[Ficlet] The Dark Ocean

Yukiharu_nff

[Twice’s]Im Nayeon, [Got7’s] Im Jaebum—Ficlet—PG-17—hurt-comfort, dark, AU!,  fantasy—story line is mine!

cr pict @ Ssugiarti

.
“Kalau kamu bertanya apa aku membencinya? Maka jawaban yang akan kamu terima adalah iya. Bahkan hingga tahap ingin membunuhnya.”
.

Gila memang, bagaimana mungkin aku bisa begitu mengenalmu–bahkan lebih baik dari dirimu sendiri. Kupikir semua yang ada pada dirimu adalah sesuatu yang sangat mengagumkan, tanpa cacat. Kau hidup dalam lingkungan yang nyaris sempurna, kehidupan yang menjadi idaman semua orang.

Hey, aku tidak berlebihan bukan?
Kau tampan, memiliki postur tubuh proporsional, berbakat, baik hati, serta kaya raya. Ah, satu lagi, kau sangat populer dan menawan. Kau memiliki apa yang semua orang inginkan. Hidupmu pasti sangat bahagia, begitu pikirku dulu. Sebelum–

“Kalau kamu bertanya apa aku membencinya? Maka jawaban yang akan kamu terima adalah iya. Bahkan hingga tahap ingin membunuhnya.”

–kalimat itu meluncur dengan mulus, tanpa keraguan sedikit pun. Dari bibirmu.

Jujur saja, aku tergugu. Mana mungkin orang sebaik dirimu memiliki pikiran seperti itu? Aku tahu dunia ini penuh dengan misteri, dan seorang Im Jaebum termasuk di dalamnya. Kamu adalah misteri terbesar dalam hidupku, Jae. Sebenarnya ada sebuah penyesalan yang muncul perlahan dalam hati. Awalnya hanya sedikit, memang. Namun, perlahan tapi pasti setitik rasa itu semakin menggunung. Memenuhi relung hati hingga terasa sesak.

Kenapa aku tidak mengetahuinya sejak dulu?

Kenapa baru sekarang? Kini terlambat bagiku ‘tuk menarikmu kembali. Karena, apalah aku ini yang sempat kau bilang ‘matahari’ dibandingkan denganmu. Sebuah lautan luas tanpa batas dengan kedalaman yang tak terdeteksi.

Kamu terlalu dalam, Jae, omong-omong. Bahkan sinarku tak bisa menjamahmu hingga kedalaman itu. Menyelam lebih dalam bukannya membuatku semakin tahu tentangmu. Tapi malah sebaliknya, yang kudapatkan hanyalah rasa sesak. Lalu tenggelam dalam gelap.

“Kau tahu? Hidupku lebih berwarna dengan kehadiranmu.”
Begitu katamu, kala kita semakin dekat–dulu.

Tahu apa yang kurasakan saat itu? Serasa terbang melayang, ada begitu banyak kupu-kupu yang menggelitik perutku. Karena … sekali seumur hidup, akhirnya aku bisa merasakan bagaimana bahagianya kala eksistensimu begitu berarti bagi seseorang. Padahal aku sendiri tidak diharapkan oleh keluarga ibu dan ayah, hingga harus berakhir di panti asuhan.

Mengenaskan bukan?

Lantas, apa yang harus kulakukan sekarang? Kumohon berhentilah menyalahkan takdirmu yang harus–

“Aku sangat membencinya, Nay.”

“Dendam hanya akan membuatmu tenggelam semakin dalam….”

Jaebum memandangku lekat, matanya merah, ada kilatan amarah hebat yang coba ia tahan. “Tapi, dia sangat keterlaluan. Bagaimana mungkin ia tega membunuh wanita yang kucintai?”

–memiliki ayah seperti itu.

Melihat kondisi Jaebum saat ini membuatku ingin mati saja rasanya–yaa, walaupun kutahu ini adalah pernyataan bodoh dari seorang gadis bernama Im Nayeon, ck. Tak ada lagi binar indah dalam matanya, yang ada hanyalah sebuah tatapan sayu. Setiap hari, kantung matanya kian menghitam serta menebal. Surai legamnya terlihat lepek dan acak-acakan, begitu pula wajahnya yang semakin pucat.

“Apa tidak bosan setiap hari menatapku seperti itu, Nay?”

“Kenapa semuanya harus berakhir seperti ini?”

Jaebum menoleh kearahku, lantas sebuah senyum terpeta pada parasnya. “Jeruji besi bukan masalah besar untukku.”

“Tapi, dia–“

“Seorang bajingan yang sudah sepantasnya menghilang.” Jaebum mengatakannya dengan datar, layaknya psikopat. Tak ada raut penyesalan sedikit pun pada wajahnya. Inikah sisi lain dari orang terdekatku?

Apa benar ini kamu, Jae?

“Aku akan segera datang, jangan pernah lelah menungguku, ya?” Jaebum mengangkat tangannya, mengarahkan jemarinya tepat ke arah wajahku, sepertinya ia ingin menghapus aliran liquid hangat yang entah sejak kapan telah meluncur seenaknya. “Aku ingin kembali menggenggam tanganmu serta memeluk erat tubuhmu. Bisa tetap berkomunikasi denganmu, ternyata tidak cukup bagiku.”

Akhirnya aku hanya bisa menunduk, hal lumrah yang selalu kulakukan tiap kali hatiku terasa sakit kala menyadari sesuatu.

.

.

.

.
Jadi, semua perubahan yang terjadi padamu adalah ulahku?

.Fin.

a/n:

tolong yaa, ini aku pun ga tahu nulis apa. bikinnya pas lagi kesel sama someone yang asdfghjkl -_-

ah, mind to review guys?^^

Iklan

11 thoughts on “[Ficlet] The Dark Ocean

      1. nayeonnya meninggal ya :((

        terus jaebum jadi psikopat gara-gara ada yang bunuh nayeon? /maap otakku agak lemot/

        terus yang nyusul, apakah maksudnya jaebum bakal dihukum mati? /jangan-jangan udah dijelasin tapi mata w ganangkep/

        maap jadi sesi q&a gini (?) keep writing kak ❤

        Disukai oleh 1 orang

  1. jadi maksudnya, nayeon nya mati ya ? terus makanya jaebum jadi berubah gitu, sikapnya dia terus kata kata terakhirnya?

    duhh aku suka konek lemot nih kalo cerita begini, tapi bagus bangettttrrrrr

    keep writing ^^

    Disukai oleh 2 orang

    1. Iyaps, bener bgt. Nayeonnya udah ga ada, cuman Jb ini tetep bisa komunikasi sama dia, indigo gitulaah…
      Dia ini dendam sama orang yg bunuh Nayeon, nah jadinya gitu deeh, hidupnya berantakan. Ceritanya susah dipahami yaa, hehe
      makasih Megu udah mampir dan komen^^
      keep writing jg buatmu 😉

      Suka

  2. Awalnya ak kira yg dimaksud JB itu ibunya, tp ternyata itu Nayeon yah…? Ngeri juga Nayeonnya mati trus si Jb dipenjara ._. Jaebum, insaf nak… Mana dia juga mau jemput Nayeon di alam baka’-‘

    Disukai oleh 1 orang

  3. Bener Zy, jd Nayeonnya udah meninggal nah yg bikin JB berubah selain krn kematian Nayeon jg krn ayahnya yg emang jahat makanya dia jd kyk gitu.
    Trus yg menyusul, itu sih terserah gimana persepsi yg baca yaa hehe…
    Banyak kemungkinannya siih, aku bikin open ending buat akhirnya.
    Thanks ya, Zy udah mampir dan ngasih Q&A buat akuu 😀

    Disukai oleh 1 orang

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s