[Sana’s Diary] D-5 :: Life Couldn’t Get Better

sana2

Sabtu, 24 Desember 2016

Perpustakaan Umum Seoul University, Seoul, South Korea

 

Life will be more tiring in the next day.

So, enjoy your life everyday.

 

Hm, aku benar-benar galau sekarang, padahal aku belum genap berumur 20. Aku pikir berumur 20 itu akan membuatku dewasa dan mudah dalam menentukan pilihan, tapi ternyata aku malah terjebak diantara pilihan itu.

Dulu saat SD, jika ada salah satu jawaban dari pilihan ganda adalah ‘semua benar’ atau ‘semua salah’, berarti itulah jawabannya. Tapi menuju sekolah menengah sampai ke bagian atasnya, jawaban itu amat sangat diragukan, bahkan aku tidak ingin memilihnya jika tidak kepepet.

Loh, kenapa jadi kesini?

Intinya, hidup ini benar-benar makin serius tiap hari, dan aku masih saja terjebak di perpustakaan ini T.T aku jadi membawa diariku kemana-mana, takut dibaca Mina. Kami memang teman sekamar, tapi tetap harus ada rahasia diantara kita (walaupun kita sudah tahu bau kentut masing-masing—duh).

Aku akan ujian sehari setelah ulangtahunku. Huff, apa ini? Menyeramkan sekali ketika ulang tahun masih dibayang-bayangi ujian. Setelah itu aku akan libur, tapi tidak pulang ke Jepang. Aku sudah terlanjur janjian dengan Changkyun akan ke Namsan Tower saat tahun baru. Hei, itu romantis kan? Jangan iri ya, hehehe… Mina akan pulang, jadi aku akan berduaan dengan Changkyun nantinya (berharap saja dia tidak membawa serta Hanbin atau Wonho Sunbae)

Kembali lagi pada kehidupan ini. Aku merasa kali ini memilih jalan yang salah. Dulu aku memilih SMP atau SMA-ku sesuai dengan keinginan, namun saat kuliah aku memilih untuk ‘mencoba-coba’, dan berakhirlah aku dengan teori Freud dan Jung yang saling membantah tentang manusia dan binatang. Oh, ayolah, manusia ya manusia, binatang ya binatang, kenapa harus dibuat susah, ugh..

Biarpun psikologi itu sulit, tapi seru kok, ketika membahas tentang abnormalitas, kemudian aku akan mengerti sesuatu ketika menonton drama psikologi, seperti Kill Me Heal Me atau Hyde Jekyll and Me. Aku suka drama itu, tapi aku lebih suka drama romantis picisan seperti The Heirs atau Boys Before Flower. Hal yang tidak mungkin ada itu memang pantas untuk difilmkan. Kalau dari kisah nyata sih, bisa dilihat terus hehehe…

 Sekarang makin banyak isu sosial, dan dosen sosiologiku sering mengaitkannya dengan isu diskriminasi di Korea. Jujur saja, Korea dan Jepang ini hampir tidak ada bedanya, kami hanya berbeda bentuk saja. Untuk urusan diskriminasi, terutama pada orang asing, masih lumayan banyak ditemui. Tapi aku tidak akan membahas ini, akan menjadi perang saudara jika aku membahasnya lebih lanjut.

Karena terlalu sibuk berkutat dengan buku dan membahas teori Kakek Freud dan Kakek Jung, aku jadi lupa dengan mimpiku sebenarnya. Aku mau jadi apa sih? Aku sampai lupa. Dulu saat kecil mau jadi dokter untuk menyembuhkan orang-orang sakit, tapi begitu SD langsung menyerah karena tidak tahu ikan itu bernafas dengan apa. Saat SMP mau jadi pramugari, tapi saat itu mengucap ‘what is your name’ saja amburadul. Di SMA sudah menetapkan diri menjadi pengusaha, tapi tidak tahu harus usaha seperti apa.

Akhirnya aku memutuskan untuk menjadi….. penulis naskah drama picisan tapi berkesan untuk TV Jepang dan Korea! Tidak tahu sih apa aku bisa menjadi penulis naskah seperti Kim Eunsook, tapi setidaknya aku berusaha memenuhi pikiranku dengan drama-drama picisan, anggap saja ini latihan.

 

Intinya, hidup ini jangan dibuat susah. Kalau tidak suka teori ini, tinggalkan saja, cari teori lain. Kalau hidup orang membuatmu sulit, ya sudah urus saja hidup sendiri. Kalau hidup teman sekamarmu benar-benar menyusahkanmu? Ya sudah, tahan saja, nanti akan jadi kenangan indah untuk dirimu.

Curhatan ini begitu panjang, aku sampai lelah dan lupa teori Freud. Sudahlah, aku akan pulang besok karena hari ini aku akan menginap di perpus. Bye, dan tunggu di hari keempat menuju hari bahagiaku.

 


 

Ini curhat sekalian, karna ga tau harus nulis apa untuk sampai di 7 hari berikutnya xD

Hari ini aku ulangtahun loh, ga ada yang mau ucapin? /gak/ ga papa deh ucapinnya bareng Sana-Chan aja, biar keliatan kembarnya 😡

Makasih buat yang baca series kemaren~ nih sebelumnya, kalo belom baca xD ==> D-7 || D-6

Iklan

5 thoughts on “[Sana’s Diary] D-5 :: Life Couldn’t Get Better

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s