[Ficlet] Say Hi

12376135_1070317379665978_2293560432377383125_n

Say, Hi!” by Mingi Kumiko

[17] Mingyu & [TWICE] Sana General Fluffy Ficlet

Terlalu banyak kisah sedih yang disebabkan oleh perasaan yang tak sempat tersampaikan. Dan aku tak mau menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang bersedih karena tak sanggup mengungkapkan perasaanku. Oleh karena itu aku akan memulainya sekarang. Tak peduli apapun hasilnya, akan tetap kuusahakan.

.

.

[Story #1]

CUPID

Hal yang paling aku benci ialah mendapati tubuhku yang mendadak bergetar hebat – layaknya tersengat aliran listrik  akibat reaksi kimia berlebihan pada hormonku – saat aku tengah dihadapkan dengan pria yang kusukai.

Akhir-akhir ini aku mulai menyadari kalau hatiku telah dicuri. Tapi sialnya aku jatuh cinta pada seseorang yang tak pernah aku duga. Ia-lah Kim Min Gyu, adik kelas yang terpaut satu tingkat denganku.

Aku baru saja dari ruang guru untuk mengumpulkan tugas kesastraan. Saat hendak berjalan menuju kelas, betapa terkejutnya aku manakala sesosok pria jangkung dengan kulit tan-nya yang mengkilat secara tiba-tiba muncul di hadapanku. Aku refleks menghentikan langkah, begitu pula dengannya. Kami saling menghalangi jalan satu sama lain.

Dengan iseng kudongakkan kepala. Entah apa tujuannya, yang jelas aku ingin menatap wajahnya sekilas. Mata kami pun bertemu dan seketika itu juga aliran darahku terasa berhenti. Aku terjatuh begitu dalam oleh sorotan tajamnya. Bibirku mengatup rapat, berlagak kikuk bak monumen pajangan.

Apa yang sebaiknya aku lakukan? Kini pria yang kusukai berada tepat di hadapanku. Haruskah aku menyapanya? Oh tidak, mana mungkin aku dengan mudahnya merelakan image gadis introvert dengan penuh keanggunanku hilang begitu saja? Tapi ini kesempatan emasku untuk, yah, setidaknya sekali saja aku ingin memberanikan diri untuk memulainya terlebih dulu. Aku ingin tidur dengan nyenyak dan mendapatkan mimpi yang manis.

Hanya sekedar menyapa, si Mingyu itu tak akan mungkin dengan mudahnya menganggapku gadis agresif, ‘kan? Setelah diam-diam menarik napas secara perlahan, aku pun mengumpulkan keberanian untuk memulai sebuah langkah kecil yang berkemungkinan besar menjadi awal dari kisah cintaku. Tanpa perlu menundanya lagi, segera kukatakan,

“Hai, dek Mingyu.”

 

 

[Story #2]

EYE CONTACT

Nampaknya hari ini aku tengah dirundung sial. Permainan UNO yang biasanya dapat dengan mudah aku taklukkan mendadak saja terasa memuakkan dan membuatku mau tak mau harus menelan pahitnya kekalahan. Alhasil, sekitar 1,5 liter air harus aku teguk selama permainan – perlu kalian tahu kalau sanksi bagi yang kalah bermain adalah meminum air.

Setelah permainan selesai aku pun bergegas ke kamar mandi untuk mengosongkan kantung kemih yang dipenuhi urin.

Aku berjalan menuju kelas seusai menyelesaikan urusanku di kamar mandi. Dengan tangan yang tersampir ke dalam saku, aku melangkah penuh percaya diri sambil bersiul ria. Namun langkahku tiba-tiba terhenti ketika aku hampir menabrak seseorang tanpa sengaja. Gadis itu mendongak sesaat sebelum aku secara refleks meminta maaf.

Mata kami bertemu. Seolah terpengaruh oleh mantra sihir, kedua manikku begitu berat untuk beralih dari sepasang iris kecoklatan yang indah di hadapanku ini.

Aku mengenali gadis itu. Dia adalah Kak Sana. Senior yang pernah menitipkan permen marshmallow kepada Seokmin untuk diberikan padaku. Ia juga yang pernah meminta tolong Minghao untuk menyampaikan salamnya untukku. Kalau boleh sombong, sih, sepertinya dia menyukaiku. Katanya aku mirip dengan aktor Thailand favoritnya. Entah siapa namanya aku lupa, Ji.. rayu.. Longmanhee? Laongmanee? Apapun itu, pokoknya begitulah.

Terlihat jelas pancaran kegugupan yang tersirat dari sorot matanya. Tapi jujur saja, dia terlihat begitu imut dengan wajah kikuk itu.

Aku tak tahu sampai kapan momen bersitatap ini berlangsung, namun tampaknya kami sudah saling berpandangan cukup lama. Hingga sebuah kalimat sederhana yang nampaknya sudah lama ia tahan di kerongkongan terlontar begitu saja,

“Hai, Dek Mingyu.”

Bibirku menyeringai, tersirat segelintir rasa kepuasan dalam benakku yang tak kuketahui apa alasannya. Aku menimpalinya tanpa ragu,

“Hai juga, Kakak Cantik.”

 

END

Thanks buat yang udah mau baca, jangan lupa beri kritik, saran, dan pesan kalian ya… terima kasih ^^

Iklan

10 respons untuk ‘[Ficlet] Say Hi

  1. WHY AHAHAHAHAHAHA MBALEL DAKU PAGI PAGI SUDAH MERINDING DISKO BACA INI HUAAA MZ MINGYU GILS, JADI KEINGET DULU PAS SMP AKU PERNAH SUKA ADEK KELAS TERUS TAK SAPA DIA LANGSUNG SENYUM ITU HUAAAAAA SURGA DUNIA :”))))) DAN KEBETULAN DIA MIRIP MINGYU LAGI YHA SUDAH MELAYANG JIWAKU :”) /apasidon/

    Disukai oleh 1 orang

    1. Yahh gimana, cowo kalo udah tau ada yg naksir pasti kepalanya langsung gede dan jdi sok kegantengan wkwkwk
      Hahahaha semua bahasa author itu keren kok kak asal tetap mempertahankan ciri masing2 ehehh,makasih udah baca dan komen ^^ salam kenal

      Suka

  2. Kalau boleh sombong, sih, sepertinya dia menyukaiku.
    Mas Mingyu cenayangkah? Tau aja mbak Sana menyukaimu :3
    Ku yakin Sana makin melting dan gugup disaat bersamaan setelah disebut “kakak cantik”😂😂 /jadi ingat adek kelas cowok yang ga kenal mendadak centil manggil ane “kakak cantik”/

    Disukai oleh 1 orang

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s