Sweetheart present

Starring by [TWICE] Kim Dahyun and [17] Jeon WonwooWonwoo

Previous; Who?

School life – Slice of life – Friendship x Ficlet x General

I just own the plot.

Hati yang mengatakan untuk memilihnya, aku bisa apa?–Dahyun.

 

Seminggu berlalu sejak pengakuan cinta seorang Jeon Wonwoo yang mengenaskan. Pria itu kembali pada dirinya dahulu, seperti melupakan pengakuan yang pernah keluar dari bibirnya. Namun, beberapa hari terakhir, si gadis sulit sekali menemukan sosoknya. Si gadis, yang mendapat pengakuan, seolah tak acuh dengan sikap si pelaku. Berpikir; Oh, mungkin dia meratapi nasib karena pengakuanku juga. Tck. Sama-sama mengenaskan.

Seorang murid berpakaian seragam dengan kancing atas sengaja dibuka. Tangannya ia masukkan ke dalam saku celana. Berjalan sok berkuasa di koridor sekolah yang cukup ramai dengan teriakan histeris para hawa.

“Mingyu!” seseorang mengejutkan dari belakang.

Seseorang yang dipanggil Mingyu sontak menoleh. Tersenyum lebar kala mengetahui siapa yang memanggilnya. “Hei, Bro! Whatup?” sapa Mingyu pada sobatnya.

Pria itu merubah mimik wajahnya menjadi lesu. Mingyu lantas bertanya-tanya mengapa namun, pria itu tak acuh, merangkul pundak Mingyu. Berjalan seperti itu di tengah teriakan kaum hawa yang menjadi-jadi. Keduanya adalah most wanted.

“Won, Leira marah tanpa sebab lagi padaku. Aku berpikir apa yang salah denganku? Aku memikirkan ini dua puluh empat jam nonstop, dan sepertinya aku tahu jawabannya.” aku Mingyu pada temannya, Wonwoo, mengenai hubungannya dengan Leira yang sudah berjalan dua bulan kurang dua belas hari.

Wonwoo melirik sekilas. “Apa?” sahutnya kurang semangat.

“Karena aku terlalu tampan.” kontan Mingyu yang membuat Wonwoo tersedak air liurnya sendiri.

“Apa kau tak pernah bercermin? …, dasar hitam!” Wonwoo mencebik mulutnya dan berjalan mendahului Mingyu, entah mengapa pria itu tampak tak bersahabat dengan Mingyu. Wonwoo menjadi kesal ketika Mingyu berbicara soal pacarnya, Leira, sepupu Wonwoo.

Jika dipikir, hidupnya terlalu dramatis. Semua kenalannya berapa di lingkaran takdir, yang akan selalu bertemu pada orang ini-itu. Bosan. Lelah. Tapi, hatinya tak pernah lelah untuk menyebut nama; Dahyun, Dahyun, dan Dahyun.

Wonwoo berjalan gontai melewati koridor sepi. Beberapa orang menawarkan bantuan padanya namun, Wonwoo menolaknya dengan ketus.

Seorang perempuan mendekatinya, memegang pundak Wonwoo lembut. Wonwoo hendak menepisnya namun, urung ketika melihat iris hitamnya yang menenangkan. Lengkungan senyum yang selalu membuat Wonwoo terbang hingga langit ke tujuh, apalagi jika senyum itu, dirinyalah yang membuatnya.

“Dahyun …,” ucap Wonwoo lirih.

Dahyun tersenyum manis. Menarik lengan Wonwoo melingkari pundaknya. Iris mata Dahyun tak pernah lepas dari sorot elang Wonwoo.

“Sulit sekali menemukanmu akhir-akhir ini,” tutur Dahyun tersenyum kecut. “Jika aku yang membuatmu seperti itu, sungguh Jeon, aku tak bisa melihatmu menjauh bahkan satu menit pun.”

Dahyun membuang muka. Mengalihkan atensinya dari manik elang Wonwoo yang menunggunya berbicara.

“Aku–sepertinya aku tahu jawabannya. Mingyu, dia … hanya sosok yang aku kagumi. Dengan kau yang menjauh, membuatku sadar, Jeon. Bahwa–“

Wonwoo menarik Dahyun ke dalam pelukannya sebelum gadis itu menyelesaikan kalimatnya. Wonwoo memeluknya erat seolah tak ingin gadis dalam pelukannya direbut orang lain. Jemarinya mengelus sayang surai cokelat Dahyun. Bibir tipis pria itu tak hentinya mengecup puncak kepala Dahyun. Menghirup aroma Strawberry yang melekat dalam tubuh mungilnya dalam-dalam.

“Jeon …,”

Sebuah namanya menyuarakan di udara. Dagu Wonwoo yang tadinya di atas puncak kepala Dahyun, kini berpindah di atas pundak Dahyun. Menyalurkan seluruh rasa sepi dan hampanya pada gadis itu. Seolah hanya Dahyun yang bisa menghilangkan rasa gelap dalam dirinya.

“Terima kasih, Da, Terima kasih, karena telah membuka hatimu.”

Setelah rentetan kalimat itu terucap di udara, Dahyun baru membalas pelukan Wonwoo. Membalasnya tak kalah erat.

Sebuah pernyataan ironi pada awalnya, akan berakhir dengan pernyataan mengharukan. Tindakan yang tak mudah dilakukan namun, akan berakhir pada ending yang bahagia. Seperti sebuah kisah dongeng.

-fin.

 

 

Absurd. Geli. Ya, aneh. Memang. Entah mau ngomong apa bingung😂

Semangat, ya! Besok hari pertama masuk semester baru!!!

Ay.

Iklan

2 thoughts on “[Ficlet] Choice

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s