu sedang PMS, eh tapi laki-laki ‘kan tidak bisa PMS?

Oh tapi sesuatu yang lain berhasil menarik perhatian Sana!

Corak polkadot putih biru yang mengintip keluar melewati garis celana seragam Wonpil itu terlalu mencolok untuk diabaikan. Tentu saja Sana tidak bermaksud menjadi perempuan mesum, ia membelalakkan matanya karena terkejut. Sebuah pekikan keras lolos begitu saja melalui kedua bibirnya. Sontak semua orang di dalam ruangan termasuk Wonpil melihat ke arahnya; kini ia merasa seperti seorang kriminal yang tertangkap basah.

Hal berikutnya yang terjadi adalah, ia diseret masuk ke dalam ruangan oleh Wonpil dan diinterogasi. Sana yang ceroboh hampir menjatuhkan dirinya. Untung ia berhasil bertumpu pada salah satu meja penuh tombol-tombol yang asing di matanya. Ia yakin tangannya sempat tidak sengaja menekan beberapa tombol. Ah tapi itu urusan nanti, sekarang ia harus menghadapi para senior di hadapannya dulu.

“Minatozaki Sana?” Wonpil membaca name-tag Sana. “Sedang apa ngintip-ngintip di situ? Kamu pikir ini ruang siaran tontonan gratis?” Kata Wonpil serius, sampai-sampai Nayoung menyuruhnya untuk lebih santai.

Entah petir dari mana yang menyambar otak Sana dan membuatnya konslet, ia malah mengucapkan hal bodoh (ia belum tahu betapa ia akan menyesali itu bertahun-tahun kemudian).

“A-aku cuma mau bilang celana sunbae merosot, terus semua orang yang berdiri seratus meter di belakang sunbae bisa melihat celana dalam polkadot yang sunbae pakai.”

Nayoung, Mingyu, dan beberapa orang lainnya di dalam ruang siaran menutupi mulut mereka dengan telapak tangan untuk menahan tawa yang nyaris meledak. Sementara Wonpil, wajahnya merah padam bak apel Washington. Ia bahkan tidak peduli lagi pada Sana yang langsung melarikan diri dari ruang siaran.

Selepas kabur dari ruang siaran, Sana langsung kembali menuju kelasnya. Ia agak kecewa. Pasti wajah merengut jeleknya yang membuat murid-murid lain di sepanjang koridor sampai ke kelas memandanginya begitu. Namun mereka bisik-bisik sambil terkekeh-kekeh. Kalau bukan karena Jungyeon yang langsung menghampirinya dengan wajah kaget, ia pasti sudah mengira orang-orang itu sedang menertawakan kesedihannya.

“Sana! Satu sekolah sudah dengar semua!”

“Hm? Dengar apa?” Tanya Sana bingung.

“Soal celana dalam polkadot Wonpil sunbae! Tersiar ke seluruh sekolah!” Seru Jungyeon.

Bam!

Sekarang rasanya nyawa Sana sudah meninggalkan tubuhnya.

I didn’t even know it was on air!

Kim Wonpil will hate me forever. 

Apa pula ini /menangis. Should’ve just use celana polkadot as the title lol. Btw notice how I always use radio station setting for Sana x Wonpil? haha.

Love, Sho♡

Iklan

2 thoughts on “[Ficlet] 143 FM

    1. HIKS SAMA AKU JUGA BERAWAL DARI SUIT AKU JADI NGESHIP MEREKA T_T ♡ LUCU ABISNYA. TERNYATA ADA JUGA YG NGESHIP SANA-WONPIL♡♡♡
      makasih sudah mampir di ff gaje ini ㅠㅠ

      Suka

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s