[Ficlet] Group Discussion

tumblr_o7kqf4ihpw1qk12q0o1_1280

Group Discussion

ShanShoo’s present

Mina x Joshua

friendship, slight!comedy, fluff, school-life // ficlet // teenager

(http://ikhsaniaty.wordpress.com/)

disclaimer : I just own the plot.

-o-

“Hello.”

Basically from Think Written

-o-

Hello.”

Myoui Mina tersentak, lantas mendongak demi mendapati seraut wajah laki-laki yang dihiasi senyuman manis. Oke, ini baru kali pertama Mina melihat senyuman itu ditujukan padanya, dan ia akui, senyumannya benar-benar manis. Mina memilih mengatupkan kedua belah bibirnya, padahal niatan untuk membalas sapaan itu sudah di ujung lidah. Hanya saja, Mina terlalu malas mengutarakannya lantaran ia merasa suara di tenggorokannya cukup parau. Oh, mungkin Mina tak perlu beralasan seperti itu, jika saja Mina tidak sedang dalam keadaan mengantuk berat dan memutuskan tidur sejenak, dengan kedua tangan melipat di atas meja dan kepalanya yang ditelungkupkan di sana.

Laki-laki pemilik senyuman manis itu mendaratkan bokongnya pada kursi kosong di samping Mina, sementara kedua tangannya menyimpan beberapa peralatan tulis pada spasi samping kepala gadis itu berada. Ia sempat menangkap ekspresi tak senang di wajah Mina. Oh, apa jangan-jangan, Mina tak suka ia berada di dekatnya? Atau … apa mungkin, Myoui Mina merasa terganggu karena kehadirannya? Ya sudah, ambil saja kedua alasan itu. Tidak ada yang salah, kok.

“Kau tidak lupa kalau guru Min sudah membagi kelompok Biologi, kan?” tanyanya dengan nada santai, seakan ia sama sekali tidak merasa risi ketika Mina melirikkan pandangan ke arahnya dengan tatapan malas.

Benar juga. Mina baru ingat hari ini, kalau guru Min telah membagi kelompok Biologi berjumlah dua orang untuk presentasi di depan kelas dua hari yang lalu. Dan ia kedapatan satu kelompok dengan Joshua Hong, laki-laki yang masih memasang senyumannya, namun kali ini terlihat berbeda. Senyuman itu terlihat sedikit canggung.

“Ya,” tahu kalau suaranya terdengar parau, Mina lantas berdeham kecil untuk menjernihkan tenggorokannya. “Kau sudah mengerjakannya?” kali ini, Mina menegakkan posisi duduknya sembari melipat kedua tangan di atas perut. Maniknya menatap Joshua intens.

“Tentu saja belum.” Joshua kedapatan terkikik geli, dan Mina memberinya tatapan memicing. Memangnya ada yang lucu di sini? Tidak ada, kan? Terkecuali kalau Joshua melihat ada kotoran di sudut mata Mina, atau jejak air liur di satu sudut bibir gadis itu. “Kita akan mengerjakannya bersama, makanya aku datang padamu.”

“Oh.” Hanya itu respons Mina. Selebihnya, gadis itu menguap lebar. Jelas sekali kalau gadis itu terlalu malas sekadar menanggapi ucapan Joshua, apalagi mengerjakan tugas presentasi itu bersama.

“Temanya tentang―”

“Kau saja duluan. Berikan sisanya padaku.” Mina malah memotong ucapan Joshua yang sedang membuka buku tulisnya. Joshua melarikan pandangannya ke arah Mina yang mulai memejamkan matanya lagi, sementara posisi duduknya masih tegap seperti itu. Ada kekehan yang menguar dari celah bibirnya, kemudian Joshua berdeham, membuat Mina membuka mata dan menoleh menatapnya.

“Bagaimana kalau aku yang menyelesaikan tugasnya sendirian?”

“Ide bagus!” sahut Mina cepat, secepat kilat, secepat badai yang datang. Senyuman lebar serta merta terukir di bibirnya. Wajahnya yang cukup kuyu mendadak bersinar terang seperti matahari. Kenapa tidak dari tadi? Pikirnya. “Kalau begitu, selamat mengerjakan!”

Mendapati wajah penuh kesenangan itu, Joshua malah tertawa renyah. Entahlah, melihat respons yang diberikan Mina padanya cukup membuatnya terhibur. Bukannya merasa terbebani seperti yang dikoarkan Jeon Jungkook di belakang bangku Mina, karena Kim Mingyu menolak untuk mengerjakan bagian dari tugas kelompoknya.

Tahu-tahu, Mina kembali mencari posisi yang nyaman untuk melanjutkan tidur siangnya. Dan tanpa sepengetahuan gadis itu, Joshua mengulum senyuman, menekan-nekan bibirnya, berupaya menahan tawanya agar tidak membludak.

“Oi, Mina,” panggil Joshua, terdengar lebih santai dibandingkan sebelumnya.

“Mm?” gumam gadis itu, teredam oleh lengannya yang melipat.

“Berhubung aku yang mengerjakan tugasnya, maka kau yang melakukan presentasinya sendirian, ya?”

Satu detik. Dua detik. Lima detik. Enam detik―Mina menyentakkan tubuhnya, terlihat seperti orang yang baru saja mengalami mimpi buruk. Kelopak matanya membelalak lebar lalu terarah pada Joshua yang tak lagi bisa menahan tawa renyahnya, mengabaikan atensi para teman sekelas yang mulai tertuju pada mereka.

Sialan. Umpat Mina dalam hati. Menyuruh gadis itu untuk presentasi sendirian di muka kelas sama saja menyuruhnya untuk bunuh diri. “Beri tahu aku mana bagianku.” Kedua manik mereka bersitatap, dan Mina melanjutkan―lebih tepatnya, terdengar mengoreksi. “Aku ingin mengerjakan bagian pertama.”

Senyuman dan tawa renyah merupakan kombinasi yang baik di wajah Joshua. Tak heran, apabila Mina tak mengerjapkan matanya barang dua detik, sebelum ia menyadari kebodohannya karena mengagumi kedua hal itu kemudian memilih untuk mencari materi sebagai bahan presentasinya nanti.

-end

Haaaaaai!!!! Longtaimnosi, eh? Hihihi

Maapin Isan, ya, yang jarang muncul di blog ini. di samping karena kesibukan kuliah yang semakin padat, Isan juga belum mendapatkan secercah ide buat nulis ff di sini 😥

O, ya, bagi yang punya wattpad, boleh dong kalau saling follow 😀 ini akunku : @ikhsaniaty ^^

Terakhir, makasih buat kalian yang udah baca. Komentar dari kalian sangat ditunggu 😀

Tertanda,

ShanShoo♥

Iklan

3 respons untuk ‘[Ficlet] Group Discussion

  1. Tjieeh 😀 , kirain tulus tuh ngerjain sendirinya, ternyata.. Sudahlah, lagian aneh aja kalau mau ngerjain tugas kelompok sendiri tanpa ada imbalan 😀 😀

    Suka

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s