Starring by [TWICE] Kim Dahyun and [17] Jeon Wonwoo

Slice of life, Friendship, Hurt x Ficlet x Teen

Apa yang merasukimu, Jeon?

©sweetheart 2016

Pagi itu, kira-kira pukul lima petang, Wonwoo meneleponku berkata; “Hey, Dahyun! Apa kau sudah mengetahuinya?” Aku berpikir keras. Apa yang dia maksud. Aku sudah memberitahunya, bahwa aku tak paham dengan apa yang dikatakannya. Tetapi, pria itu hanya mematikan ponselnya sepihak.

Huh …, aku membencinya.

Dan sekarang, dengan semua tingkah anehnya selama beberapa hari yang terus menghindariku, pria itu kini berada di depan rumah dengan senyum tertahan.

Sungguh, setelah bertahun-tahun aku mengenalnya. Ini kali pertama aku tak bisa memahaminya.

Untuk apa dia menghindar? Untuk apa tiba-tiba dia marah? Dan, untuk apa pula setelah hal yang dilakukannya, kini dia berdiri di hadapanku dengan senyum menggelikan.

Ini bukan Wonwoo yang aku kenal.

“Jeon …, sungguh kau tak apa?” Tanyaku padanya sedikit khawatir. Perubahan sikapnya terlalu drastis pada tingkahnya, sehingga menimbulkan tanda tanya besar bagiku.

Wonwoo mengalihkan atensinya kini menatapku. Sorot elang itu, yang biasanya menatap sengit, kini berubah menjadi lembut.

Ada apa dengannya?

“Hm … Dahyun, apa kau ada waktu malam ini?” Lihat. Untuk apa dia gerogi seperti itu.

Aku tak mau ambil pusing. “Tidak. Kenapa memang?”

Wonwoo menggigit bibir bawahnya. Mengalihkan atensinya dariku, menghindar menatap arah lain. Aku mengernyit heran. Menunggu jawaban keluar dari bibirnya. Sekitar sepuluh detik, sorot elang itu kembali menatapku.

“Mari bertemu di tempat biasa, okay?”

Tangan kekar Wonwoo mengacak-acak rambutku. Ingin aku menepisnya namun, jemari itu beralih mencubit pipi kananku, gemas. Dia mulai.

Bye-bye, Cerewet.” Wonwoo berucap setelah mencubit kedua pipiku. Aku hendak buka suara mengomelinya, pria itu sudah lebih dulu berlari keluar pagar. Melambaikan tangan sambil mengedipkan mata kirinya genit.

Mulai lagi. Menyebalkan.

7 p.m.

Ponsel berdering. Aku mencari di sekitar tubuhku yang terbaring di atas ranjang sambil memangku laptop. Merasa tak jua, aku menurunkan laptop, mencari handphoneku yang terus berdering. Membuka bantal, di sana rupanya.

Jeon🔪 is calling ….

Seketika itu aku terbelalak. Menatap layar laptop, di sana terlihat seorang pemuda memandangku heran.

“Ada apa?” Tanya pemuda itu dengan alis terangkat, heran.

Aku cengengesan. “Mingyu-ya, Aku ada janji dengan Wonwoo. Maaf ya, kulanjut lagi nanti,” ujarku merasa bersalah.

Pria itu tersenyum. Sangat manis. Hampir meleleh aku melihat senyumnya. Pria itu–Mingyu, teman Wonwoo–membalas sambil menganggukan kepala pelan, setelahnya, layar berubah menjadi wallpaper laptopku. Aku mendesah kecewa. Padahal, baru beberapa menit berbicara dengan Mingyu.

Ponselku terus berdering. Ah, Aku hampir melupakan si jutek Wonwoo, untung sahabat tersayang.

“Apa?” Aku masih merasa sebal dengannya, karena mengganggu acara ngobrol asyikku dengan Mingyu.

“Sudah siap belum? Kau lamban sekali.” Cibir Wonwoo di seberang sana. Kalau pria ini ada di hadapanku, sudah kupastikan hidungnya tak akan selamat.

“Tiga puluh menit.” Ujarku ketus. Mematikan ponsel secara sepihak. Melemparnya asal di atas ranjang. Aku menyambar pakaian casual yang akan dikenakan. Tak melupakan coat yang selalu setia bertengger di badanku.

Suara ponselku kembali berbunyi. Kali ini hanya pesan. Kuraih dengan malas ketika menengok siapa yang mengirimnya.

Jeon🔪

Hei, Lamban, cepatlah sedikit!

Sial. Muka datar. Kurang ajar sekali dia. Lihat saja nanti.

Pulanglah! Siapa suruh kau berada di sana tanpa menjemputku.

Send.

Aku keluar rumah sembari menenteng tas selempangku. Pun dengan handphone di tangan sebelahnya. Berjalan tergesa menutup gerbang. Menyetop taksi yang lewat. Melihat kembali layar ponselnya kemudian.

Mingyu Pujaanku❤

Apa Wonwoo di sampingmu? Jika iya, katakan padanya untuk menemuiku besok pagi.

Dia memintaku. Dia memintaku berkata pada Wonwoo untuk menemuinya. Dia memercayaiku. Ah, aku bahagia.

Taksi berhenti di tempat yang kutuju. Aku pun turun. Memasuki cafe yang biasanya aku temui bersama Wonwoo. Mataku terus mencari perawakan Wonwoo dalam kegelapan. Pria dengan mantel cokelatnya, itu pasti Wonwoo. Aku mendekatinya. Perlahan men-jewer telinga itu lumayan keras.

“Ah-Ah! Hey, siapa kau?! Kurang ajar sekali. Sakit.” Aku terkikik ketika Wonwoo meringis kesakitan.

Tangan kiri Wonwoo berhasil mencengkram perbuatan tanganku. Menyerah. Aku duduk di sampingnya.

“Ada apa?” Aku bertanya, mengacuhkan perbuatanku barusan. Mengintimidasi pria itu karena telah mengganggu acara pendekatannya dengan Mingyu.

“Dahyun …, aku,” Wonwoo menjeda perkataannya, menatapku lamat. Aku heran menunggu jawabannya. “Aku, mencintaimu.”

Ohok. Aku tersentak.

“Kau tak apa?” Tanya Wonwoo khawatir sembari memegang bahuku.

Aku menggeleng susah payah. Apa dia baru saja menyatakan perasaannya padaku? Padaku?

Ah. Aku tahu jawaban dari sikap anehnya sekarang. Dia menyukaiku. Menyukai sahabatnya sendiri. Tapi, kenapa?

“Bukankah aku sahabatmu? Aku tak pernah lebih dari sekedar sahabat,” titahku pelan takut menyakiti perasaannya. Ah, kenapa bisa Wonwoo menyukaiku? Ini sungguh rumit untuk kumengerti sendiri.

Why?” Wonwoo sepertinya tak pedulikan status sahabat yang melekat di diri kita.

Aku merasa tak enak hati mendengar pengakuannya.

“Tapi, Jeon, aku menyukai temanmu …,” aku mengalihkan atensi dari sorot elangnya yang menakutkan. “Mingyu.”

“Apa?!” Wonwoo berseru keras. Mengalihkan perhatian seluruh cafe ke arah kami.

“Maafkan aku,” aku tertunduk menahan rasa sedih, takut, marah, kesal yang menjalar ke seluruh tubuh.

“Tapi, Mingyu sudah punya pacar.”

Bagai dihantam pistol bertubi-tubi. Itu menyakitkan. Sungguh. Pernyataan Wonwoo, pernyataannya tentang menyukaiku. Pernyataannya tentang sosok yang baru aku sukai dalam seminggu belakangan ini, telah meremukkan hatiku. Sakit. Rasanya, ingin mati saja.

-fin.

Halo! Kembali bersama saya Aya. Aduh maafkan, terakhir kali update udah beberapa bulan lalu ya? Maafkan daku admin😥 baru tahu ada notice pun baru-baru ini. Sumpah baru bisa buka wp setelah error beberapa saat…, maafkan saya semuanya😘

HAPPY NEW YEAR!🎆🎆🎆

Salam,

Ay❤

Iklan

5 respons untuk ‘[Ficlet] Who?

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s