[Ficlet] Not A Good Concert

NOT A GOOD CONCERT copy

©2016 – Tob

Dahyun – Jackson [GOT7]

Slice of Life, AU!Family – General – Ficlet

Dahyun rasa, melakukan konser di halaman rumah bukanlah pilihan yang tepat.

related to Meeting with CousinThank You, Cousin!

 :::

“DAHYUN, TOLONG CABUT RUMPUT DI HALAMAN DEPAN, YA,” teriak ibunya dari arah dapur.

Gadis yang diteriaki lebih memilih untuk merebahkan diri di kasur dengan wajah yang ditutup oleh bantal. Selimut masih setia membungkus tubuhnya, bahkan ruangannya pun masih gelap dan si empunya kamar pun tak berniat untuk membuat kamarnya menjadi terang.

Tok. Tok. Tok.

Kali ini pintu kamarnya yang bersuara. Sekon berikutnya sebuah suara menyusul.

“Dahyun, bibi bilang cabut rumput di halaman depan.”

Itu suara Jackson, tentu saja. Lelaki itu terus mengetuk-ngetuk kamar Dahyun, tidak berniat berhenti sampai suara di dalam ruangan tersebut memberikan lampu hijau.

“Dahyun, cepat!” bahkan kali ini Jackson sudah membentak.

Tak ada gerakan yang dilakukan Dahyun. Gadis itu masih setia dengan kenyamanannya, bahkan kelopak matanya pun masih terpejam rapat. Kendati rungunya sudah mendengar kerusuhan di luar kamar.

“Vernon sedang mencuci mobil ayahnya, loh!”

Telinga Dahyun lebih tajam dari telinga siapapun. Apalagi ketika mendengar nama “Vernon” keluar dari bibir si Sepupu. Matanya terbuka sempurna, bantal dilempar, selimut disibakkan, dan tungkainya pergi menuju kamar mandi meski sesekali tertabrak benda karena penerangan di dalam yang jauh dari sempurna.

“Sebentar lagi aku ke lapangan!”

Jackson yang berada di luar kamar tersenyum licik. Usahanya berhasil, terlampau berhasil. Apa lagi yang bisa membuat Dahyun bangun di hari minggu kalau bukan memancingnya dengan nama “Vernon”. Jackson menepuk dadanya, bangga dengan apa yang sudah ia lakukan. Ia memang terlahir genius.

Sepuluh menit telah berlalu dan Dahyun sudah selesai membersihkan diri. Ibunya menaikkan alis kala Dahyun melewati dapur. Bagaimana tidak? Ia hanya menyuruh gadisnya untuk mencabuti rumput, tanpa perlu mandi pun itu sudah bagus. Tetapi apa yang ia lihat? Anak gadisnya bahkan sudah membersihkan diri, mengenakan jumpsuit  berwarna biru dongker dengan rambut diikat satu, dan jangan lupakan parfum yang merebak kala anaknya lewat.

“Kau mau pergi ke mana?”

“Mencabuti rumput. Ibu yang suruh kan?”

Ibu Dahyun hanya geleng-geleng kepala lalu melanjutkan memotong-motong kubis.

 

Halaman seluas 5×3 meter itu dipenuhi dengan berbagai tanaman. Ibu Dahyun menyukai bunga, sehingga tidak aneh jika melihat aneka macam bunga yang di tanam dalam pot-pot kecil lalu di gantung di pinggir pagar putihnya. Selebihnya hanya ada ayunan dan rumput-rumput liar yang tentu saja siap Dahyun cabuti.

Sebelum Dahyun mencabuti rumput, ia menengok ke rumah sebelah untuk menemukan pujaan hatinya. Tetapi yang ia dapatkan adalah adik Vernon yang sedang bermain masak-masakan. Dahyun baru saja akan kembali ke dalam rumah untuk memberi perhitungan kepada sepupunya saat sepupunya sendiri datang dari arah kamar mandi menuju pintu utama.

“Kak Jackson bohong, ya?!”

Jackson mengangkat bahunya. “Tadi aku lihat Vernon benar-benar sedang mencuci mobil.” Jari telunjuk dan jari tengahnya ia acungkan sehingga membuat tanda peace. “Mungkin kau terlalu lama bersolek, jadi Vernon sudah selesai mencuci.”

Tidak terima dengan kenyataan yang diberikan Jackson, Dahyun mengerucutkan bibirnya lalu menggerutu tidak jelas sambil membawa tungkainya menuju halaman. Apa boleh buat, Dahyun tetap saja harus mencabuti rumput.

“Tenang saja, biasanya Vernon akan lewat jam-jam segini.”

Dengan perasaan yang tidak karuan – dominasinya sebal – Dahyun lebih memilih mencabuti rumput dengan asal. Ia memilih bersenandung supaya sebalnya hilang. Jackson sepertinya paham akan kesebalan sepupunya, jadi ia mengikuti Dahyun untuk menyenandungkan sebuah lagu.

Kali ini Dahyun sudah berteriak, tangannya yang menggenggam rumput ia jadikan mikrofon, dan Jackson yang di seberangnya menggunakan sapu lidi yang ada dan merubahnya menjadi gitar.

Terlampau asyik bernyanyi membuat keduanya tidak sadar akan presensi Vernon yang sedang duduk menemani adiknya di halaman dengan ekspresi tersenyum-tertawa-geleng-geleng kepala melihat tetangganya yang sedang melakukan konser. Keduanya baru sadar begitu ibu Dahyun berteriak.

“DAHYUN, JACKSON, KONSERNYA SUDAH DULU, AYO CEPAT SARAPAN.”

Dahyun membersihkan tangannya dari rumput dan Jackson menyimpan sapu lidi di tempatnya kembali. Jackson sudah beranjak duluan karena terlanjur lapar sedangkan Dahyun menepuk-nepuk pantatnya dulu, memastikan tidak ada kotoran yang menempel di sana. Manik Dahyun yang sudah berpindah dari pantat menuju rumah sebelah langsung membulat ketika melihat Vernon berada di sana melambai-lambaikan tangannya kemudian berteriak,

 

“KONSERNYA BAGUS SEKALI.” Kedua jempol bahkan diacungkan Vernon.

 

Demi Tuhan, Dahyun ingin menumpuk rumput yang baru saja dicabutnya tadi untuk menutupi wajah. Hancur sudah harga dirinya di hadapan Vernon.

Fin.

Iklan

5 thoughts on “[Ficlet] Not A Good Concert

  1. “Mungkin karena kau terlalu lama bersolek, Vernon sudah selesai”

    WOY HAHAHAHA.

    Jackson ngeselin abis yha sabar Dahyun, nanti aku bantuin kalo mau nyabutin rambut Jackson. NDA. Eniwei ini ena banget dibaca huhu ala-ala family yang ringan, romance juga ringan HUHU KUSUKAAA. Cuma kurangi aja capsnya, terus yang bagian awal, yang teriak ibu dahyun itu, akhirannya jangan pakai koma, tapi pakai tanda seru aja. Itu aja sih, sama kayaknya partikel Si itu pake kapital (Si Sepupu).

    Salam kenal, Gaby 99L di siniiiy!

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hai Gaby! Tob 98line disini.

      Wah, makasih banyak untuk saran-sarannya. Sangat membantu sekali^^

      Selain itu, terima Kasih banyak sudah menyempatkan mampir. Silakan tunggu cerita family ini selanjutnya:3

      Suka

  2. Dahyun sama Jakson ada-ada aja , pake acara konser lagi !! hahaha suka sama ff-nya kak ! oh iyah kak aku readers baru..kak aku punya banyak ff Dahyun ! *berhubung dia bias ku kak* cuman bingung mau post dimana

    Suka

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s