[Ficlet-Mix] Way Back Home

wbh

©2016, syongbaby

Chou Tzuyu&Kim Dahyun [Twice] | Kim Mingyu [Svt] | Sanha [Astro]

Harpot!AU School-life Comedy | Teen n Up

[Of a Spell]

**

#1 Alasan Sebenarnya

Tzuyu masih tak mengerti dimana letak membahagiakannya pulang ke dunia tanpa sihir. Untuk apa harus bersusah payah bergerak jika punya sihir yang mampu memindahkan barang? Lebih baik mengayunkan sihir dan taraaa, kau bisa makan dalam kamar tanpa harus pergi ke dapur.

Itu alasan pertama.

Alasan selanjutnya adalah jikalau ia tak pulang, asrama hanya dihuni oleh dirinya. Melamun sendirian di depan perapian, barangkali tertidur di perpustakaan, atau mengambil resiko bertemu anak Slytherin di lorong. Tentu saja, pulang ke dunia nyata menjadi pilihan terbaik meski tak terlalu baik.

Maka, Tzuyu dengan malas mengambil koper—eh, dimana?

Sesuatu jatuh–sebuah kertas. Demi mendramatisir suasana,mari bayangkan sebuah petir menggelegara kala kata terakhir usai ia baca.

Kau tidak pulangkan? Kopermu kupinjam ya!

Sincerely, Dahyun.

. Terlalu malas, Tzuyu sampai tak mampu mengumpat.

 

 

#2 Pahit dan Kecut

Tak ada jalan lain selain pulang tanpa membawa apapun. Menahan kesal sembari memakan coklat pahit lamat-lamat adalah pekerjaannya kini—“ini seperti rasa hidupku,” pikirnya. Berdiri bak patung guna menunggu kereta selanjutnya, pun stasiun tak seramai saat ‘pulang kampung’ gelombang pertama.

“Ketinggalan kereta pertama atau apa?”

Huh? Tzuyu menoleh ke kiri, seorang cowok nyaris seumuran tengah mengerutkan dahi. Dia Sanha, adik kelas yang tak pantas di sebut adik kelas. Mana ada anak seumurannya memiliki tinggi diatas 180cm? Dia itu mutan atau apa?

“Kehilangan arah hidup,” jawab Tzuyu sekenanya. “Ngapain disini, pergi sana!”

“Memang di stasiun mau apa lagi? Naik pesawat?”

Seharusnya Sanha tahu kalau Tzuyu sedang menikmati kepahitan hidup dan enggan diberi sepercik kekecutan candaannya. Namun, namanya juga seorang Sanha—pasang muka tebal saja, kawan! Dia tak mengerti sinyal diamnya seorang perempuan. “Kakak nggak mau nanya aku lagi apa?”

Tzuyu hanya diam.

“Kuberi tahu ya,” ia nyengir  “tentu saja menemani kakak kelas cantik kayak kak Tzuyu ‘lah!”

Memang tak ada reaksi dari ekspresinya. Tahu-tahu saja, “Petrificus Totalus,” dan Sanha langsung bungkam.

 

#3 Lewat sajalah!

Ada lagi masalah; si Tuan Slytherin, Kim Mingyu.

Berada dalam radius lima meter, bersitatap dengannya sembari memasang raut bingung. Kalau Tzuyu benar, mungkin dalam pikirannya adalah ‘ini pasti bocah yang menyihirku sebulan yang lalu,’ sebelum akhirnya balas menyihir.

Tzuyu mencoba pasang raut polos sebelum melewati kakak kelasnya, berharap cemas tatapan elangnya tak mampu membuat sebuah lubang di tubuh. Memegang erat tongkat, ia memberanikan diri mulai berjalan.

“Kau,” mati aku! “cantik ya.”

Tungkainya beku, pipinya bersemu.

“Tapi kenapa hobi menyihir orang tidak bersalah?”

Grapp.

“AMPUN KAK, SAAT ITU AKU SALAH UCAP SAJA!” Chou Tzuyu meronta heboh dalam genggaman erat Kim Mingyu pada lengannya. Penumpang lain memerhatikan bahkan sampai ada yang menyembulkan kepala dari ruangan paling ujung.

Mingyu yang tadinya ingin berkenalan jadi bingung juga.

“Lho, jadi kamu yang menyihir saya bulan kemarin?”

“Hah?”

“Yang saya bicarakan ‘kan soal Sanha tadi,” Wajah bingung sedikit panik berganti dengan tawa lepas.”Oh, jadi kamu yang selama ini saya cari. Ternyata kamu benar-benar hobi menyihir orang ya, Cantik?”

**

Too long to be drabble, too short to be ficlet. Kubingung jadinya.
sibuk dan nyaris wb, maapkan jadi bikin series ini T.T
dan maapkan pula soal poster hehe
chuu~
Iklan

5 thoughts on “[Ficlet-Mix] Way Back Home

  1. huwaa sebenarnya udah baca beberapa hari yang lalu tappi lupa komen wkwk,
    btw ini, akhirnya ada sequelnya, ampe nangis aku nungguinnya*alaymodeon
    keren ih sumpah, suka banget, bakal ada sequel lagi gak?

    Suka

  2. Lucuuu, ya ampun Sanha ngapain kamu goda2in cewek cantik cem Tzuyu gituu naaak :’3
    langsung di sihir kan kamuuu, godain nuna aja sinii…!
    Bahasanya ringan dan ngalir bgt, sukaaa….

    Koreksi dikit yaa ^^
    ‘resiko’ seharusnya ‘risiko’

    keep writing 😀

    Suka

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s