[Ficlet] Haters Gonna Hate

crrvxeuviaabobn

Haters Gonna Hate

a ficlet by riria ly

Nayeon, Jungkook

AU, humor, romance, sad | Ficlet | PG 13

***

Hari ini Nayeon bebas jadwal—hal yang jarang ia rasakan dua bulan terakhir ini, jadi gadis cantik bergigi kelinci itu mengiyakan ajakan Jungkook untuk bertemu—pacarnya itu juga memiliki jadwal yang tak kalah padat darinya, maklum kedua grup yang dinaungi oleh keduanya tengah meraih popularitas yang sangat tinggi akhir-akhir ini—sehingga mereka akan menggunakan saat-saat seperti ini untuk saling bertemu dan bertukar cerita.

Agaknya kata bertukar cerita itu kurang cocok jika melihat situasi saat ini—Jungkook yang sibuk dengan PS-nya dan Nayeon yang tiduran di sofa terlihat damai memainkan ponsel pintarnya.

Aishh!” Jungkook mendengus, Nayeon meliriknya sejenak—nampak kata-kata game over di layar LCD depan pria itu.

“Ini kenapa sih stick-nya? rusak apa!” seru Jungkook.

Heol, jangan nyalahin sticklah. Itu kamunya yang bodoh.” Nayeon menekankan di kata terakhir.

Yaa, hati-hati kalo ngomong. Aku ini ‘master’ kalo masalah game,” Jungkook menyombong dan gadis bermarga Im itu tahu fakta itu dengan jelas

“Dan kamu juga ‘master’ kalo masalah buat ramyun. Bikinin gih, lapar.” Nada suara Nayeon mendadak menjadi manis, ia mengedipkan matanya untuk menambah kesan cute—agar pacarnya itu mau menurutinya.

Cih tadi ngolokin sekarang nyuruh-nyuruh,” desis pria bertubuh kekar itu.

“Iya aku juga cinta kamu kok, ramyun-nya jangan terlalu pedas ya.” Ia mengedipkan sebelah matanya sekali lagi pun Jungkook menatapnya sebal. Tapi toh pada akhirnya pria itu beranjak juga ke arah pantry dapurnya, gerutuan seharusnya cewek yang memasak tertangkap oleh telinga Nayeon.

Ramyun buatan Jungkook tak ada tandingannya bagi Nayeon. Kalian jangan salah sangka dulu, maknae BTS itu tak pandai memasak sama sekali. Hanya saja Nayeon sangat menyukai ramyun buatannya karena rasanya enak—walaupun menurut yang lainnya tidak. Mungkin karena dibuat oleh seseorang yang spesial, maka rasanya menjadi berjuta kali lebih enak dilidahnya.

Sembari menunggu Jungkook yang tengah bercengkrama dengan perkakas dapur, Nayeon kembali menyibukkan diri dengan ponselnya. Di saat senggang, ia selalu menyempatkan diri untuk menjelajah internet, mencari update berita terkini—baik itu tentang politik, entertainment atau pun lainnya. Lalu iseng-iseng ia mengetik keyword namanya dan deretan artikel terpampang di layar ponselnya.

Bibirnya tersenyum melihat beberapa judul artikel itu, salah satu artikel membuatnya geli.

“Jungkook-ah memang aku beneran mirip Namjoon Oppa ya?” ia berteriak.

“Kata Jimin Hyung sih begitu,” sahut Jungkook dari dapur.

Kemudian dia beralih ke artikel yang lain. Bentuk Hidung Berubah, Nayeon Twice Dicurigai Netter Lakukan Oplas, begitulah judul artikelnya. Ia merengut, kemudian menyentuh hidungnya.

Ngga ada yang berubah deh.” Ia geleng-geleng, tak mau ambil pusing.

Muntah Lihat Tzuyu Aegyo, Nayeon Dikritik Juga Tak Sopan ke Member Twice

“Aku ‘kan ngga maksud seperti itu,” gumamnya sedih, setelah membaca artikel itu.

Makin lama matanya makin panas membaca artikel demi artikel—walaupun ada saja artikel positifnya. Ia tak sengaja membuka artikel tentang grupnya.

Park Jin Young Kritik Konsestan Ajang Menyanyi, Netter: Apa Kabar Twice?

Kritikan Park Jin Young kelihatannya bagus sih, tapi lihat saja anak-anak yang didebutkannya. MR Removed-nya Twice, fyuhh,” kata salah satu netizen.

Nayeon akui memang grupnya pas-pasan dalam masalah menyanyi, bahkan ia sebagai salah satu vokalis utama tidak bisa membantu banyak. Tapi membaca itu semua membuatnya sakit. Bahkan sajangnim-nya ikut tertarik karena ketidakmampuannya. Rasanya perjuangan trainee-nya selama bertahun-tahun menguap begitu saja.

Kenapa ia tidak melakukannya dengan baik? Kenapa ia tidak bisa melakukannya lebih baik lagi? Apa ia belum berjuang dengan keras saat ini?

“Apa yang kamu lihat?” Perkataan Jungkook membuyarkan lamunan Nayeon, pria itu baru saja  meletakan panci yang penuh uap di meja. Nayeon bangun dari posisi tidurannya, memberi space untuk Jungkook duduk.

“Bukan apa-apa,” balas Nayeon lemah.

“Ini dia!” Jungkook mengulurkan sumpit padanya, tapi Nayeon hanya termenung. “Ada apa?” pria itu bertanya lagi.

“Apa aku melakukannya dengan baik?”

Huh?” Jungkook menatap Nayeon bingung.

“Mereka bilang aku kasar, suaraku pas-pasan, wajahku oplas. Aku menyedihkan sekali ya?”

Pria bermata besar itu meraih ponsel Nayeon yang tergeletak di sofa, kemudian melihat-lihat isinya.

“Buat apa sih kamu baca yang begitu?” katanya kesal. “Mereka itu cuma haters, ngga perlu diambil hati.”

“Kadang omongan haters ada benarnya.” Nayeon meraih sumpit, berniat mengambil mie sebelum Jungkook menariknya, mengunci pandangannya.

“Mereka ngga tau kamu yang sebenarnya, mereka ngga tau usaha kamu saat jadi trainee bertahun-tahun, mereka ngga tau betapa kecewanya kamu saat ngga bisa tampil maksimal. Mereka itu cuma haters, yang akan selalu benci apapun yang kamu lakukan, apapun itu alasannya. Haters gonna hate, ok? Jadi jangan pernah dengarkan apa kata mereka, jadikan itu sebagai pacuan bagimu untuk melakukan lebih baik lagi ke depannya dan lebih berprestasi.”

Nayeon tersenyum. Di saat-saat seperti ini ia beruntung memiliki Jungkook. Pria itu selalu menghibur dan menyemangatinya di kala ia sedih. Dia memang kelihatan dingin dari luar atau bahkan introvert, tapi ketika telah mengenalnya lebih dekat akan berbeda—ia jenis orang yang akan menjaga seseorang disekitarnya dan tak akan membiarkannya sedih, walaupun terkadang sangat jahil dan cuek.

“Kenapa kamu jadi bijak begini ya?” Jungkook hanya mengangkat bahu menanggapi perkataannya.

“BTS sudah terlalu sering mendapat ‘begituan’ bahkan saat kami dapat daesang kemarin. Aku sih tak terlalu diambil pusing. Selama aku sudah berusaha dan bekerja keras, pasti akan memperoleh hasil yang baik. Hasil tidak akan mengkhianati usaha, ‘kan? Dan kita harus selalu ingat, di saat ada orang yang mencaci maki kita, ada lebih banyak orang yang akan mendukung dan mencintai kita—apapun keadaannya.”

Nayeon memandangnya penuh takjub, agar heran sebetulnya. “Ternyata uri nochu sudah besar ya sekarang.” ia mengacak rambut Jungkook gemas.

Yaak, aku bukan anak kecil!” protes Jungkook tak terima.

“Masa?”

“Aku sudah legal tahun ini.”

“Terus?” Nayeon harus mengambil kesempatan langkah untuk menggoda Jungkook, pria itu terlihat menggemaskan saat merajuk.

“Jangan memperlakukan aku seperti anak kecil jika tak ingin terjadi apa-apa padamu.”

“Memangnya apa yang bisa kamu lakukan?” tantang Nayeon.

“Kamu sendiri yang meminta ya.” Jungkook menyeringai ganas bak singa yang siap menerkam mangsanya.

Yaak Jeon Jungkook hentikan!”

 

**FIN**

Fyuuuhhhhh

Nochu-ya apa yang kamu lakuin ke mpo nayeon????? :v

Maafin ya admin-nim jarang post ff di mari

Efek sibuk terus akhir2 ini, apalagi udah minggu uas sekarang, tugas juga ngantri mulu tiap minggunya /weekend aja sampe ngga pernah kerasa gara2 tugas/ hikssseu, ini aja ngedadak bikinnya 😀

Hope you like it guys

And last, haters gonna hate, fighting bangtan tuwaiseu!

 

 

Iklan

Satu respons untuk “[Ficlet] Haters Gonna Hate

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s