[Sana’s Diary] D-1 :: The End of Nineteen

268369035_95b83e4e8b_z

Rabu, 28 Desember 2016

Masih di Golden Hostel, bersama Interpretation of Dream-nya Sigmund Freud

 

Tidak terasa, aku benar-benar menghitung hari sampai usia belasanku selesai. Hari ini aku berpikir untuk melaksanakan tirakat, dengan tidak keluar kamar dan hanya mengandalkan cemilan sisa semalam dan buku diari yang dengan tiba-tiba aku pegang lagi. Aku ke kampus tadi, dan menemukan Changkyun sedang sendirian membaca buku. Kami tidak sengaja bertatap mata, dan lelaki itu menyunggingkan senyum. Aku berusaha tidak kikuk saat itu, dan sepertinya itu tidak berhasil.

 

Kalau boleh bercerita, usia 19-ku ini lebih banyak diwarnai oleh ketidakpedulianku terhadap hidup. Aku tidak peduli dengan nilaiku, aku tidak peduli dengan bentuk tubuhku, tapi aku masih tetap bisa peduli dengan belanjaanku. Usia 19-ku habis untuk memikirkan apa yang harus aku makan besok, apa yang harus aku belanjakan di akhir bulan, apa yang harus aku beli untuk bulan depannya, begitu saja. Setelah itu aku juga banyak menghabiskan waktu untuk bergadang tanpa tujuan. Jam tidurku hancur berkeping-keping di usia ini.

Aku merasa seperti tidak ingin dewasa, tapi juga ingin dewasa. Aku ingin lulus dan bekerja, aku ingin bisa bertemu dengan artis idolaku, aku ingin punya uang banyak untuk berbelanja lagi dan lagi. Tapi aku belum siap putus dari uang bulanan orangtuaku. Yah, intinya tahun ini adalah tahunku dalam ketidakpastianku.

Aku harus mengembalikan hidupku di usia 20!

Di usia ini juga aku menyadari kalau aku menyukai seseorang. Aku menyukai Im Changkyun, bersamaan dengan menyukai Oppa-Oppa drama yang memesona. Aku menyukai Im Changkyun lebih dari orang lain di kampus ini. Aku bahkan sudah berpikir sangat jauh, bagaimana kalau aku menjadi pengantinnya, berdiri disampingnya, saling tersenyum melihat anak kami berlari di taman.

Yah, khayalanku sudah berbeda di tahun ini.

Di akhir tahun 19-ku, aku berjanji pada diri sendiri untuk tetap memperbaiki diri. Aku juga harus siap dengan tantangan-tantangan baru di usia selanjutnya. Sekarang aku akan benar-benar berubah. Teman-temanku tidak akan menulis umurku dengan awalan 1, tapi 2.

Usia remajaku harus berhenti di angka 19. Kini aku menuju dewasa, dan aku harus mendapatkan gelar di tahun depannya.

Besok aku akan benar-benar 20. Diawali dengan 2, dilanjutkan dengan 0.

2 berarti kesempatan lagi. Aku diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk melanjutkan hidupku, dengan 0 dibelakangnya, itu berarti Tuhan menunjukkan dunia yang tiada batas. Aku harus melihatnya, merasakannya, dan membuatnya berarti.

Terima kasih sembilan belas! Aku akan tetap mengingatmu sebagai kenangan indahku.

Bersiap untuk dua puluh, yosh!

 

Ps: aku penasaran, siapa yang akan mengucapkan pertama ya? Tahun lalu Ibuku, apakah kali ini…. orang itu? Aku pe-na-sa-ran!

 


 

Yoooo, gak kerasa udah mau ending aja dari Sana’s Diary huhuhu…

Besok D-Day, yeee!!!! Terima kasih buat yang udah baca sampe part ini 🙂 semoga kalian ga bosen liat fic ini terus yang muncul di beranda xD

 

Read also == D-7 || D-6 || D-5 || D-4 || D-3 || D-2

Iklan

2 respons untuk ‘[Sana’s Diary] D-1 :: The End of Nineteen

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s