[Ficlet] Allergies

Nayeon-Taeyong.jpg

Allergies

by: Ayumi-Chan

TWICE’s Nayeon and NCT’s Taeyong

Ficlet; AU, friendship, comedy

“Padahal Nayeon sudah pernah bilang bahwa itu adalah sebuah alergi.”

 All those cast are not mine and this Fanfiction is pure by mind. Last But not least, please don’t be plagiators and siders!

[Terima kasih untuk Plot Ideas atas prompt nya yang sangat membantu]

From: Lee Taeyong

Aku akan traktir kau makan tteokbokki hari ini dikedai biasa. Ah iya, nanti saja kau mengucapkan terima kasihnya langsung padaku.

 

Entah apa yang terjadi pada Taeyong sampai tiba-tiba ia mengirim pesan pada Nayeon bahwa ia akan mentraktir Nayeon. Gadis Im itu memprediksi jika Taeyong pasti sedang bahagia, ah apa perasaannya sudah diterima oleh Kim Sejeong? Atau ia tadi tiba-tiba mendapat pujian dari guru narinya? Jika seperti itu, harusnya Taeyong mentraktir yang lebih mahal dari tteokbokki—daging misalnya. Dasar orang kaya pelit.

Nayeon terus melihat-lihat kearah pintu masuk kedai tteokbbokki lalu menilik jam ditangannya, terus saja seperti itu sejak tiga puluh menit yang lalu. Taeyong ini benar-benar ya, bukan hanya pelit tapi juga lambat ditambah membuat seorang perempuan menunggu, “Anak itu kenapa selalu lambat sih? Selalu saja membuat gadis cantik sepertiku menunggu,” Nayeon mengibaskan rambutnya kebelakang dan membuat wajahnya so’ cantik.

Lima belas menit berlalu dan Taeyong belum menunjukkan kedatangannya sama sekali, “Baiklah jika seperti itu, aku yang akan pesan duluan,” ia beranjak untuk memanggil pelayan, “Yeogiyo,” Nayeon melambaikan tangannya pada seorang pelayan laki-laki, “Aku pesan tteokbokki yang sangat pedas… ehm satu porsi saja dan… ah bubble tea tanpa bubble.” Pelayan itu mencatatnya kemudian meminta Nayeon untuk menunggu pesanannya. Persetan dengan Taeyong yang belum juga datang, ia memilih untuk memesannya duluan toh yang akan membayarkan Taeyong. Tapi, ia memesan bukan untuk dirinya melainkan untuk Taeyong yang sudah sangat terlambat datang selama 45 menit. Ini hukumannya.

Sudah sejak sepuluh menit yang lalu pesanan Nayeon datang, lagi-lagi Taeyong belum datang juga. Ia sudah tak tahan dengan aromanya yang sangat-sangat menggoda Nayeon untuk cepat-cepat memakannya, apalagi tteokbokki kalau sudah dingin tak enak dimakan. Menahannya dengan terus meminum bubble tea  kesukaannya, namun tetap saja. “Ah masa bodoh dengan rasa pedas, aku sudah sangat kelaparan, Taeyong,” Nayeon langsung mengambil sumpit disamping mangkuknya dan menyumpit tteokbokki yang sejak tadi sudah sangat menggoda, “Ah lezat sekali,” gumamnya pelan, “Ternyata rasa pedas tidak buruk juga.”

Tepat satu jam, Taeyong baru datang. Ketika datang, yang Taeyong lakukan adalah duduk dikursi yang berada didepan Nayeon dengan wajah tak berdosanya. “Ya, kenapa kau memesan duluan?” Tanya Taeyong yang melihat Nayeon menyumpit banyak-banyak.

“Tak adakah yang harus kau jelaskan dulu padaku, huh?” Nayeon bertanya dengan mulut dipenuhi tteokbokki.

Taeyong meringis mendengar Nayeon bertanya tentang keterlambatannya, “Baiklah, aku minta maaf,” ia sedikit membungkukkan badannya.

Wajah Nayeon sudah dipenuhi dengan keringat, mengingat tadi ia memesan yang sangat pedas, gadis Im itu sudah terlihat sangat kerepotan dengan rasa pedasnya. Taeyong yang melihatnya sudah sangat khawatir ditambah dengan makan banyak-banyak. Mengabaikan matanya yang sudah berkeringat, Nayeon terus saja memakannya.

Ya, kau menangis?” Taeyong kaget sekaligus bingung melihat air mata sudah keluar dari kedua mata Nayeon, ia buru-buru beranjak mengambil segelas air dari seorang pelayan yang tak tahu itu pesanan siapa. Dan Nayeon yang ditanya malah terdiam sambil terus memakan tteokbokki nya sambil sesekali menyeka air matanya.

“Hei, Nayeon! Kau menangis?” tanya Taeyong sekali lagi, ia sangat khawatir melihat keadaan Nayeon yang wajahnya sudah merah bahkan ia menangis. Ada apa sebenarnya, Taeyong tak mengerti, apa ini karena ia datang terlambat.

“Im Nayeon!!!” lelaki marga Lee itu menggertak Nayeon dengan memegang kedua bahunya, “Kau mengangis kenapa?”

Terkaget. Nayeon langsung menyimpan sumpitnya lalu menatap Taeyong kesal, kemudian ia menumpukkan kedua tangan dan kepalanya diatas meja. Tak lama berselang, Nayeon menangis sesegukkan.

Dengan itu, Taeyong semakin dibuat bingung dan juga malu. Seolah sebuah pertunjukkan, mata seluruh pengunjung tertuju pada Taeyong dan tidak sedikit yang mulai berbisik-bisik membicarakan Taeyong. “Ya, Nayeon-ah,” Taeyong melirik pada semua pengunjung, malu, “Jangan mengangis, oke? Disini banyak yang memperhatikan, orang-orang akan berpikiran kalau aku jahat padamu,” ia terus berbicara pada Naeyon sambil melirik pada orang-orang yang masih memperhatikannya.

Kemudian Nayeon mendongakkan wajahnya yang penuh dengan air mata, “Bodoh. Aku kan sudah pernah bilang padamu kalau aku alergi pedas…” dan Nayeon kembali menangis, tapi ia pergi menuju toilet yang tersedia disana. Matanya sudah sangat sakit sedari tadi ditambah tenggorokkannya juga sudah sakit.

Mendengar jawaban Nayeon, Taeyong terdiam melihat Nayeon berlari, “Benar,” ia mengingat sesuatu, “Ah dia pernah bilang bahwa ia alergi pedas.”

Fin~

Hallo para readers ^^ akhirnya bisa post lagi hihi

kali ini ada Nayeon sama Taeyong a.k.a 95 line *yeayyyy*

saya pairing mereka cuam buat friendship aja haha rasanya lebih ngena gini menurut saya kkk~

oke kritik saran nya yaa jangan lupa^^

Arigatou~

 

Iklan

4 thoughts on “[Ficlet] Allergies

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s