[Drabble] Sibling

YutaMomoHina

[Drabble] Sibling

By Fafa Sasazaki

NCT Yuta, Twice Momo, SMRookies Hina

AU, Rate T, Family

Also posted in my own blog : http://www.fafasasazaki.wordpress.com

.

.

.

Yuta keras kepala.

Dilangkahkan lagi kakinya menuju pintu depan namun tak urung lengannya ditahan oleh gadis berambut warna coklat yang tak lain adalah adiknya.

Oniichan.” Panggilan penuh penekanan itu membuat Yuta menghela napas, lalu kepalanya menoleh ke arah kanan di mana matanya beradu dengan manik sang adik.

“Momo, lepaskan. Aku tidak bisa lama-lama.”

“Kenapa Oniichan tidak membiarkan aku saja yang melakukannya? Perhatikan kondisimu seperti apa.”

Momo ikut keras kepala. Dia tidak habis pikir kakak laki-lakinya itu nekat keluar padahal jelas-jelas kondisi fisiknya sedang tidak baik. Jadi bukankah wajar kalau dia yang menggantikan tugas sang kakak?

“Karena aku tidak mungkin menyuruhmu. Aku tidak ingin menanggung resiko kalau kau yang keluar. Tenang saja aku tidak akan lama.”

“Ck.”

Sampai di sini sepertinya emosi Momo mulai muncul. Kapan pun dan dengan siapa pun jika sedang adu mulut begini gadis itu tidak bisa menahan kesabaran lama-lama. “Kenapa?! Kenapa Oniichan selalu tidak bisa mempercayaiku untuk masalah ini?! Aku mohon sekali ini saja kau mendengar ucapan adikmu! Lihatlah Hina! Apa kau tega melihat raut menderitanya gara-gara dirimu?!”

 

Tepat saat itu seorang gadis baru saja keluar dari kamar mandi. Yuta sedikit menajamkan mata sewaktu memandang bungsu dari keluarga mereka dan mendapat balasan tatapan datar yang memang selalu ditampakkan Hina.

Oneechan, Oniichan. Kalian berisik.”

Tanpa berniat menjadi penengah, Hina berjalan menuju kamar sembari mengeringkan rambutnya.

 

Tatapan Yuta masih saja mengawasi Hina sampai pintu kamar tersebut tertutup dan Hina menghilang di baliknya. Setelahnya iris pemuda itu beralih pada Momo di sampingnya, kemudian beralih lagi pada pintu kamar Hina.

 

“Berlebihan,” desis Yuta menanggapi tuduhan Momo padanya.

“Tapi tidak biasanya dia mengabaikanku,” balas Momo. “Sudahlah, biarkan aku saja yang pergi.”

“Tidak.”

“Iya.”

“Tidak.”

“Iya.”

“Tidak.”

“Baiklah, Oniichan. Kau membuatku terpaksa melakukan ini untuk menghentikanmu .”

“Apa?”

Posisi tangan Momo yang masih bertaut di lengan Yuta, dengan sigap memudahkan gadis itu menguasai pergerakan Yuta dan merebut benda yang sedari tadi digenggam sang kakak di tangan lainnya. Sekejap Yuta langsung melebarkan mata, tanpa bisa mencegah kaki cepat Momo yang melesat ke arah luar, yang sebelumnya sempat salah memakai sandal Hina saat di genkan.

.

.

.

“Yo! Oniichan, doakan aku ya!” Dengan pose semangat Momo berteriak, detik selanjutnya dia sudah menghilang di balik pintu.

Tanpa tahu kalau kakaknya komat-kamit tidak jelas menatap kepergiannya. Yuta hanya berharap kalau Momo kali ini benar-benar bisa menggunakan pikiran warasnya saat–

 

— belanja bahan makanan. Tanpa terhasut godaan-godaan penjaja makanan yang sebenarnya tidak perlu dibeli. Mata adiknya satu itu memang selalu jelalatan apabila melihat makanan enak.

.

Fin

Iklan

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s