[FICLET] I was The Main Character

credit to @rcokchaeeun di twitter! <3
credit to @rcokchaeeun di twitter! ❤

I was The Main Character

by twelve

Chou Tzuyu

+ Son Chaeyoung; Kim Mingyu

<600 words (ficlet); late 20’s!AU, romance, hurt/comfort

.

Inilah dia, Chou Tzuyu, sang Pemeran Utama Berwatak Baik Hati dan Wajah Rupawan milik kita semua.

Namun sayangnya, ini adalah kisah Son Chaeyoung. Sudah sepatutnya sang Teman Seperjuangan bertukar posisi jadi pemain utama, bukan pemeran pembantu lagi.

.

Adalah sekelumit sudut pandang lain dari cerita Of A Stare, A Beautiful Girl, and A Smile.

~.~

🎶 And my hopes, they’re high, I must keep them small

Though I try to resist I still want it all

(Troye Sivan – Fools)

.

“Ada reuni akbar SMA Seni Hanlim, Bu!”

Idiot. Idiot. Idiot. Bagaimana bisa aku lupa?

Tzuyu kepalang panik. Berteriak pada ibunya adalah hal yang ia lakukan begitu Chaeyoung bertanya jam berapa ia akan berangkat lewat telepon. Dan bodohnya, Tzuyu menjawab pukul setengah tujuh dengan sangat mantap padahal jam sudah menunjuk angka enam.

“Ibu masih menyimpan gaun yang itu tidak?”

“Ibu ada jepit rambut?”

“Kalau kalung-kalungan gitu di mana ya, Bu?”

“Sepatu yang waktu itu kita beli di mana, deh?”

“Bu?”

“Bu?”

“Bu?”

“Astaga.” Mama Chou menyumbat telinganya dengan jari. “Pakai apa sajalah yang kau temui. Toh, anak mama ‘kan sudah cantik dari sananya.”

Benar kata Mama Chou.

Semua mata langsung tertuju pada Tzuyu begitu pintu masuk terbuka dan dirinya muncul dengan napas ngos-ngosan. Terlambat dua puluh menit, memakai sepasang heels yang nyaris patah sehabis dibawa berlari, namun tentu tetap sambutan hangat didapat: cantik dan baik hati tentu saja merupakan faktor utama semua orang bersikap begitu.

Ini adalah kisah Son Chaeyoung, sudah semestinya spotlight diarahkan pada teman seperjuangannya. Namun para pemilik mata di dalam ruangan justru malah memberikan Tzuyu harapan kosong lewat tatapan.

Sekali lagi, Chou Tzuyu diperlakukan bak sang Pemeran Utama, bahkan di kisah orang lain.

Tzuyu sudah biasa dengan situasi seperti ini, omong-omong. Bagaimana setiap orang menyorotnya dengan banyak perhatian: entah mereka tulus atau semata-mata ingin naik kasta. Yang jelas Tzuyu tahu, dalam posisinya sebagai si Pemeran Utama Berwatak Baik Hati dan Wajah Rupawan, ia harus menerima semua perlakuan dengan tetap rendah hati bersama senyuman.

Seperti saat ini.

Kalau boleh jujur, setiap tawa yang dibagi dengan sekelompok manusia yang bahkan namanya tidak ia hapal di pintu masuk adalah bentuk formalitas semata. Namun, begitu menemukan Chaeyoung memeluknya erat-erat, Tzuyu telah menemukan ketulusan serta titik nyaman lagi dalam pesta ini.

“Aku pikir kau tidak akan datang,” Chaeyoung memegang lengan Tzuyu di kedua sisi. “Bagaimana bisa kau terlambat begini, huh, Pemeran Utama? Aku sempat khawatir pesta tidak akan dimulai kalau kau belum datang.”

Demikian Chaeyoung menggodanya, dibalas gelak tawa Tzuyu.

“Oh ayolah!”

Kemudian mereka tertawa lagi, bersama-sama, bukan formalitas belaka.

Dan saat itulah ada yang berubah.

Tak sedikitpun terlintas dalam benaknya bahwa satu penyumbang sinar paling terang akan berpaling darinya. Tanpa basa-basi, Pemilik Marga Chou itu langsung gencar mencari sang Pengkhianat.

Itu adalah Kim Mingyu, memerhatikan Son Chaeyoung dengan seluruh fokus tertumpah sampai-sampai tidak ada satu detik pun terlewatkan lewat berkedip.

Tentu saja.

Tzuyu tersentak pada kenyataan—entah ia harus berterima kasih atau justru memaki-maki Kim Mingyu.

Ini adalah kisah Chaeyoung, dan sudah sepatutnya si Teman Seperjuangan bertukar posisi jadi pemain utama, bukan pemeran pembantu lagi.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tzuyu bukan lagi sang Pemeran Utama. Parahnya, tatapan Kim Mingyu seolah mengisyaratkan akan kehadiran Chou Tzuyu tak lebih daripada seorang pemain pembantu dalam kisah mereka.

Benar-benar tamparan telak bagi Tzuyu, juga sakitnya bukan main. Namun dengan begitu, Tzuyu masih harus memainkan perannya dengan baik sekalipun sebagai pemeran sampingan.

“Hey, Son Chaeyoung. Kau mau dengar gossip terhangat tidak?”

“Apa?” Chaeyoung sibuk menilik kue, sementara Tzuyu menarik napas dalam-dalam sebelum bicara.

“Senior Kim Mingyu naksir kamu.”

“Hah?” jeda kaget sebentar. “Enggak lucu deh bercandanya.”

“Betulan kok!”

Melihat rona merah malu-malu tapi maunya Chaeyoung membuat Tzuyu berdenyut perih.

Semacam Tzuyu akan menonton ulang drama Descendant of The Sun di bagian Kapten Yoo Sijin meninggal nanti sesampainya di rumah. Jadi, ia akan meneriakkan ‘filmnya sedih sekali, Bu!’ kalau-kalau Mama Chou keheranan dengan lautan tissue di ruang tengahnya.

Benar. Itu adalah yang terbaik.

Yang terpenting Tzuyu telah menunaikan tugasnya sebagai pemeran pembantu berwatak suka mengalah dengan sangat hebat.

.

🎶 Only fools fall for you, only fools

Only fools do what I do, only fools fall

(Troye Sivan – Fools)

~.~

Author’s Note:

Oke, oke. Aku tau ini bukan masterpiece. Ada beberapa bagian yang terkesan dipaksakan juga sih. Sebenernya enggak tega nulis sesuatu kayak gini. Tapi, aku ngerasa perlu nulis ini(?). LOL

Udahlah lupakan.

Aku menulis ini untuk memuaskan penasarannya aku sendiri buat fiksi MingChaeng sebelumnya. HEHE. Mungkin, kalo ‘Of A Stare, A Beautiful Girl, and A Smile’ adalah fiksi berseri gitu, maka ‘I was The Main Character’ adalah chapter filler-nya.

Terinspirasi dari webtoon ‘#Moments’ dan komentarnya Deliadeaa.

Terima kasih banyak bagi yang sudah membaca! Setiap komentar, like, atau apresiasi dalam bentuk apapun akan aku terima dengan senang hati.

Sampai jumpa lain waktu ❤

Twelve.

Ps. Moodboard credit to @rcokchaeeun di Twitter. Terima kasih! ❤

Iklan

15 thoughts on “[FICLET] I was The Main Character

  1. kak, gimana sih caranya buat publish di blognya kayak temen aku si sapphire?

    On Fri, Jul 8, 2016 at 4:49 PM, Twice Fanfiction Indonesia wrote:

    > Twelve posted: ” I was The Main Character by twelve Chou Tzuyu + Son > Chaeyoung; Kim Mingyu hurt/comfort . Inilah dia, Chou Tzuyu, sang Pemeran Utama Berwatak Baik > Hati dan Wajah Rupawan milik kita semua. Namun sayang” >

    Suka

  2. Aku sukaaaaaaa. Dan demi apa saya merasa terpanggil waktu liat author notesnya >.< /ciyom sana-sini/ Tzuyu haus perhatian, waks. Gpp, cewek cakep mah nyantai aja..

    Suka

  3. Aku pikir Tzuyu bakalan ngerasa dunia harus tetap membuatnya menjadi pemeran utama. Tapi ternyata Tzuyu bijak juga wuuuaaaaaahhhh …. lega aja endingnya kek gitu.
    Awalnya sebel aja sama Tzuyu diawal2 … iya cantik itu emang mengubah segalanya kok…
    Tapi di bagian ending. Cantik itu pilihan dan ga semua orang bisa dapet (walaupun standar cantik itu relatif. Tapi kebanyakan berpikir cantik itu ya itu, makanya kita yang gak sesuai standar kebanyak orang berpikir kalau kita gak cantik)
    Tapi dia bisa bijak gitu dan aku jadi berpikir. Cantik atau engga toh sama2 punya hti yang perlu di rawat.

    Ciiiieeee yang suka baca webtoon ciiieee kok samaan. Jangan2 (jeng2) kita JO-DOH? Eh maaap saya mah sudah taken sama Dowoon Day6 sam Yugi GOT7 juga (mendadak sok jual mahal 😂😂😂😂😂)

    Suka

    1. Jahat banget sih Tzuyu kalo kayak gitu. Wkwkwk.
      Betul! Setuju bangrt sama kata kamu yang cantik itu ya itu: jadi opini orang2 tentang cantik itu dasarnya sama.
      HAHAHA. Berarti aku jodoh sama 30308283729+ orang yang baca webtoon juga 😂
      LOH. Suka Day6 juga? :O

      Suka

      1. Hahahaha jadi kita jodoh bersama (Apaan deh… please abaikan saya kaka :’D XD )

        Ho.oo suka semenjak Congratulations dan tambah mewek gegera Leeting Go. Apalagi sama dedek awkward Dowoonie

        Suka

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s