[Series] Daroms-Aneh

image

DaRomS

Dahyun – Nathan Jeon (OC)

Sad, hurt, idk.

T – Series

Notes : maafkan untuk typo. Imajinasi beradu dengan realita, ekspetasi hanyalah gambaran. Kata pelampiasan, layar pengganti kertas. Bilang bila tak suka, jangan baca lagi bila benci. Ilysm.

Nnafbjnr

.

Hah?

.

Bola basket melompat bebas tanpa kendali. Suara decitannya yang memilukan mengganggu fokus pendengaran dua senior-junior yang tengah bertukar pandang. Perbedaan jenis kelamin tak menyatukan keduanya untuk menjadi sepasang kekasih. Perasaan sepihak yang indah bila di bayangkan setiap malam kini terasa asin bercampur asam kecut. Lapangan basket indoor bukanlah tempat yang cocok untuk bergulat, tetapi jari tangan Dahyun sudah gatal ingin mencongkel mata bulat sang junior kelahiran Bandung, Indonesia itu.

“Dapat dari mana benda itu? Kau mencuri? Maling? Atau memaksa Sujeong untuk memberikannya? Cepat katakan!” tanya Dahyun bertubi-tubi dengan tatapan menyelidik yang memancarkan kebencian.

“Kau ceroboh, bodoh.” Sang junior dengan santainya menjawab pertanyaan Dahyun diimbuhi satu kata penghinaan.

Brengsek betul anak ini. Mati kau Nathan Jeon!

Nathan Jeon. Manusia sialan dengan otak sialan juga—terlalu cair hingga bisa sekelas dengan Dahyun. Dahyun yang merasa sangat terhormat tak ingin disamakan derajatnya dengan Nathan. Ia memilih untuk selalu menjadi senior, dan Nathan menjadi junior—memang sepantasnya begitu—meski ilmu Dahyun masih dibawah Nathan. Sikapnya yang sangat dingin tanpa perasaan ingin sekali Dahyun cairkan dengan cara membakarnya, namun sayang seribu sayang, itu tak mungkin dilakukannya.

“Aku menemukannya di sampingmu saat kau sedang tertawa dengan Sujeong,” ucap Nathan  tanpa di iringi senyum maupun kata hinaan. Itu lebih baik.

“A-apa?” Dahyun gelagapan. “K-kau mencuri! Berikan padaku! Kembalikan!”

Tangan Nathan membuka lembar demi lembar notes bersampulkan hijau milik Dahyun. Mata Dahyun terbelalak. Kaki lincahnya yang selalu ia gunakan untuk bermain basket tak sanggup bergerak untuk merampas benda penuh aibnya yang berada di genggaman Nathan. Ini gawat! Bisa-bisa rahasianya terungkap!

“Kau menyukaiku, ya?” tanya Nathan santai, tak peduli dengan Dahyun yang sudah pucat karenanya.

“Hah?”

“Ini?”

Nathan menyodorkan notes tersebut ke wajah Dahyun meski jaraknya cukup jauh. Dahyun diam. Ia benci bila rahasianya terungkap seperti ini. Terlebih yang mengungkapnya adalah junior sialan, Nathan Jeon yang menyebalkan.

Seharusnya ini bukanlah menjadi hal yang memalukan untuk Dahyun. Bukan juga hal yang pantas untuk di umpati dan disesali. Ini fakta. Perasaan tak terelakkan yang hinggap dihatinyalah yang harus ia sesali. Terkuaknya aib memang memalukan, tapi ini fakta. Seolah sedang disidak kepala sekolah, Nathan menatap Dahyun dengan tajam. Tak tahu mengapa ia jadi sedikit bergidik ngeri karena tatapan seram Nathan. Meski terlihat keren, tetapi..

“Baiklah, aku mengakuinya. Aku memang menyukaimu,” aku Dahyun tanpa menunduk malu. Rasa malu telah dibentenginya dengan tameng keberanian. Ah, ini masalah kecil.

Tangan Nathan turun seraya menutup notes tersebut. Ia meringis. “Kenapa harus kau, sih, yang menyukaiku? Tak waras sekali.”

Dahyun mengalihkan pandangannya ke lain arah. Dengusannya keras, melampiaskan kekesalannya yang sudah memuncak hanya saja belum juga meledak. Kenapa ia harus menyukai seorang Nathan Jeon yang—sama sekali—tak ada baiknya, tak ada bagusnya, sih? Setiap hari harus mengelus perut, berbisik kecil untuk menyabarkan hatinya yang terletak  di perut bagian kanan. Melihatnya tertawa dengan temannya, bertukar gagasan dengan para gadis di ekskul Fisika. Itu sudah cukup menyakitkan. Lalu haruskah Dahyun menjejali hatinya dengan enzim tak berguna yang kali ini bernama penolakan?

“Mengaku pintar, ulangan saja buka buku. Rambut di cat warna-warni, kayak gedung anak Playgroup. Kaos kaki beda sebelah. Tak waras.” Nathan berdecak.

“Memangnya kenapa? Itu semua keren!”

“Aku tak menyukaimu, Kim Dahyun.”

Ingat Kim, ini bukan lagi awal.

Bukan awal dari rasa sakit hati yang menusuk.

Bukan awal yang bagus dengan Nathan.

“Bahkan aku membencimu.” Nathan melemparkan notes Dahyun ke lantai. “Bahkan sejak kita pertama kali berjabat tangan.”

Bukan. Bukan kata benci yang ia harapkan.

Bola basket yang tadinya asyik melompat riang, kini terdiam tanpa gerak tambahan maupun suara tambahan yang sebelumnya begitu mengganggu pendengaran. Sama dengan bola tersebut, Dahyun terdiam, membatu dengan mata masih menatap Nathan. Huruf yang tersusun menjadi kata ‘kecewa’ menumpuk hati dan otak Dahyun. Ini juga perasaan yang tak terelakkan. Tak bisa disangkal. Terlalu sakit. Haruskah ia juga meminta Jongdae—kakak Dahyun— untuk menyanyikan backsound untuk keadaannya yang sedang seperti ini? Menyempurnakan perasaan mengenaskan ini. Kecewa. Sakit hati.

Atas hal apa Dahyun menyukai Nathan? Atas hal apa Nathan membenci Dahyun? Dahyun menyukai Nathan karena..—

“Aku menyukimu karena—“

“Aku membencimu karena kau aneh.”

“Hah?”

“Kau tuli?”

“Ti-tidak.”

Dahyun aneh.

Aneh.

Aneh.

Aneh.

Dahyun menatap nanar notesnya.
image

Tbc?

.

.

Oke.. Ini.. Ceritanya.. Ya aku juga gk ngerti :v just kesedihan aku doang *padahal aku gak suka sama siapa2 selain bias*

*nyanyi lagu Iis Dahlia* apalah apalah apalah~~

Iklan

24 thoughts on “[Series] Daroms-Aneh

  1. bentar bentar mau emosi dulu boleh ngga. MAS NATHAN GABOLEH GITU DONG MAS ELAH JAHAT PISAN JADI COWOK hyun udah hyun kamu move on ke junhoe aja biar si nathan nyesel ((eak)) ((team june-dahyun detected)) ((pengalaman detected))

    heu btw ini bikin baper yak jadi keinget doi deh :’3 sebelas dua belas aja sama si nathan :’3 cuma ga sekasar nathan :’3

    yosh dilanjutin dong~

    Disukai oleh 1 orang

    1. Cieee yg keinget doi :” dripada inget doi, mending inget aku aja *eaaa*
      Si natham emg jahat aned yah :” aku juga gak suka. Lanjut gk ya?? Haha,, makasih kak udah bacaa~~

      Suka

    1. Dia emang cool :”” *hyaaa*
      Aduh kok lucu sih :” aku kali yg lucu, bukan ceritanya *ngarep*
      Makasih kak udah komenn~~

      Suka

      1. Yaps, sama-sama ^^
        duh, entah yaa aku ngerasa lucu sama gemesin aja sih ceritanya, haha
        Dahyun nya jg gak mellow galau gituu kan, wlw pun hatinya nyesek…
        /peluk Nathan/ lah?

        Suka

  2. Sumpah suka banget ini, perasaan sakitnya kerasa banget dimana lo harus ketahuan suka ama gebetan lo dan dia jelas blang didepan mata lo kalo dia benci lo. Sumpah ini sakit banget. Terusin thor…. suka banget ama penggambarannya…. Terusin pokoknya…. apa udah ada terusannya…?

    Disukai oleh 1 orang

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s