(Ficlet-Mix) Hottes love

untitled-11

Amazing poster by NJXAEM

A story by Kim Nara

Romance, Fluff, sad

Ficlet-Mix

G

Starring by Chou Tzuyu, Minatozaki Sana, Im Nayeon, Kim Mingyu, Joshua Hong, and Choi Seungcheol,.

Disclaimer :

Story is mine, Seventeen and twice member is belong to God, they agency and they family.

Summary :

Aku akan mulai menghintung mundur, dari angka tiga.

-oOo-

3. First love

“Ah, sial!”

Lisan Tzuyu rasanya sudah tidak tahan lagi untuk mengeluarkan kalimat umpatan barusan. Tidak, Gadis berperawakan manis itu masih punya norma dan sama sekali tidak mengumpat pada seseorang melainkan pada sang cuaca yang tengah melaksanakan tugas.

Mentari bersinar dengan begitu terik dan bodohnya Tzuyu malah menyetujui permintaan keluarga-nya untuk berlibur di pantai. Bahkan mungkin pemilik ide ini jauh lebih bodoh dibanding Hoshi-si idiot payah di kelasnya, bagaimana mungkin pantai menjadi asumsi liburan hebat di cuaca sepanas ini.

Tapi ia jauh lebih bodoh karna menyetujui asumsi payah itu. Bahkan ini merupakan pantai yang sama dengan pantai yang ia datangi saat liburan musim panas tahun lalu. Ya, pantai yang juga membuatnya mendapatkan cinta pertama walaupun harus ia hilangkan-dengan paksa-karna sang sahabat yang hebatnya memiliki rasa yang sama, pun pada orang yang sama pula.

Lupakan kisah menyedihkan di atas, lagi pula Tzuyu sudah tak memiliki seberkas rasa apapun lagi pada pemuda tampan pemilik nama Kim Mingyu itu. Sinar panas mentari yang serasa menusuk sel pelindung tubuhnya membuat gadis bersurai hitam lebat itu tidak bisa diam di tempat.

Kaki tanpa pengalas miliknya mulai merajut langkah halus di atas pasir putih yang sedikit di hiasi air laut. Entah kemana, gadis itu hanya menuruti langkah kakinya. Hingga pada sebuah titik gadis itu terhenti dan berubah mematung seketika.

Tidak, sosok yang ia dapati itu bukanlah sosok duyung tampan layaknya yang ia lihat pada edisi webtoon rabu lalu. Tapi pemuda yang kini tengah menatapnya lurus-lurus sembari tersenyum hangat adalah cinta pertama yang telah bersusah payah ia lupakan.

“Kita bertemu lagi, persis seperti tahun lalu. Iya kan?”

Tzuyu hanya bisa terdiam kaku, kalimat Mingyu yang juga dihiasi sebuah kurva tak simetris barusan terdengar seperti sebuah mantra untuk kembali memberi nyawa pada ratusan kupu-kupu yang telah lama menunggu perintah untuk mengguncang abdomen sang empu.

“Dalam kamusku, ini disebut jodoh.”

Dan sepertinya untaian kalimat terakhir yang dilontarkan senior tampan itu telah berhasil membuat Tzuyu jatuh cinta untuk kedua kalinya pada si cinta pertama miliknya.

 

-oOo-

2. Other Love

Sana tersenyum hangat begitu menangkap pemandangan pantai yang indah tersaji di hadapannya. Langit cerah, laut biru, pasir putih dan beberapa istana pasir yang terpampang di sekitar. Sejak dulu tak pernah berubah,  pantai adalah destinasi liburan musim panas terbaik dalam list teratas Sana.

Mencoba melupakan sejenak tugas observasi musim panas yang menghantui kepala, gadis berkebangsaan jepang itu memutuskan untuk berkeliling menikmati segarnya air laut dan kaki mulus beralas sandal tipis itu-pun mulai mencipta langkah, berjalan menuju-entah kemana-yang penting ia bisa beranjak diri dari tempatnya menapak.

Sesekali beberapa senandung ringan lolos dari bibir mungilnya, entah gadis ini tengah kerasukan hantu penunggu pantai jenis apa hingga membuat Sana seriang ini. Namun, seluruh jejak yang kiranya akan terhenti di ujung pantai dengan terpaksa terudur untuk lebih ke tengah.

Matanya memanas, hatinya kacau, mood-nya hancur hancur seketika. Ia menarik semua kalimat syukur yang mengagung-agunkan sang cuaca tadi, karna kini ia sadar bahwa cuaca panas sangat menyebalkan, menyebalkan karna menuntun langkahnya untuk mendapati pemandangan se-keji ini.

Bagaimana tidak, saat ini sahabat dan pemuda yang sangat ia sayangi dengan mesranya saling berbincang sembari sesekali berbagi tawa. Apa ia salah untuk mempercayai Tzuyu sebagai sahabat selama ini, bahkan gadis itu tahu sendiri seperti apa perasaan Sana pada Mingyu.

Awalnya Sana sangat ingin menghampiri dan melempar keduanya agar dilahap oleh utusan laut ganas. Tapi kembali pada kenyataan, Sana sama sekali tidak mampu melakukan hal itu. Alhasil, gadis yang baru beberapa hari mengganti warna surai legamnya itu hanya bisa berbalik dan meluapkan semua amarahnya pada jejeran istana pasir-milik anak belia-yang ia lalui.

Tangisan anak yang turut bersahut tak lagi ia hiraukan, batinnya sibuk merutuk rasa panas yang serasa menusuk jiwa. Untuk pertama kalinya ia benci pantai.

“HEY!”

Sana terus memacu langkah kesal, acuh pada panggilan yang sepertinya tertuju pada dirinya.

“Minatozaki Sana, kau tidak mendengarku?!”

Barulah setelah kalimat itu melayang Sana memutuskan untuk menoleh dan mendapati sosok yang lebih menyebalkan dibanding Tzuyu-Mingyu.

“Dasar gadis jahat, bagaimana bisa kau menghancurkan instana pasir anak-anak seperti itu, lihat mereka jadi sedih sekarang.”

Joshua berujar dengan intonasi yang sedikit di buat-buat dengan langkah yang terang-terangan mendekati Sana. Sementara sosok yang didekati hanya menatap si ‘bintang kelas’-sebelah, itu tanpa segarispun ekspresi bersahabat pada paras cantiknya.

“Aku juga sedih! Di banding anak-anak itu, aku lebih menyedihkan!”

Joshua menjungkitkan alisnya sebelah tanda tak mengerti “Di sini, siapa yang menghancurkan dan milik siapa pula yang di hancurkan. Kenapa malah kau yang sedih, kau tahu…”

Dan taat kala buliran bening mulai keluar dari pelupuk mata gadis itu barulah Joshua terdiam dan memendam beberapa kalimat yang awalnya ingin ia lontarkan. Kini rungunya tidak hanya dipenuhi oleh tangisan anak belia namun di susul dengan suara tangis gadis di hadapannya yang serasa menusuk ketentraman batinnya.

“Sana, ada apa denganmu?”

Masih dengan bulir bening yang terus mengalir tanpa henti, Sana menatap penuh amarah pada Joshua.

“Aku benci padamu, Joshua!”

Eh?”

-oOo-

1. Forever Love

Dunia itu sempit.

Seungcheol bukannya tak memiliki alasan untuk mengungkapkan kalimat klise barusan. Hanya saja, bertemu dengan empat teman satu sekolah di sebuah pantai yang terletak jauh dari peraduan masing-masing adalah sebuah hal hebat dalam kamus  seorang Seungcheol.

Pertama, gadis perawakan Barbie yang tidak menyadari kehadirannya sama sekali-Chou Tzuyu. Kedua, teman sekelas yang bahkan enggan berbagi senyum sedikitpun padanya-Kim Mingyu. Lalu, gadis aneh yang dengan kejinya menghancurkan istana pasir milik anak belia -Minatozaki Sana. Dan yang terakhir, Pemuda gila yang telah membuatnya berkeliling pantai lebih dari satu jam lamanya-Joshua Hong.

Seungcheol akan lebih memilih untuk tidak repot mencari Joshua jika saja Pemuda hiperaktif  itu tidak membawa lari ponsel genggam miliknya. Pasalnya Joshua yang tadinya tengah berselca-ria dengan ponsel pintar Seungcheol tiba-tiba saja berlari pergi dan berkata melihat bidadari cantik tanpa mengembalikan ponsel itu terlebih dahulu. Membuat nasib Seuncheol harus berakhir dengan mengelilingi pantai kendatipun pada akhirnya tak menemukan sosok pemuda itu sama sekali.

Seungcheol menghentikan langkah kakinya, memilih untuk beristirahat sejenak di pinggir pantai. Bibirnya membentuk sebuah senyum menyedihkan begitu melihat desiran air laut yang turut membasahi ujung daratan dengan hawa panas yang turut menemani. Sebuah memori lantas melintas, merasuki pikirannya dan menyebar menjadi sebuah kerinduan. Bukannya gadis itu sangat menyukai pantai.

Perihal  gadis itu, Seungcheol kembali mengingat bahwa gadis manis dengan nama Im Nayeon-itu, belum juga menepati janjinya hingga sekarang, janji untuk berlibur menikmati panasnya cuaca bersama di tempat Seungcheol menjejakkan kaki saat ini.

“Seungcheol-ah,”

Si pemilik nama lantas menoleh begitu miliknya disebutkan dan sebuah kurva indah lantas kembali terbentuk begitu mendapati sosok gadis yang menghantui pikirannya muncul dengan manisnya di hadapan.

“Nayeon kau disini,”

Seungcheol beranjak, bermaksud untuk menemui gadis itu hingga pada sekon berikutnya, saat mereka sudah benar-benar dekat, gadis itu kembali menghilang dan Kembali membekaskan sebuah luka dalam pada hati Seungcheol.

Delusi aneh itu kembali rupanya, dan bodohnya Seungcheol masih tertipu juga. Lagipula bagaimana mungkin gadis yang telah resmi menjadi penghuni surga kembali ke Bumi hanya untuk menuntaskan sebuah janji.

FIN

A/N :

Ini sebenarnya pernah aku pake buat event hehe,

Btw abaikan kerusakan otak dari seorang Nara yang mengangkat tema musim panas padahal lagi musim salju.

Iklan

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s