[Sana’s Diary] D-2 :: On The Way to Twenty

cc0yia9usaaznwn

Selasa, 27 Agustus 2016

Kasur Golden Hostel, sendirian T-T

 

Menurutku usia dua puluh bukan usia tua, tapi usia dewasa.

 

Aku dulu pernah membuat pengumuman di depan teman-temanku, kalau aku akan pacaran di usia 19 tahun, dan menikah dua tahun setelahnya, usia 21 tahun. Aku tidak tahu kalau usia itu ternyata tidak jauh, malah terlalu muda. Untungnya Tuhan tidak terlalu mendengarkan ucapan tidak jelasku itu, dan aku masih jomblo di akhir usia 19 tahunanku. Aku tidak peduli amat sih, peduli amat tentang pacar, yang penting masih bisa belanja (hahaha)

Biasanya Ayahku bertanya bagaimana kesiapanku mencapai usia yang baru, maka inilah yang bisa aku paparkan. Huh, Ayah sih tidak izinkan aku pulang jadi aku akan menulisnya saja.

 

  1. Aku ingin lebih baik dari hari kemarin

Tentu saja, karena kalau tidak ada kemajuan namanya hidupmu sia-sia. Biarpun bahagia, tetap saja harus memerhatikan kualitas hidup sendiri.

  1. Aku ingin dapat Distinction!

Sekali saja dalam hidupku, biarpun aku belajar masih suka leha-leha dan mandi 3 hari sekali di musim dingin, tapi aku ingin dapat posisi teratas dengan presentase 70%. Agak tidak masuk akal sih karena dapat 60% saja butuh perjuangan sampai tidak tidur 3 hari, tapi tetap saja aku ingin dapat Distinction.

  1. Aku ingin panjang umur

Walaupun umur adalah suratan takdir, tapi aku tetap ingin berumur panjang. Presentase orang Jepang yang berumur panjang banyak, dan aku ingin salah satunya. Aku pikir tumbuh tua dengan seorang suami yang tampan dan menyayangiku beserta anak cucuku adalah hal yang menyenangkan. Ugh..

  1. Aku ingin lebih jujur dengan perasaanku

Seharusnya aku menulisnya dari dulu, tapi karena aku baru merasakan apa yang namanya ‘perasaan’ itu, jadi aku menulisnya sekarang. Aku ingin jika menyukai seseorang, aku hanya harus mengatakannya saja. Aku tidak mau peduli apa dia suka denganku atau tidak, atau malah aku akan membuat jarak yang lebar antara aku dan orang itu. Aku tidak ingin membohongi hatiku terus-terusan.

  1. Aku ingin pulang dengan gelar!

Walaupun belum resmi lulus, aku harus menulis hal ini untuk prospek ke depannya. Aku harus menjadi sarjana psikologi, kemudian melanjutkan lagi dengan mengambil Criminal Psychology, itu juga kalau tahan dengan teori Freud dan Jung yang saling membantah.

 

Tidak perlu banyak-banyak untuk ditulis, yang penting terealisasikan dengan baik. Tidak ada kolom ingin pacaran atau menikah, itu akan mengikuti dari belakang jika aku bisa menjadi lebih baik. Aku harus mengharumkan nama keluarga Minatozaki. Fighting!

Dua hari menuju D-Day T-T aku akan benar-benar menjadi kepala dua. Semoga, semoga, semoga! By the way, Mina sudah pulang ke Jepang. Dia sudah mengirim gambar mie soba asli Jepang buatan Ibunya. Uhuhu aku kangen keluargaku T-T

 


 

Aliran diari ini seakan ga jelas, tapi yang penting pas D-Day harus spektakuler ((padahal belom dibuat)) ((gatau juga harus nyeritain apa))

Yang masih setia baca, makasih yaa! ><

Read also == D-7 || D-6 || D-5 || D-4 || D-3

Iklan

2 thoughts on “[Sana’s Diary] D-2 :: On The Way to Twenty

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s