Crazy

31dd5656cb543bb357bae396fdf83113

cr as picture.

Kim Dahyun ft. Vernon [17]

Slice of Life, AU – Ficlet – G

“Tzuyu bilang, orang yang jatuh cinta itu akan berubah menjadi sinting…”

.

.

.

Tzuyu bilang, orang yang jatuh cinta itu akan berubah menjadi sinting dan malas melakukan apapun. Awalnya aku tidak percaya, mana mungkin ada orang yang lebih pemalas daripada sosok yang benar-benar pemalas ketika jatuh cinta? Pusing, ya? Ocehanku memang kadang susah dicerna oleh orang-orang normal pada umumnya.

Jadi, begini, namaku Dahyun dan umurku baru menginjak angka 17 tahun ini. Tidak ada yang spesial kecuali kenyataan bahwa diriku semakin tua dan beban hidup semakin banyak yang akan ditampung oleh pundakku yang manis ini. Tidak ada protes, ya.

Jadi, kembali ke masalah jatuh cinta. Aku serius tentang tidak percaya akan kemalasan dan kesintingan itu, sampai seorang pemuda bernama Vernon tertangkap oleh netraku saat sedang menari sambil melakukan tarian di ruang latihan.

“Hai, Dahyun,” sapanya begitu melihat presensiku yang berdiri mematung di dekat daun pintu. Ia lantas mematikan tape kemudian berjalan menuju sudut ruangan untuk mengambil air mineralnya.

Tanganku entah kenapa buru-buru merapikan pakaian beserta rambut yang setengah basah akibat latihan menari di ruang sebelah. Berharap bau keringatku tak sampai tercium oleh Vernon di sudut sana. Sungguh, aku ingin mengumpat dalam hati, aku ini sebenarnya kenapa, sih?

“O-oh, hai, Vernon,” balasku setengah gugup.

“Sudah selesai latihan?” Vernon kembali bersuara begitu selesai menenggak setengah botol minumannya. Demi Tuhan dia terlihat semakin tampan!

Aku mengangguk.

“Kenapa diam di sana? Tidak masuk?”

“Memangnya boleh?” dapat kulihat kening Vernon mengerut. Ini memang pertanyaan paling bodoh sedunia. Tempat ini kan tempat latihanku juga, lantas untuk apa aku meminta izin?

“Kenapa tidak boleh?”

“Ya, um, untuk sekedar basa-basi, sih.”

Ya ampun Kim Dahyun! Apa yang ada di otakmu itu, sih? Aku benar-benar mengutuk diri ini. Jantungku tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Mungkin bisa mengalahkan kecepatan mobil yang paling cepat sedunia, atau Kim Mingyu si pelari maraton terbaik di sekolah ini.

Vernon menggelengkan kepalanya lalu tertawa renyah. “Ah, kau ini ada-ada aja. Ayo kemari.”

Meskipun enggan karena aku takut dia bisa mendengar degup jantungku yang kian berisik, mengalahkan suara Senior Seokmin yang senantiasa berteriak kala bel istirahat berbunyi.

Tidak perlu waktu lama, aku kini sudah duduk di samping Vernon. Dengan jarak sedekat ini aku bisa melihat buliran keringat di pelipis, dahi, dan tangannya. Dia tampak semakin tampan kalau aku boleh jujur.

“Tampan, ya.”

“Eh?”

Kurasa aku benar-benar sudah sinting karena mengeluarkan apa yang sudah dipikirkan otakku. Bibir ini tidak bisa apa menyaring yang harus dan tidak pantas untuk dikeluarkan. Ini waktunya kurang tepat, nih.

“Tadi bibirku keseleo. Maaf, ya.”

Vernon mengacak rambutku pelan, membuat rambutku kusut di bagian atas. Kesal sekali, tapi tak bisa kupungkiri bahwa kedua pipi ini sudah memanas. Semoga saja tidak memerah. Kalau ketahuan Vernon kan itu sungguh tidak elit. Bisa jatuh juga harga diri yang sudah kubangun selama ini.

“Pipimu merah.”

Tuhkan, pipiku memerah.

“Dahyun,” suara Vernon kembali mengudara. Aku memandangnya, meminta penjelasan lebih banyak. “Antar aku beli hadiah, yuk? Adikku besok ulang tahun. Aku tidak pandai memilih. Biasanya perempuan lebih tahu apa yang kaumnya sukai, bukan?”

“Kapan?”

“Sekarang, bagaimana? Aku traktir deh pulangnya. Serius.”

Ah, padahal tanpa diiming-imingi traktiran pun aku pasti akan langsung setuju. Kemudian setelah dipikir-pikir, aku akan pergi berdua dengan Vernon. O Tuhan! Bukankah ini mirip kencan? Jadi, aku dan Vernon akan pergi berdua. Ini kencan! Kencan!

“Boleh. Ini bukan kencan, kan?”

Vernon menyeringai. “Kalau mau dibilang kencan pun boleh, kok.” Kedipan dari sebelah matanya pun menyusul, membuat aku sulit meraup oksigen. Rasanya aku benar-benar ingin berteriak saking bahagianya.

Kemudian aku sadar. Orang jatuh cinta emang bisa kelewat sinting.

Dan aku salah satu personil orang sinting itu.

FIN.

a/n: Entah kapan terakhir kali posting di blog ini. Jujur sih masih kurang puas dengan ff ini. Too bad to post in this site. huhu.

ya, jadi, salam sayang dari Tob, xxline.

Iklan

3 respons untuk ‘Crazy

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s