[Ficlet] Cura te ipsum!

untitled-1

©syongbaby.

Jihyo & Chaeyoung | also mentioned TWICE member | Comedy Family | Ficlet | PG-13

urusi dirimu sendiri!❞

▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  

Mentari telah diusir gulita sementara cahaya elektrik dari rumah ke rumah mengambil alih peran penerangan. Pekerja non-lembur yang lelah agak berebut keluar meski tak sampai menimbulkan kehebohan, dan di antara mereka, Jihyo mengambil sedikit porsi dengan tampilan urakan. Pegawai negeri memang sibuk, batin Jihyo, untung saja lembur kali ini bisa dibatalkan.

Pintu rumah sudah di depan mata, kelibatan bayangan mandi air hangat dan tidur sudah membuyarkan konsentrasi barang menit-menit terakhir. Jihyo lebih memilih mereka, tentu saja, jika dibandingkan tambahan upah atas lembur–dia masih sayang dirinya sendiri.

Sayangnya mimpi sebatas angan. Menyentuh pintu kamar saja tak sampai ketika adiknya, Chaeyoung, sudah keburu menghambur sebelum akhirnya menarik ia keluar rumah seraya berseru, “Kak, aku lupa beli bahan buat tugas kelompok!”

“Lalu apa?” Langkah berhenti, tangan terhempas paksa. Dengan muka ogah-ogahan, manik Jihyo menilik sepasang iris Chaeyoung risih. Lalu, melanjutkan, “Aku capek!”

Kaki kiri Chaeyoung mengetuk irama cepat, gestur tak sabar yang dirasa sudah tak mampu menunggu hanya untuk menjelaskan. Alih-alih menuruti kemauan, Chaeyoung sadar diri dan bersuara, “Cuma kakak yang mau antar, maybe.”

“Chaeyoung sayang,” kata Jihyo dengan suara sok lembut. “Kamu punya tujuh kakak; semua punya id card dan sim, atau Tzuyu yang mau kau suruh-suruh. Kenapa harus aku? Kenapa harus pegawai negeri yang malang seperti aku, huh?”

“Karena barang yang harus dibeli cuma bisa dibeli oleh kakak,” aku Chaeyoung bernada sendu.

Wait.” Jihyo merebut jeda. “KAMU DI SURUH BELI ROKOK ATAU ALKOHOL!?”

Hilang sudah ketidaksabarannya, kini gadis tujuh belas tahun itu barangkali mesti menjelaskan banyak hal, meski begitu ia sempat memutar sepasang mata malas. Menghabiskan waktu untuk berdebat dengan Jihyo bisa membuat Tzuyu lulus sekolah duluan–atau mungkin lulus S1 bahkan. Maka, untuk menghindari kekacauan itu ia mengatakan, “Bukan.”

“Lalu?”

Putri gagal-bungsu itu menghela nafas, “Sebenarnya cuma kak Jihyo yang punya uang banyak ‘kan? Lagian kalau kakak keburu mandi kayak kakak-kakak yang lain, nanti pakai alasan ‘sudah mandi’dan nggak jadi lagi. Makanya, buruan jalan!”

Dan Jihyo tak sempat menginterupsi selama adiknya berujar sebelum akhirnya ditarik kembali seperti sedang diseret. Butuh beberapa detik sebelum kalimat tersebut  dicerna dengan baik dan kesadarannya berfungsi kembali. Seperti ada yang tak beres. “Punya uang banyak ya?” gumamnya.

Tanggal berapa ini?

“Urusi dirimu sendiri, Chaeyoung! Ini masih awal bulan dan jangan bohong soal uang sakumu habis! Pakai uangmu!” Begitulah sampai akhirnya Jihyo kembali menuju rumah dengan langkah besar-besar bersama rasa dongkol menjadi beban, meninggalkan Chaeyoung yang berdiri terpaku tanpa mampu mencegah.

“KAK JIHYO JAHAT!!”

▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  

    halooo! kambek nih! hihi<3

Iklan

2 thoughts on “[Ficlet] Cura te ipsum!

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s