[Drabble-Mix] December Tales

shoshana presents

DECEMBER TALES

A Winter special drabble collection

TWICE ft. GOT7 & DAY6

Drabble | Fluff, Friendship, Romance, etc (?) | T/Teen

I own nothing but the story~

 


◊ Nayeon & Dowoon: Ring
(볼빨간사춘기반지)
127 words

“Nayeon-ah, ayo nikah!” Dowoon menyodorkan sebuah cincin pada Nayeon yang sedang sibuk melapisi biskuitnya dengan cokelat warna-warni. Gadis itu langsung tertawa geli. “Hah? Kamu gila ya?”

Dowoon menghela napas. “Ini serius,” ucapnya. Nayeon mengangkat kepalanya, mengalihkan pandangannya dari biskuit ke laki-laki itu. Sorot mata Dowoon memang menyiratkan keseriusan.

Jangan aneh-aneh, mana mungkin aku mau nikah sama kamu!” Gurau Nayeon sambil menepuk lengan Dowoon, hanya saja si lelaki Yoon tidak kelihatan terhibur dengan gurauannya.

“Benar ya? Jangan menyesal Im Nayeon.”

Kejadian kemarin terulang terus di kepala Nayeon selagi ia mengantar biskuit ke rumah Dowoon. Ia masih bingung apa yang membuat Dowoon mengatakan sesuatu seperti itu. Begitu masuk ke dalam, Nayeon tidak melihat seorang pun, hanya ada selembar undangan pernikahan tergeletak di atas meja dapur.

“SI GILA YOON DOWOON!”

 


◊ Jungyeon & Youngjae: Her Man ◊
(GOT7 – HEY)
148 words

 Di tengah siang hari yang bersalju, tepatnya di dalam sebuah mobil hitam yang diparkir di depan coffee shop sepi, Yoo Jungyeon duduk bersandar sambil memegang ponselnya. Benda itu terus bergetar namun si pemilik tidak mengacuhkannya. Kedua mata gadis bersurai pendek itu masih terlihat bengkak setelah banjir air mata yang terjadi sekitar sejam lalu. Di sebelahnya—di kursi pengemudi—ada Choi Youngjae yang juga duduk dalam diam, sekedar menemani sahabatnya menenangkan diri.

“Kapan sih kamu mau putusin pacarmu itu?” Youngjae akhirnya angkat bicara.

“Kok putus? Kami baik-baik saja, tadi itu cuma pertengkaran kecil!” Kilah Jungyeon.

“Baik-baik saja apanya, yang kulihat selama ini kau nangis terus.”

Tanpa meminta persetujuan Jungyeon, Youngjae mengambil ponsel gadis itu dari genggamannya, Ia menghapus nomor pacar Jungyeon dan semua pesan dari laki-laki itu, kemudian melempar ponsel itu kembali pada Jungyeon yang masih terkejut dengan mulut menganga.

“He’s a jerk. Just find someone better!”


◊ Momo & Mark: A Ghostly Christmas 
(GOT7 – 니꿈꿔)
135 words

Seiring bunyi lonceng dan alunan Christmas carol, Mark terlelap di sofa ruang keluarga sementara adik-adiknya sibuk membuka kado. Ia tidak begitu menyukai Natal lagi, hari itu mengingatkannya pada Hirai Momo. Biasanya Momo akan datang berkunjung ke rumah keluarganya dan menghabiskan sisa hari Natal bersamanya. Hal itu tidak pernah terjadi lagi sejak Momo meninggalkannya setahun yang lalu. Ya, gadis itu pergi selamanya, benar-benar selamanya. Sering kali ia memimpikan Momo pada tanggal 25 Desember, seolah gadis itu rutin mendatangi mimpinya di hari yang sama. Hari ini pun tak terkecuali, hanya saja begitu Mark membuka matanya, Momo tidak pergi. Ia masih ada di sana, sentuhannya bagai angin musim dingin, namun senyumnya tetap secerah matahari  musim semi. Entah harus takut atau bahagia, kehadiran Momo terlalu nyata untuk ia sebut mimpi.

“Momo… kau… ah mungkin aku terperangkap dalam mimpiku sendiri.”


◊ Sana & Wonpil: 100% Dark Chocolate 
(볼빨간사춘기 – 초콜릿)
144 words

Jika Sana harus membandingkan Kim Wonpil dengan cokelat, maka pemuda itu adalah cokelat pahit murni berkadar 100%. Seniornya itu tidak pernah membalas senyum atau sapaannya. Padahal ia hanya ingin mengenal Wonpil lebih dekat, apalagi mereka sama-sama anggota klub radio di kampus. Maka hari ini, hari terakhir mereka bertemu di ruang siaran sebelum liburan, Sana membawa sekotak cokelat untuk Wonpil dan berniat bicara sedikit dengan laki-laki itu. Kali ini Wonpil tidak menghindar ketika Sana menghampirinya sambil menyodorkan sekotak cokelat yang sudah dibuka. Ia mengambil satu yang berbentuk hati lalu memasukkannya bulat-bulat ke dalam mulut.

“Rasanya agak pahit,” komentar Wonpil datar.

Sana tertawa kecil, “tapi tetap ada manisnya kan? Aku senang sunbae tidak menghindariku lagi. Selamat liburan Wonpil sunbae! Lain kali kita harus ngobrol lebih lama.”

“Eh tunggu, Sana,” panggilan itu menghentikan langkah Sana yang sudah hampir mencapai pintu. “Mau ku antar pulang? Ini sudah malam.”


◊ Jihyo & Jaebum: Cold Break Up 
(볼빨간사춘기 – 싸운날)
111 words

Jihyo sedikit tidak percaya Jaebum benar-benar mengajaknya bertemu di depan rumahnya tengah malam begini. Ia sampai menyiapkan hadiah untuk Jaebum, tersimpan di dalam kotak ukuran sedang yang dibalut kertas kado warna merah. Ketika keduanya bertemu, ekspresi Jaebum sangat kontras dengan Jihyo yang tampak bahagia. Jihyo jadi merasa tidak enak, entah karena udara yang dingin atau memang pemuda itu sedang bersikap dingin padanya.

“Aku mau bilang sesuatu,” ujar Jaebum.

“Aku juga. kita katakan bersamaan saja!” Jihyo mengusulkan. Mereka saling tatap beberapa saat, lalu masing-masing mengutarakan isi hatinya.

I love you!

Let’s break up.

Detik berikutnya hanya ada suara kotak jatuh ke tanah diikuti teriakan frustasi Jihyo yang memecah keheningan malam.


◊ Mina & Jae: Photograph
(백예린 – November Song)
107 words

Berbekal sebuah kamera polaroid dan baju hangat, Myoui Mina menyelipkan dirinya di antara kerumunan gadis-gadis kelas 3, mencari sudut yang tepat untuk mengambil foto. Hujan salju atau udara yang membekukan tulang sekali pun tidak akan bisa menghalangi Mina untuk menemui Park Jaehyung. Ia datang ke setiap penampilan band Jaehyung, mengabadikan setiap momen dengan kamera usangnya. Tidak peduli walau fotonya sedikit buram, Mina tetap menyimpan semuanya. Agak menyedihkan memang menyukai orang diam-diam seperti ini, tapi Mina yakin suatu saat lelaki itu akan melihatnya. Lalu apa yang akan ia lakukan dengan semua foto Jaehyung yang ia ambil? Mina tersenyum kecil memikirkan sebuah ide konyol, mungkin menjadikannya ornamen pohon Natal.


◊ Dahyun & Jackson: Secret Santa 
(우주소녀 – 비밀이야)
112 words

Kalau bukan karena ide cemerlang ibunya mengadakan acara secret santa, Dahyun tidak akan berada di sini sekarang, di rumah keluarga Wang—tetangga mereka—menonton Jackson membuka kado darinya. Jackson tampak cukup senang dengan hadiahnya, tapi ia mulai mempertanyakan identitas pemberinya, membuat Dahyun gugup setengah mati.

“Pasti itu dari Dahyun! Dia kan suka padamu sejak lama,” celetuk Somi, sepupunya Jackson.
Dahyun baru membuka mulutnya untuk mengelak ketika Jackson mengeluarkan secarik kertas dari dalam kotak kadonya.

“Ini ada catatannya,” Jackson berusaha menahan tawa. “Dahyun-ah, kamu ngga ngerti cara main secret santa?”

Mampus! Masa aku sebodoh itu?! Ini bukan waktu yang tepat, di depan seluruh keluarga lagi. Ah Kim Dahyun yang benar saja kau ini!


◊ Chaeyoung & BamBam: Sweet Apple Pie 
(박지민 – 다시)
103 words

“Sebenarnya aku gagal melewati tes masuknya.” Chaeyoung langsung menjatuhkan seloyang pai apel yang baru dibuatnya di atas meja ketika BamBam mengucapkan pengakuannya. Gadis mungil itu duduk di sisi lain meja, lalu melipat kedua lengannya.

“Kenapa tidak jujur saja padaku, kan aku terlanjur membuatkanmu pai ucapan selamat,” ujar Chaeyoung, memasang wajah kesal yang dibuat-buat.

“Aku malu Chaeng.”

Chaeyoung tersenyum, menyodorkan garpu pada BamBam dan mendorong loyang pai-nya mendekati temannya itu.

“Buat apa malu, nanti kan bisa ikut tes lagi bersamaku. Kita bisa kuliah bareng! Cepat makan pai-nya!”

Dengan senang hati, BamBam memasukkan sesuap pai apel ke dalam mulutnya. Kemudian ia mengernyit, “Chaeng, pai-nya kemanisan.”


◊ Tzuyu & Yugyeom: Grumpy 
(볼빨간 사춘기 – 심술)
130 words

Tzuyu mengerucutkan bibirnya, tidak menyukai pemandangan yang ia lihat melalui kaca mata bulat berbingkai merahnya. Penampilannya terlalu mencolok untuk membuntuti seseorang—apalagi es krim di tangannya, siapa yang makan es krim musim dingin begini?—tapi perempuan rambut panjang yang sedang berbicara dengan Kim Yugyeom memakai riasan yang jauh lebih parah. Rok mini, make-up tebal, mana sikapnya terlalu genit.

Masa Kim Yugyeom suka sama tante-tante kayak gitu? Dibanding unnie rambut panjang itu aku lebih cantik tuh.

Gadis tinggi itu mendekat lagi beberapa langkah di belakang Yugyeom, ia memekik ketika si perempuan rambut panjang tadi hampir memegang tangan Yugyeom. Tzuyu langsung menjatuhkan es krimnya begitu Yugyeom membalikkan badan, menatap jalanan bersalju di bawahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Tak lama, ia melihat sepasang sepatu dan mendengar suara Yugyeom.

“Tzuyu? Sedang apa di sini?”

◊::◊


So.. Question: why is this called December Tales but posted in January
Answer: I wanted to post it on Christmas but to no avail, I do it now. I hope you don’t mind. Let’s say someone is retelling stories that happened in December (?) hohoho
Also I’m exploring unusual pairings here I guess (I dropped JinYeon because I want to try writing a NayWoon thing.) Anyway I hope you enjoy drabble(s) yang ga mutu ini :3

Love, Sho♥

Iklan

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s