[Ficlet] Who are you?

who are you-ohclaren

fic by ohclaren

[Twice] Son Chaeyoung [Astro] Cha Eunwoo

genre school life fluff slight!supranatural rated teens length ficlet

.

Aku bahkan tidak mengenalmu

.

Pondok kecil yang berada tepat di belakang bukit sekolah, tak banyak yang tahu lokasi itu hanya tersebar dari gossip receh di kalangan anak gadis. Gadis-gadis yang putus asa dengan cintanya bisa membeli ramuan cinta, ramuan pemikat atau racun sekalipun dengan harga murah dari pemilik pondok kecil itu. Namun tak mudah untuk menemukannya, konon hanya orang yang benar-benar beruntung bisa menemukannya.

Maka disinilah Chaeyoung, mengadu keberuntungannya. Berbekal peta usang pemberian seniornya, seorang diri menapaki jalan menelusuri bukit sekolah. Chaeyoung tak mau repot-repot mengajak Dahyun, selain bocah itu akan mengedumel dia juga tak ingin Dahyun tahu jika Chaeyoung sekarang menjadi bagian dari kelompok gadis putus asa karena cinta.

Great, berterimakasihlah pada Cha Eunwoo yang dengan nistanya telah melecehkan Chaeyoung. Meskipun sulit bagi Chaeyoung untuk menyebutnya sebagai pelecehan mengingat bocah itu selalu tersenyum lebar kearahnya.

Flashback

“Aku bahkan tidak mengenalmu.”

Chaeyoung mematung hanya mampu mengerjapkan matanya berkali-kali, sementara Eunwoo masih tersenyum polos kearahnya.

“K-kau tidak mengingatku?” tanya Chaeyoung hampir tak percaya, dia tahu jika teman masa kecilnya itu punya ingatan yang soak dan mereka baru bertemu ketika bersekolah di SMU yang sama setelah bertahun-tahun terpisah tapi MANA MUNGKIN KAU MELUPAKAN TEMAN YANG DULU SERING KAU AJAK MANDI, TIDUR, MAKAN DAN MAIN SEHARIAN?!

Eunwoo menggaruk tengkuknya terkekeh dan bertanya dengan kalem. “Oh ya, siapa tadi namamu?”

Flashback end

Harga diri Chaeyoung jatuh, pridenya sebagai pemegang Dan tiga Judo rasanya tak berguna ketika dia sendiri tak mampu untuk membanting Eunwoo dan melemparnya keluar jendela saat itu juga. Dilupakan oleh cinta pertamamu rasanya sungguh menyakitkan.

“Aku pasti akan membuatmu mengingatku dan tergila-gila padaku.” janji Chaeyoung.

Menurut peta yang diberikan seniornya, harusnya tepat di seberang sungai pondok yang dimaksud berdiri. Dengan peluh dan seragamnya yang kotor, Chaeyoung memandang sekelilingnya. Nihil, hanya ada pohon pinus dimana-dimana tak ada tanda—

“Lalalalala…lalalala…lalalala…”

kehidupan.

Chaeyoung sendiri tak tahu darimana datangnya, gadis berseragam biru yang dia kenal sebagai seragam putri SMU Mehwa. Bernyari riang menyebrangi sungai sambil menenteng keranjang tanpa menyadari eksistensi Chaeyoung.

“Ketika gadis berseragam SMU Mehwa muncul maka tujuanmu sudah dekat.”  kata-kata seniornya tiba-tiba saja kembali terngiang di telinga Chaeyoung.

“T-tunggu dulu!” panggil Chaeyoung membuat gadis—yang mungkin seusianya—itu berhenti.

Gadis itu menoleh dan tersenyum penuh pengertian kearah Chaeyoung, “Ikutlah denganku Chaeyoungie!”

Chaeyoung mengikuti gadis itu dengan tatapan takjub bagaimana dia bisa mengetahui namanya bahkan sebelum Chaeyoung memperkenalkan diri. Padahal gadis itu hanya membaca nametag  yang dipakai Chaeyoung. Lalu apa hebatnya gadis dari SMU Mehwa itu?

.

Chaeyoung mengusap-usap tangannya tak sabar, di meja belajarnya berderet rapi botol kecil warna-warni yang kesemua isinya sudah dia pindahkan ke dalam gelas—menunggu untuk diminum.

‘Kau harus berhati-hati saat mencampurnya, ingat untuk menambahkan sehelai rambut dari orang yang ingin kau pikat sebelum meminumnya.’

Chaeyoung mengangguk mantap, mengingat setiap perintah yang gadis SMU Mehwa—alias madam puri-puri—itu sebutkan padanya. Tangan Chaeyoung sedikit bergetar ketika memasukkan helaian rambut hitam milik Eunwoo. Jangan tanya dimana dia mendapatkannya, karena Chaeyong tak mau menceritakan perjuangannya mengendap-ngendap keruang ganti team basket sekolah dan mencuri seragam Eunwoo untuk menemukan sehelai rambut pemuda itu.

Cairan dalam gelas menggelegak ketika Chaeyoung benar-benar memasukkannya, dan seperti keajaiban dalam pelajaran kimia, cairan yang semula merah muda berubah warna menjadi keperakan dengan sedikit buih.

“Haruskah aku meminumnya?” tanya Chaeyoung entah pada siapa.

.

Aigoo kau lapar? Baiklah…baiklah kau boleh memilih makananmu sendiri.”

Meoongg…” Eunwoo mengusap-usap kucing hitam dalam pelukannya penuh kasih dan membiarkan kucingnya mengeong sementara dia mulai memilih makanan ringan.

Sementara disisi lain minimarket, gadis berseragam SMU Mehwa itu asyik dengan ramyeon panasnya, sesekali menyeka ingus yang keluar dengan lengan seragamnya—yaiks. Melihat sosok pemuda dengan kucing hitam dalam pelukannya yang baru saja keluar dari minimarket, gadis itu menengadah bertanya pada langit-langit minimarket.

“Apa Chaeyoung sudah memastikan kalau itu rambut Eunwoo dan bukan bulu kucing?”

.

Malam ini langit terang tanpa awan, membuatmu dapat melihat jelas bulan purnama dan bintang-bintang yang mengelilinginya. Angin malam pun bertiup lembut memainkan tirai jendela yang tak tertutup sempurna milik kamar Chaeyoung. Gadis yang kini terlelap dalam ranjang hangatnya, selain kilatan bintang jatuh di langit malam kau juga bisa melihat gelas di meja yang beberapa jam lalu berisi cairan keperakan itu kini kosong—mungkin sudah berpindah ke perut Chaeyoung.

.

—Fin?

 

talk-talk

Apa lagi iniih?

Yeuu akhirnya bisa bikin ChaeWoo  /eh ga juga krna ini gaje/

maybe little bit review? agar tulisan sayah bisa lebih baik lagi :v  *narik2clananyamaktyabe*

abaikan judulnya i have no idea with dat *ngais pasir bareng meongnya eunwoo*

See yah in mai another absurd storih  ❤

Iklan

3 thoughts on “[Ficlet] Who are you?

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s