[Ficlet] A Dainty Morsel

a-dainty-morsel

A Dainty Morsel

by twelve

Son Chaeyoung; Kim Mingyu

<550 words (ficlet); late 20’s!AU, romance, fluff

.

Bagi Kim Mingyu, ini adalah profesionalitas dalam membuat kue sekaligus totalitas untuk merempuh pintu hati Son Chaeyoung. Tentu saja dengan menggenggam sisa-sisa dobrakan minggu lalu yang dibiarkan berantakan sebagai jaminan.

Tidak mau peduli deh dengan titel ‘Istri Orang’ itu. Persetan.

.

Ceritanya, after story dari Of A Stare, A Beautiful Girl, and A Smile

.

Reading this while listening to Mood Indigo by CHEEZE is recommended!

~.~

🎶 But I’ll still wonder who you are

I just want to hug you now

(CHEEZE – Mood Indigo)

.

Mingyu berpikir bahwa Son Chaeyoung adalah seorang guru karena melihatnya menggiring anak-anak kecil masuk ke gerbang taman kanak-kanak di suatu jalan pada hari Jumat. Namun, ketika ada pria lain yang merangkul bahu si Perempuan Son sementara melambai-lambai pada anak perempuan kecil berkuncir dua, Mingyu terburu-buru menginjak pedal gas tanpa mau tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Entahlah.

Tahu-tahu Mingyu menyandangkan Son Chaeyoung titel ‘istri orang’ tanpa pikir panjang.

Biarpun begitu, si Lelaki Kim tetap gigih menaburkan sisa-sisa dobrakan si Perempuan Son minggu lalu di acara reuni pada kue madeleine[1] pesanannya. Mungkin ini adalah sesuatu yang disebut profesionalitas berbalut maksud terselubung. Bahkan, bentuk totalitas Mingyu tunjukkan dengan mengantar sendiri nampan tersebut ke meja nomor 12.

Katakanlah ini sebagai kejutan karena Son Chaeyoung, si Istri Orang, sungguh dibuat kaget sampai matanya nyaris menggelinding keluar.

“Senior Kim?”

Mingyu mengulum senyum, ramah.

“Hey, Son. Apa kabar?”

Chaeyoung tertular senyum Mingyu yang senang mengetahui ada binar bintang di mata sang Istri Orang begitu saling bertubrukan dalam tatap. Sekali lagi, Chaeyoung itu cantik—bahkan sekalipun dengan rambut dicepol asal.

“Baik. Kamu?”

“Tentu. Aku juga.”

Demikian sering mendengar nama restoran Athamas[2] bukan berarti membuat Chaeyoung otomatis tahu kalau pemiliknya adalah Kim Mingyu. Dan lucunya, Mingyu sampai tertawa karena Chaeyoung menebak Lelaki Kim yang baru menghidangkan secangkir teh dengan piring kecil kue ialah pekerja paruh waktu.

Sehingga si Perempuan Son yang Mungil benar-benar merona karena malu, sementara Mingyu menyesal tidak punya kamera di tangan untuk mengabadikan momen tersebut.

Sayangnya, setelah itu mereka hanya bertukar sapa bersama senyuman sebagai bentuk sopan santun sebelum kembali ke aktivitas masing-masing. Mingyu tidak pernah berpikir untuk bertukar nomor telepon pada kesempatan itu—duh, bertemu Chaeyoung benar-benar membuat Mingyu lupa segalanya. Ia baru tersadar kala seorang pegawai dari bagian kasir menemuinya saat restoran tutup.

Hubungi aku kalau kamu sudah tahu kita harus bagaimana.

Selembar tissue dengan wangi khas restoran dinodai remah-remah kue madeleine serta bekas mengelap bibir berlapis lipstick merah. Sudah tertebak, Chaeyoung adalah pengirimnya.

Dan selepas kejadian itu, Mingyu benar-benar dikuasi oleh perdebatan mengenai menghubungi Son Chaeyoung atau tidak. Tidak paham pula apa yang mesti dilakukan setelah itu—mungkin mereka akan pergi kencan ke taman ria seperti anak remaja atau sibuk melancarkan gombalan-gombalan bak pasangan dimabuk cinta.

Akhirnya Mingyu pun menyerah pada minggu ke-8. Tombol send ditekan berbarengan dengan pesanan Son Chaeyoung tiba di meja. Getarnya sampai membuat si Anak Perempuan Kecil terkejut dan tertawa setelahnya, diikuti Chaeyoung.

Son Chaeyoung, aku sudah tahu kita harus bagaimana.’

Delapan puluh detik kemudian dilewati dengan penuh ketegangan. Setiap huruf yang Chaeyoung ketik telah dipilih dengan sangat hati-hati dan mampu membuat Mingyu nyaris lepas kendali.

Senior Kim, aku pun tahu apa yang kamu khawatirkan.

Karena Chaeyoung duduk di lantai satu dan tahu kalau Mingyu memandangnya dari balik mesin kopi sambil harap-harap cemas, terlihat jelas bagaimana jemari kurus si Perempuan Son itu polos tanpa kilau-kilau menyakitkan begitu teracungkan di udara.

Mingyu menarik napas panjang lalu mengembuskannya dengan kepalang antusias bersama senyuman.

Itu melegakan. Aku ingin segera mencari cincin untuk menikahimu.

Terima kasih. Aku akan sangat senang.

Dengan begitu, Mingyu tidak menyesali gerakan tidak mau pedulinya akan titel ‘Istri Orang’ yang bahkan dilabeli oleh ia sendiri. Toh, label itu telah musnah karena Son Chaeyoung adalah orang yang bertanggung jawab: mau saja memunguti sisa dobrakan minggu lalu dan membentuknya jadi pintu lagi. Berdalih takut ada orang yang masuk, jadi pintu harus ditutup. Begitu, ‘kan?

.

🎶 Only great things will happen to us everyday

Just like your sweet smile

I would no longer worry about our days

I just want to hug you now

(CHEEZE – Mood Indigo)

.

—Kkeut.

~.~

Glosarium

Kue Madeleine[1]: Semacam kue kering gitu.

Athamas[2]: Nama lain dari bintang ‘Aries’ yang merupakan zodiaknya Mingyu (LOL)

~.~

Author’s Note:

Sebenernya ini agak kurang nendang.

Aku kepikiran ide ini udah lamaaaaaa banget. Semenjak fiksi sebelumnya rilis, langsung kepikiran gitu deh. Aku harap ini enggak membosankan sih, soalnya aku kebanyakan mikir buat A Dainty Morsel ini. Aku juga kebanyakan takutnya deh. Takut ini keluar dari karakter Chaeng dan Mingyu dari Of A Stare, A Beautiful Girl, and A Smile (well, karakter Chaeyoung kurang nendang di sini). Makanya proses pengerjaan sampe lebih dari tiga hari.

Terus, tadinya mau aku buat dua bagian gitu. Mau aku cut di bagian tissue. Tapi dipikir ngeselin juga kalo kayak gitu: gantung gak jelas gitu sih. HEHE.

Yaudah deh.

Eh. Kalo penasaran A Dainty Morsel itu apa sih? Aku mendefinisikannya sebagai gigitan terakhir yang enaakkk banget. Kayak lagi makan es krim, dainty morsel adalah bagian coklat yang ada di ujung cone-nya itu loh—tidak sebut merk ya gengs! ((lah)) Nah, fiksi ini dikasih judul begitu soalnya merupakan bagian akhir yang akan diggigit pembaca. Begitchu.

Enggak tahu juga ngapain aku ngejelasin itu. LOL.

Pokoknya terima kasih sudah mau baca!

See you when I see you

Twelve.

P.s Selamat! Besok Senin udah sekolah lagi. Ketemu dede gemes deh

Iklan

8 thoughts on “[Ficlet] A Dainty Morsel

  1. Jadi Mingyu dengan modal nekat dirimu sanggup menikahi gadis yang kamu pikir istri orang 😆 oke fighting lah mingyu
    Semoga oh semoga itu cuma kesalah pahaman kamu dan Chaeyoung masih berstatus belum menikah saat kamu mendapatkan cincin nanti 😆

    Suka

    1. HUHUHU CHAENGYU. Aku udah gatel pengen nulis Chaengyu lagi tapi belum ada ide yang bagus- dan agak mustahil buat bikin gak ficlet, aku susah nulis panjang-panjang. T___T
      Of course you can! Ayo ngantri minta tanda tangan 😀 /winks. ((SLAPPED))

      Thank you udah baca dan udah kasih komen! 💞

      Suka

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s