[Ficlet] A Suicide News

tumblr_o473xqJCYr1vnkm3lo1_1280

“A Suicide News” by Mingi Kumiko

Main Cast: [TWICE] Sana and Mina ★ Genre: friendship, slice of life, comedy ★ Rating: General ★ Length: Ficlet

 

***

“Syukurlah kau masih hidup! Terima kasih karena kau masih mau berpikir jernih… terima kasih, hiks!”

.

.

Ia mempercepat langkahnya dan tak sama sekali menghiraukan embusan napasnya yang tersengal hingga membuat kardiotoraksnya berdentam tak sesuai ritme. Meskipun keringat dengan deras mengucur di pelipis, ia akan tetap berlari untuk sampai ke tempat tujuannya.

Sana – nama anak itu­ – mensyukuri suasana lengang di blok Cluster Apple. Dengan begitu tak akan ada yang terganggu dengan aksinya berlari tunggang-langgang menerobos embusan angin.

Ia mengerem laju kakinya yang begitu cepat tatkala ia sampai di rumah berkonsep minimalis dengan nomor 17 yang terdapat di sebelah kanan pintu. Sana melangkah dan segera mengetuknya, atau mungkin lebih tepat disebut menggedor, sembari memekik, “Bukakan pintunya, tolong! Siapa saja.”

Ini sudah dobrakan yang ketiga dan pintu tak kunjung terbuka. Apa boleh buat, ia harus nekat! Kebetulan rumah tersebut hanya mengandalkan kunci – dan bukan password – sebagai pengaman. Dengan gegabah ia menekan gagang pintunya dan beruntunglah karena pintu langsung terbuka.

Lagi-lagi gadis jangkung itu melakukan sebuah hal yang – mungkin bagi orang normal – tak akan bisa dicerna akal sehat. “Mina-chan! Doko wa dare desuka?” pekiknya hingga menimbulkan gema dari ruangan tersebut.

Ia tak mendapat apapun. Hanya sekedar deruman kompresor dari refrigerator yang terdengar, berhubung ia memang berada di dekat dapur.

“Bagaimana ini? Tidak ada orang! Apakah benar-benar terjadi sesuatu padanya? Oh Tuhan! Kumohon jangan dia, onegai!” gumamnya sembari menggigiti kuku jemari, kebiasaan yang selalu ia lakukan di kala panik.

DANG!

Sesuatu mendarat dengan mulus di tulang tengkoraknya. Sana lantas menunduk dan mendapati sebuah kaleng soft drink telah bertengger di sebelah kakinya. Ia memegangi kepalanya yang nyut-nyutan seraya melempar pandang ke segala sudut untuk mencari ‘tanda-tanda kehidupan’ di rumah tersebut.

“Kaupikir rumahku ini hutan, huh?! Aish, mengganggu saja!” celetuk seseorang yang kini tengah berusaha sekuat tenaga bangun dari posisi nyamannya di sofa.

Dan saat itu juga, ekspresi seorang Minatozaki Sana yang awalnya tegang menjadi begitu berbinar ketika maniknya menangkap sosok Myoui Mina berada tepat di hadapannya. Segera ia berlari menghampiri gadis itu.

“SAHABAT JIWAKUUU!!!” ia berseru tertahan. Buru-buru ia dekap sahabatnya itu dengan erat.

Hey! Ada apa ini? Kau gila, ya? Lepaskan! Aku tak bisa bernapas.” gerutu Mina kesal dan berusaha mendorong tubuh Sana yang menempel lekat pada tubuhnya.

Akhirnya, dengan berat hati Sana melepaskan rengkuhan itu tanpa menghilangkan air mukanya yang sumringah.

“Sebenarnya ada apa, sih?” Mina masih tak habis pikir, ifrid dari ras mana, sih, yang merasuki sahabatnya itu hingga jadi bertingkah aneh? Di samping itu, vertigo yang sebenarnya sudah hilang dengan tidur singkat, kini kembali menyerang akibat pekikan Sana yang cukup keras.

“Syukurlah kau masih hidup! Terima kasih karena kau masih mau berpikir jernih, Mina-chan… terima kasih, hiks!” Sana tak kuasa membendung linangan kristal bening dari pelupuk matanya. Membuat Mina makin dibuat bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi.

“MINATOZAKI SANA! Bukannya menjawab pertanyaanku, sekarang kau malah menangis tanpa alasan begini!” Mina mengomel tak karuan. Merasa emosinya telah mencapai klimaks. Sudah acara istirahatnya terganggu, sekarang malah disodori tingkah dramatis seorang Minatozaki Sana. Masih hidup, berpikir jernih, apa maksudnya? Penalaran Mina benar-benar tak sampai untuk sekedar memahami ucapannya.

Hiks, aku senang sekali. Tadi waktu jam istirahat aku iseng membuka laman berita di internet. Terus aku tak sengaja menemukan artikel berjudul Seorang Pelajar Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya. Ternyata dia bunuh diri karena habis putus cinta. Kukira itu kau, syukurlah kalau bukan. Aku tidak siap kalau harus mengenakan baju renang di upacara pemakamanmu nanti, hiks!”

Perlu diketahui kalau Sana dan Mina memang telah membuat sebuah perjanjian konyol yang berbunyi, apabila salah satu dari mereka meninggal duluan, maka yang masih hidup harus datang ke upacara pemakanan dengan mengenakan baju renang.

TUK!

Mina menjitak kepala Sana dengan kasar sehingga menimbulkan rintihan singkat darinya. Sana urung mengomel protes karena Mina telah terlebih dahulu menyorotinya dengan tajam.

“Aku memang baru saja putus dengan Mabuchi, tapi pikiranku tak sesempit itu juga, baka!” omel Mina.

“Ya maaf, habisnya kau tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Aku, kan, jadi khawatir.”

“Hm, suratku menyusul, Sanacchi… orang tuaku sedang pergi menjenguk nenek di Yokohama. Sebenarnya tadi pagi aku sudah siap-siap berangkat, tapi vertigoku tiba-tiba saja kambuh.”

“Kok bisa?”

“Karena aku memutar lagu Linkin Park dengan volume max untuk menghilangkan stres setelah putus cinta.”

Sana menelan ludah hingga kerongkongannya terasa begitu kering. Membayangkan tingkah laku sahabatnya semalam membuat perutnya bergemerucuk dan tak kuasa menahan tawa. Mina tak mungkin sekedar mendengar lagunya, pasti ia berjingkrak-jingkrak dan bahkan melakukan salto di atas kasurnya.

“Apa yang kau pikirkan, huh? Aku hanya sekedar manggut-manggut sambil mengikuti irama lagunya. Catat itu!” Seakan bisa membaca pikiran, Mina pun menggugah lamunan absurd Sana. “Hehehe…” Mina hanya balas dengan menunjukkan deretan gigi putihnya.

“Tapi terima kasih ya, kau sudah khawatir padaku sampai sebegitunya.”

“Sudah tentulah, Mina-chan… jangan jadi lemah karena cinta. Kita, kan, gadis yang tangguh.” hardik Sana.

“Pastinya!” mereka pun saling beradu kepal tinju.

“Eh, kau tahu tidak, ada cafe baru di dekat perempatan halte. Kulihat sekilas tadi pelayannya ganteng-ganteng, loh!” celetuk Sana.

“Yang benar kau?” Mina menggubris ujaran Sana dengan begitu antusias.

“Iya, mana mungkin aku bohong masalah pria-pria tampan.”

“Tunggu apa lagi, ayo segera ke sana!”

“Hey, bukannya kau masih sakit?”

“Siapa bilang? Aku sehat, kok!”

– END –

Maafkan diriku atas ketidakjelasan alur dari cerita yang tak bisa dicerna akal sehat ini T_T terima kasih banyak untuk yang sudi membacanya sampai akhir fuhfuhfuh terharu :’) /apa ini/ Review boleh? ^^

Iklan

7 thoughts on “[Ficlet] A Suicide News

  1. Cogan tuh emang obat paling mujarab yaa, wkwkwk
    hm, apa yaah…
    Masih ada banyak imbuhan -nya dlm satu kalimat. Saranku dikurangi aja, soalnya bikin lelah bacanya.
    Btw, tema ceritanya aku suka.
    Keep writing ^^

    Suka

Leave the Love-Signal:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s